Tags : KitaSATUIndonesia

Jagad Sunyi Masyarakat Baduy

Jayakarta News – Baduy. Kata ini seolah memberi kesan magis bagi saya. Dua kali ke tempat ini, Juni dan Juli 2019, membuat saya seperti pergi ke belahan dunia lain. Ke Baduy, membuat saya ingin berteriak memberikan pengumuman kepada dunia, “Lihat aku. Aku ada di Baduy.” Padahal Baduy, bukanlah suatu tempat yang jauh, terpencil dan sulit […]Read More

Saminten, Pandang tak Jemu

Jayakarta News – Ibarat wanita, Saminten terlihat segar dan elok. Berseri dan memikat. Siapa pun tak jemu memandang dan berlama-lama dengannya. Apa daya, Saminten, hanyalah nama jalan, bahkan lebih pas disebut gang. Jalan Saminten III, tepatnya. Bentang jalan perkampungan sepanjang 100 meter dan lebar tiga meter, melewati 32 rumah berjajar berhadap-hadapan. Bisa dibilang permukiman padat. […]Read More

Era Kemerdekaan Air di Desa Pucung

Jayakarta News – Jauh di kedalaman perut Gua Suruh, Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Agustus 2001. “Luar biasa, luar biasa…,” pekik Joko Sulistyo sesaat setelah kakinya menyentuh air.  Ia sadar betul, ini bukan air secerukan atau sekubangan.  Ini air sungai. Pikiran Joko lantas terbang ke desa Pucung. Warga desa pemilik Gua Suruh […]Read More

“Tunggal Ika” Semeru Agung

Jayakarta News – Kiprah Zainul Arifin yang suka disapa Masza di desanya, pelan tapi pasti membawa perubahan di kampungnya, Dusun Pasinan, Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kampung “ndeso” yang dulu teralienasi justru oleh warganya sendiri, kini berubah. Kerja sosial dengan komitmen dan ketekunan tinggi, akhirnya menuai hasil. Respon positif para pemuda kampung […]Read More

Saya “Ndeso”, Saya Indonesia

Jayakarta News – Terbilang muda, 30 tahun, julukan sekarang masuk generasi Y. Namun komitmen jiwa mudanya turut menjaga harmonisasi negeri seperti tertanam di lubuk hati terdalamnya. Itulah Zainul Arifin yang suka disapa Masza. Pemuda  Dusun Pasinan, Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini bahkan sudah terusik hatinya ketika baru masuk SMK. Ia melihat […]Read More

Berkah di Angka Merah

Jayakarta News – Lazimnya angka dengan tinta merah merupakan perlambang dari sesuatu yang buruk. Biasanya kegagalan prestasi. Namun tidak buat Mansetus. Berkah melimpah justru ia dapatkan dari angka-angka yang digores dengan tinta merah.  Ia justru mati-matian mengupayakan angka merah untuk kinerja yayasannya. “Angka bertinta merah itu menunjukkan tingkat kematian ibu dan anak di wilayah yang diintervensi […]Read More

Tentang Gaji yang tak Pasti

Jayakarta News – Ada tiga personil yang menggerakkan kehidupan YKS, Mansetus dan dua rekannya, Emanuel Soge pengelola keuangan, serta Bastian Timo si petugas mekanik. Mansetus menangani administrasi. Tugas pokoknya membangun jaringan dan membuat proposal bila ada peluang pendanaan.   Sejatinya ada gaji bulanan untuk ketiganya. Dengan anggaran Rp 3 juta, Rp 2,5 juta dan Rp 2 juta […]Read More

YKS, Yayasan Kesehatan untuk Semua

Jayakarta News – Mansetus langsung tancap gas dengan gagasan mewujudkan ambulans motor, demi aksi kemanusiaan di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Ia menyusun strategi dan lantas mengeksekusinya.    Semua proses tahapan dijalani, setapak demi setapak, namun pasti. Awalnya ia mendirikan Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS). Segala tetek bengek untuk kepentingan legal formal ia urus. Tahun […]Read More

Ambulans Motor Mansetus, Si Dewa Penyelamat

Jayakarta News – Pria itu Mansetus. Nama lengkapnya Mansetus Kalimantan Balawala, asal Desa Tagawiti, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menggagas Ambulans Motor. Sebelum ambulans roda dua ini beroperasi, kematian pasien, utamanya ibu dan anak di Flores Timur terjadi nyaris setiap hari. Pertolongan medis selalu terlambat untuk penyakit yang sebetulnya sama sekali […]Read More