Tags : KitaSATUIndonesia

Feature

Jembatan Damai dari Pangandaran

JAYAKARTA NEWS – Sudah lama Ai Nurhidayat gelisah. Hatinya tercekat menyaksikan bom waktu bernama perbedaan, yang siap meledak kapan saja jika tidak dikelola dengan baik. Baginya, perbedaan itu harus “dibenturkan”, untuk mendapatkan output yang positif. Dan mengelola sekolah multikultural, menggabungkan siswa dari berbagai latar belakang budaya, suku dan agama yang berbeda, bagi Ai, merupakan salah […]Read More

Feature

Nirwana Nyata di Bumi Kanekes

JAYAKARTA NEWS – Senja tampak lembayung di Bumi Kanekes, salah satu desa Baduy Luar, yang ada di Kabupaten Lebak, Banten. Rumah-rumah yang berjejer rapih di kampung Kadu Ketug I,  sudah banyak yang menutup pintu. Jalan setapak bebatuan pun terlihat kosong. Tidak tampak kesibukan lalu-lalang manusia. Hanya satu dua rumah yang masih “memajang” kain tenun di […]Read More

Feature

“Baduy Craft”, Berburu Sinyal ke Ciboleger

JAYAKARTA NEWS – Keterbatasan pendidikan tidak membuat Narman, pria Baduy Luar ini menyerah. Hambatan tradisi sukunya tidak menyurutkan langkahnya. Minimnya ketersediaan fasilitas tak pula dianggapnya sandungan. Belum lagi ditambah akses teknologi modern yang bisa diibaratkan jauh panggang dari api. Warga kampung Marengo, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Labak, Banten ini terus melangkah menerobos seribu rintangan. […]Read More

Feature

Platform E-Commerce “Tukoni” Melawan Kebangkrutan di Tengah Pandemi

JAYAKARTA NEWS – Bangkrut mengintai dunia usaha saat pandemi corona melanda. Pelaku usaha kecil bidang makanan dan minuman di Yogyakarta bukan pengecualian. Banyak yang terpaksa menutup bisnisnya. Yang masih beroperasi pun menukik omzetnya. Platform E-commerce @Yuktukoni dan Tukoni.id hadir menenun kain harapan melawan kebangkrutan. “Tukoni” bermarkas di kompleks Ruko Raflesia di bilangan Babarsari, Sleman, Yogyakarta. […]Read More

Feature

Risna Hasanudin dan NKRI Harga Mati

Sesaat setelah pemerintah mengumumkan kebijakan pembelajaran jarak jauh akibat pandemi corona, banyak kegiatan di RC-KPA berhenti. Namun kendati dihadang pandemi, langkah Risna berdinamika di Papua tak lantas mati. Baginya, tetap tersedia celah untuk memajukan anak bangsa di tanah Papua. “Masyarakat memilih menaati anjuran pemerintah untuk libur di rumah, tak ada aktivitas di sekolah,” papar Risna […]Read More

Feature

Ke Kobrey Ku Kan Kembali

Lazimnya, trauma membuat para korban menghindari pelaku kejahatan atau tempat kejadian perkara. Risna berbeda. Cintanya kepada Kobrey tak luntur apalagi lenyap kendati di tempat itu beberapa kali ia dihantam tragedi. Tanggung jawab sebagai peserta PSP3 tak bisa ia lepas begitu saja. Hanya ada satu kata yang ia mau untuk Kobrey: maju! Karenanya, kendati trauma jiwa […]Read More

Feature

Rumah Cerdas Komunitas Perempuan Arfak

Dunia pendidikan membetot perhatian Risna sejak menginjakkan kaki di Manokwari Selatan (Mansel). “Sangat miris hati ini melihat kondisi pendidikan di Kobrey, angka anak putus sekolah dan perempuan buta huruf sangat tinggi,” tutur Risna. Lantas, ia menggagas berdirinya Rumah Cerdas Komunitas Perempuan Arfak (RC-KPA). Risna berharap RC-KPA mampu merangsang minat belajar para pelajar, anak-anak putus sekolah […]Read More

Feature

Cerita Cinta dari Kobrey

Kisah Pejuang Pendidikan Risna HasanudinJatuh Bangun di Pusaran Suku Arfak Saat pertama tiba di Kobrey, Papua Barat, Risna Hasanudin langsung dihadapkan pada serba-serbi masalah: anak-anak putus sekolah, perempuan-perempuan buta huruf dan angka, pasangan-pasangan muda berumah tangga di umur yang belum waktunya, kesenjangan sosial yang tajam serta orang-orang yang mencueki pola hidup sehat. Ia merasa, itu semua potensial menjadi […]Read More

Feature

Jagad Sunyi Masyarakat Baduy

Jayakarta News – Baduy. Kata ini seolah memberi kesan magis bagi saya. Dua kali ke tempat ini, Juni dan Juli 2019, membuat saya seperti pergi ke belahan dunia lain. Ke Baduy, membuat saya ingin berteriak memberikan pengumuman kepada dunia, “Lihat aku. Aku ada di Baduy.” Padahal Baduy, bukanlah suatu tempat yang jauh, terpencil dan sulit […]Read More

Feature

Saminten, Pandang tak Jemu

Jayakarta News – Ibarat wanita, Saminten terlihat segar dan elok. Berseri dan memikat. Siapa pun tak jemu memandang dan berlama-lama dengannya. Apa daya, Saminten, hanyalah nama jalan, bahkan lebih pas disebut gang. Jalan Saminten III, tepatnya. Bentang jalan perkampungan sepanjang 100 meter dan lebar tiga meter, melewati 32 rumah berjajar berhadap-hadapan. Bisa dibilang permukiman padat. […]Read More