Etalase Produk Indikasi Geografis Mulai Tersedia di E-commerce

JAYAKARTA NEWS – Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia kini mulai tersedia di e-commerce seperti di aplikasi Tokopedia dan TikTok Shop. Hal ini guna meningkatkan nilai ekonomi di platform digital.

“Peluncuran Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia merupakan bukti bahwa pelindungan kekayaan intelektual tidak berhenti pada penerbitan sertifikat,” ungkap Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum, Hermansyah Siregar, dikutip Sabtu (4/7/2026).

Menurut Hermansyah, peluncuran Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia menjadi wujud transformasi layanan DJKI yang tidak berhenti pada pemberian pelindungan hukum.

Hermansyah menegaskan, pelindungan tersebut harus mampu mendorong pemanfaatan ekonomi sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah asal produk.

“Tugas negara adalah memastikan pelindungan tersebut memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat melalui perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing produk unggulan daerah,” ujar Hermansyah.

Lebih lanjut Hermansyah menambahkan, kehadiran etalase tersebut menjadi langkah strategis DJKI dalam membangun ekosistem yang menghubungkan pelindungan hukum dengan pemasaran digital.

Dengan demikian, sambung Hermansyah, produk-produk indikasi geografis diharapkan semakin dikenal, dipercaya, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Etalase hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan Tokopedia dan TikTok Shop tersebut menjadi upaya memperluas pemasaran produk Indikasi Geografis sekaligus meningkatkan nilai ekonominya melalui platform digital.

Etalase produk Indikasi Geografis merupakan ruang promosi nasional pertama yang secara khusus menghimpun dan memasarkan produk-produk indikasi geografis Indonesia dalam satu platform digital.

Melalui etalase tersebut, masyarakat tidak hanya dapat memperoleh produk indikasi geografis yang autentik, tetapi juga dapat mengakses informasi mengenai asal-usul, karakteristik, reputasi, serta jaminan keaslian produk yang telah memperoleh pelindungan hukum.

Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki 271 produk indikasi geografis terdaftar yang terdiri atas 255 produk indikasi geografis dalam negeri dan 16 produk dari luar negeri.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis, DJKI, Fajar Sulaeman Taman menjelaskan bahwa peluncuran etalase ini merupakan tindak lanjut komitmen DJKI untuk memperluas akses pasar bagi pemegang hak indikasi geografis.

Sebelum peluncuran, DJKI juga telah memfasilitasi pendampingan kepada para pemilik indikasi geografis agar dapat membuka toko dan mengunggah produknya ke Tokopedia dan TikTok Shop sehingga dapat bergabung dalam etalase tersebut.

“Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia menjadi ruang promosi bersama bagi seluruh produk,” ujar Fajar.

Fajar berharap semakin banyak pemegang hak indikasi geografis yang memanfaatkan platform ini sehingga produk unggulan daerah semakin dikenal masyarakat, memperoleh kepercayaan konsumen, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan produk indikasi geografis yang autentik dapat mengunjungi etalase digital tersebut pada menu Beli Lokal Tokopedia dan TikTok Shop.

Kehadiran etalase diharapkan mampu memperkuat branding produk unggulan daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani, nelayan, pengrajin, pelaku usaha, dan masyarakat di wilayah asal produk.

Melalui Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia, DJKI berharap pelindungan hukum terhadap indikasi geografis dapat berjalan seiring dengan pemanfaatan ekonomi yang berkelanjutan. (yog)

Menteri UMKM Sebut Teknologi Digital Semakin Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

JAYAKARTA NEWS – Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut teknologi digital saat ini semakin menjadi penggerak utama roda pertumbuhan ekonomi.

“Kita tidak bisa sekadar berjualan dengan metode konvensional karena zamannya sudah berbeda. Dengan adanya perkembangan teknologi yang luar biasa ini kita berharap bahwa kehadiran teknologi bisa kita serap, kita adaptasi, untuk meningkatkan penjualan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Menteri UMKM seperti dikutip Selasa (3/5/2025).

Menteri Maman menuturkan, era digital mengubah gaya beli masyarakat Indonesia. Saat ini masyarakat bisa kapanpun dan dimanapun membeli produk yang mereka inginkan secara daring.

“Ada perubahan gaya beli masyarakat. Sekarang hampir semuanya lewat gadget, masyarakat cenderung berbelanja secara online, baik untuk belanja kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan lainnya,” kata Menteri Maman.

Oleh karena itu, Maman meminta para pengusaha UMKM untuk mulai secara perlahan mengubah pola berbisnis yang semula menggunakan pola konvensional untuk dikembangkan mengarah pada sentuhan teknologi salah satunya dengan menjangkau pemasaran melalui platform online.

Menteri UMKM juga mendorong konsistensi para pengusaha UMKM dalam menjalankan usaha, sekaligus melakukan evaluasi dan inovasi dalam membuat suatu produk.

“Jangan sampai kualitas produk yang sudah baik menurun. Selain itu, untuk memikat calon konsumen sebaiknya juga memperhatikan pengemasan produk dengan baik,” jelas Menteri Maman.

Menteri UMKM juga meminta berbagai pihak khususnya pemerintah daerah dan para aplikator untuk menggali potensi komoditas unggulan di masing-masing daerah.

Hal serupa juga diungkapkan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Digitalisasi tidak bisa dihindari dari setiap aktivitas yang dijalani masyarakat saat ini, termasuk mendorong tumbuh kembang UMKM.

“Sejak pandemi, Kota Pontianak dari berbagai sisi termasuk pelayanan publik sudah mulai beralih ke digital, termasuk di pasar-pasar,” ujar Edi.

Sehingga, kata Edi, masyarakat di Pontianak tergolong masyarakat yang berkemajuan dan melek digital, tidak kalah dengan anak muda di kota-kota maju lainnya.

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, yang mengatakan bahwa Grab Indonesian dan OVO telah berkomitmen untuk menjadi mitra pertumbuhan dan terus mendukung percepatan inklusi digital dan keuangan di berbagai daerah.

Melalui program Kota Masa Depan, pihaknya terus memberikan pendampingan yang tepat bagi pengusaha UMKM, agar mereka tidak hanya bertahan tetapi juga tumbuh di tengah perubahan zaman. (yog)

Pelaku Usaha Didorong Manfaatkan AI Optimalkan Strategi Pemasaran

JAYAKARTA NEWS – Pelaku usaha terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Hal ini guna mengoptimalkan strategi pemasaran.

Saat ini, kecerdasan buatan bukan lagi teknologi yang hanya dapat diakses perusahaan besar. Namun, UMKM juga dapat memanfaatkannya untuk berbagai keperluan yang positif.

“Kemendag mendorong transformasi digital yang berdampak positif bagi perkembangan UMKM dengan pemanfaatan kecerdasan buatan,” ujar Direktur Jenderal Perlindungan  Konsumen dan Tertib Niaga (Dirjen PKTN), Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang, Rabu (12/2/2025).

Saat ini, menurut Moga, kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk  berbagai  keperluan, mulai dari menganalisis tren pasar, memahami perilaku konsumen, mengelola inventaris stok barang, hingga mengoptimalkan strategi pemasaran.

Dengan  demikian, lanjut Moga, pelaku UMKM dapat mengambilkeputusan bisnis yang tepat, menjangkau lebih banyak konsumen, dan meningkatkan pendapatan.

Selain itu, kata Moga, pelaku UMKM juga berkesempatan bertemu dan menjalin  koneksi  dengan  calon mitra strategis bagi pengembangan usaha mereka.

“Pelaku UMKM memang dituntut adaptif di era digital yang berkembang pesat. Dengan memahami, mengikuti, dan memanfaatkan teknologi, pelaku UMKM dapat mengoptimalkan usahanya secara lebih efektif,” jelas Moga.

Berdasarkan publikasi data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomianpada Juli 2024, UMKM menjadi salah satu penopang ekonomi nasional dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 60,51 persen. Selain itu, UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia.

“Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk selalu hadir dalam mendukung UMKM agar terus berkembang,” ujar Moga.

Dukungan  tersebut, kata Moga, mencakup kemudahan dalam memperoleh pembiayaan serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar dapat terus meningkatkan kapasitas diri dan usahanya

Sementara itu, Vice President Government Affairs  Lazada Yovan Sudarma Y. S. mengungkapkan, persaingan ketat di industri perdagangan menuntut pelaku UMKM untuk terus berinovasi, termasuk inovasi dalam penggunakan AI.

Kemudian, riset Kearney tahun 2023 memproyeksikan pemanfaatan AIakan berkontribusi sebesar USD 366 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2030.

Selain itu, kata Yovan, AI juga menjadi  elemen  utama  dalam  ekosistem  niaga-el  yang  dapat  dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnisnya.

Lebih lanjut, Yovan mengatakan, riset Lazada dan Kantar di akhir tahun lalu juga menunjukkan tingginya kepercayaan  konsumen terhadap platform berbasis AI. Sebanyak 53 persen  pelanggan  Indonesia menilai  penggunaan Ai dalam  niaga-el  mempermudah  proses  belanja,  antara  lain  melalui  fitur obrolan bot, pencarian produk berbasis gambar, rekomendasi produk, serta analisis ulasan.

Hasil riset ini, tambah Yovan, sejalan dengan komitmen Lazada untuk terus mengembangkan berbagai fitur berbasis AI yang dapat memberikan pengalaman belanja lebih personal  bagi  konsumen. 

“Kami berharap dapat mendorong peningkatan  penjualan dan pertumbuhan bisnis  para penjual di Lazada,” ujar Yovan.

Pendiri Lampu.id Melissa Wijaya mengutarakan, Lampu.id berkomitmen memberikan pendampingan intensif bagi pelaku UMKM terpilih.

“Kami berharap pelaku UMKMdi Indonesia dapat  mempercepat  adaptasi  digital  mereka,  memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat domestik maupun internasional,”urai Melissa. (yr)

OJK Luncurkan Indonesia Anti Scam Center

JAYAKARTA NEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Sistem Informasi Pelaku di Sektor Keuangan (Sipelaku) dan Indonesia Anti Scam Center (Pusat Pelaporan Penipuan Transaksi Keuangan).

Sipelaku adalah aplikasi yang memuat informasi rekam jejak pelaku pada lingkup sektor jasa keuangan yang dikelola oleh OJK untuk mendukung peningkatan integritas di sektor jasa keuangan.

Aplikasi Sipelaku memuat informasi rekam jejak diantaranya profil pelaku, riwayat alamat, riwayat pekerjaan dan riwayat fraud.

Data dan atau informasi yang dimuat pada Sipelaku bersumber dari Laporan Penerapan Strategi Anti Fraud (SAF) yang disampaikan oleh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) kepada OJK sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud Bagi Lembaga Jasa Keuangan dan data dan/atau informasi yang ditetapkan oleh OJK.

Sementara itu, IASC didirikan OJK bersama anggota Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) yang didukung oleh asosiasi di industri jasa keuangan untuk penanganan penipuan (scam) yang terjadi di sektor keuangan secara cepat dan berefek-jera.

Pembentukan IASC bertujuan untuk mempercepat koordinasi antar-penyedia jasa keuangan dalam penanganan laporan penipuan dengan melakukan penundaan transaksi dan pemblokiran rekening terkait penipuan

Selain itu, IASC juga melakukan identifikasi para pihak yang terkait penipuan, mengupayakan pengembalian dana korban yang masih tersisa, dan melakukan upaya penindakan hukum.

Pembentukan forum koordinasi ini dilakukan untuk merespons makin maraknya penipuan di sektor keuangan yang terjadi saat ini dan semakin besarnya nominal dana korban yang hilang.

Saat ini IASC telah didukung oleh asosiasi industri perban​kan, penyedia sistem pembayaran, dan e-commerce. (yr)

Bappebti Catat Transaksi Aset Kripto Capai Rp556,53 Triliun Tahun 2024

JAYAKARTA NEWS – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia telah mencapai Rp556,53 trilun sepanjang Januari – November 2024. Nilai tersebut meningkat 356,16 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp122 triliun.

Menurut Plt. Kepala Bappebti Tommy Andana, pertumbuhan transaksi perdagangan aset kripto yang terus meningkat tersebut merupakan salah satu wujud kepercayaan masyarakat terhadap perdagangan aset kripto di Indonesia.

“Hal ini membuktikan perdagangan aset kripto merupakan salah satu pilihan perdagangan yang diminati masyarakat,” ujar Tommy, Jumat (27/12/2024).

Tommy menyebutkan, jumlah pelanggan aset kripto hingga November 2024 mencapai 22,1 juta pelanggan. Sementara itu, pelanggan yang aktif bertransaksi melalui Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) dan PFAK pada November 2024 berjumlah 1,3 juta pelanggan.

Adapun jenis aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi pada November 2024 antara lain Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Doge Coin (DOGE), Pepe (PEPE), XRP (XRP).

“Peningkatan jumlah pelanggan saat ini menunjukkan potensi pasar aset kripto di Indonesia yang masih sangat besar. Dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia diprediksi mampu menjadi salah satu pemimpin pasar kripto di dunia,” jelas Tommy.

Bappebti terus memperkuat kolaborasi dengan organisasi regulator mandiri (self regulatory organization/SRO), asosiasi, dan para pemangku kepentingan industri aset kripto di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan ekosistem dan tata kelola aset kripto di samping tentunya untuk memperkuat regulasi dan literasi kepada masyarakat. Dengan demikian, Bappebti optimistis nilai transaksi aset kripto akan meningkat pada 2025.

Sekretaris Bappebti Olvy Andrianita menegaskan, selain fokus pada peningkatan transaksi, Bappebti, SRO, dan PFAK juga harus konsisten dalam memberikan literasi untuk penguatan perlindungan kepada masyarakat. Literasi ditujukan terutama untuk pelanggan perdagangan aset kripto yang didominasi generasi muda.

Menurut Olvy, tingginya antusiasme masyarakat terhadap aset kripto harus diimbangi dengan edukasi dan literasi yang komprehensif. “Penguatan literasi diharapkan menjadi langkah efektif dalam meningkatkan perlindungan kepada masyarakat, memberikan kepastian berusaha bagi pelaku industri, dan mengurangi aduan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Tirta Karma Senjaya mengatakan, Bappebti berkomitmen untuk mewujudkan aset kripto yang berintegritas dan adaptif. Bappebti juga terus mendorong para CPFAK untuk segera menjadi PFAK. “Bappebti tetap konsisten melakukan pembinaan kepada PFAK dan CPFAK,” katanya.

Saat ini, sebut Tirta, ada sembilan perusahaan sudah menjadi PFAK meliputi PT Pintu Kemana Saja (Pintu), PT Bumi Santosa Cemerlang (Pluang), PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto), dan PT Kagum Teknologi Indonesia (Ajaib).

Berikutnya, PT Tiga Inti Utama (Triv), PT Sentra Bitwewe Indonesia (Bitwewe), dan PT CTXG Indonesia Berkarya (Mobee), PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Reku), dan PT Ekripsi Teknologi Handal (Usenobi).

“Kami kami berharap perusahaan lain yang berstatus CPFAK dapat segera menjadi PFAK,” ujar Tirta. (yr)

ASDP Luncurkan Fitur Pengiriman E-Tiket Via WhatsApp

JAYAKARTA NEWS – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa dengan menghadirkan fitur pengiriman e-tiket melalui WhatsApp. Langkah ini memudahkan pelanggan untuk menerima tiket secara praktis, melengkapi metode pengiriman sebelumnya yang hanya melalui email dan aplikasi Ferizy.

“WhatsApp telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat. Dengan fitur ini, pengguna dapat langsung menerima tiket di ponsel mereka setelah pembayaran berhasil, tanpa harus membuka aplikasi lain atau mengecek email,” jelas Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin dalam keterangannya seperti dikutip Kamis (26/12/2024).

Fitur ini, kata Shelvy, secara otomatis mengirimkan e-tiket ke nomor WhatsApp yang terdaftar saat pembelian tiket. Hal ini tidak hanya mempercepat akses pelanggan terhadap tiket mereka, namun juga meminimalkan risiko tiket tidak terkirim karena kendala teknis pada email.

Lebih lanjut Shelvy menekankan, ASDP mewajibkan para pengguna jasa untuk membeli tiket ferry secara mandiri melalui aplikasi atau website Ferizy dan juga mitra resmi ASDP mengingat saat ini sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan.

“Pemesanan tiket ferry pun sekarang bisa dilakukan hingga 60 hari sebelum keberangkatan lewat aplikasi Ferizy, dengan pembayaran via transfer bank, virtual account, atau e-wallet,” jelas Shelvy.

Mekanisme pembayaran itu melalui transfer bank dan virtual account tersedia layanan Bank BRI, Mandiri, BNI, dan BCA, hingga layanan e-wallet seperti LinkAja, ShopeePay, OVO, dan Dana. Ini memudahkan pengguna karena dapat memilih metode yang paling nyaman sesuai kebutuhan masing-masing.

“Dengan kemudahan ini, kami sangat mengharapkan kerjasama dan konsistensi pengguna jasa dan seluruh masyarakat agar tidak lagi membeli tiket melalui calo. Dengan komitmen kuat dari ASDP dan partisipasi aktif dari para pengguna jasa, mari bersama-sama ciptakan pelabuhan yang bebas calo, aman, dan nyaman bagi semua,” jelas Shelvy.

Selain itu, pengguna jasa yang telah bertiket, pastikan tiba di pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket, agar tidak menimbulkan antrian di pelabuhan.

Shelvy mengingatkan, pengguna mohon perhatikan jadwal yang tertera di tiket, karena telah diatur jam masuk pelabuhan, dan waktu akan naik ke kapal.

“Di saat periode libur saat ini, volume kendaraan alami kenaikan di waktu bersamaan, sehingga berpotensi terjadi antrian,” ujar Shelvy. (yr)

Pembayaran Pakai QRIS dan E-Money Kena PPN 12 Persen?

JAYAKARTA NEWS – Transaksi pembayaran virtual melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan e-Money seperti e-toll belakangan ini dikabarkan terkena kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun meresponnya.

“Jadi QRIS tidak ada PPN, sama seperti debit card transaksi yang lain,” tukas  Airlangga menanggapi isu QRIS, Minggu (22/12/2024).

Airlangga mengatakan, QRIS sudah digunakan di berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Jika masyarakat bertransaksi menggunakan QRIS di Indonesia atau di negara yang sudah menggunakan sistem pembayaran virtual tersebut, tidak akan dikenakan PPN 12 persen.

“Jadi ini kami klarifikasi bahwa payment system tidak dikenakan PPN, karena ini kan transaksi, yang PPN adalah barang,” ujar Menko Airlangga.

Demikian juga transaksi e-toll saat menggunakan jalan tol dan sektor kesehatan, dan pendidikan, kecuali barang dan jasa khusus.

Airlangga juga menegaskan kembali, untuk bahan pokok tidak diberlakukan PPN, seperti tepung terigu, minyak goreng Minyakita, dan gula industri bebas dari dampak kenaikan PPN.

Airlangga menjelaskan, kenaikan PPN yang diberlakukan pemerintah pada 1 Januari 2025 nanti hanya 1 persen dari sebelumnya 11 persen, bukan PPN naik 12 persen.

Diakui, kenaikan PPN bakal berdampak terhadap inflasi. “Jadi dari segi kenaikan ini pengaruh inflasi ada, tapi relatif tidak terlalu tinggi,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Dwi Astuti mengatakan, pengenaan PPN atas jasa layanan uang elektronik sudah dilakukan sejak berlakunya UU Pajak Pendapat Nilai (PPN) Nomor 8 Tahun 1983.

“Perlu kami tegaskan bahwa pengenaan PPN atas jasa layanan uang elektronik sudah dilakukan sejak berlakunya UU PPN Nomor 8 Tahun 1983 yang berlaku sejak 1 Juli 1984. Artinya, bukan objek pajak baru,” jelas Dwi Astuti.

UU PPN telah diperbarui dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Dalam UU HPP, layanan uang elektronik tidak termasuk objek yang dibebaskan dari PPN. Artinya, ketika PPN naik menjadi 12 persen nanti, tarif tersebut juga berlaku untuk transaksi uang elektronik. (yr)

Baru Enam Perusahaan Perdagangan Kripto yang Berizin

JAYAKARTA NEWS – Dari 32 perusahaan pedagang fisik aset Kripto, baru enam perusahan yang mengantongi izin. Pemerintah menghimbau bursa dan asosiasi pedagan aset kripto Indonesia untuk mendorong anggotanya memetahui regulasi.

“Kami mengimbau kepada bursa dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) agar terus mendorong anggotanya yang berstatus CPFAK untuk segera berproses menjadi PFAK serta mematuhi regulasi yang berlaku,” ujar Kapala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan, Kasan, di Jakarta, seperti dikutip Minggu (27/10/2024).

Menurut Kasan, kepantuhan terhadap regulasi ini penting guna meningkatkan keamanan transaksi dan perlindungan konsumen dalam ekosistem aset kripto di Indonesia. Karena capaian dari perdagangan aset kripto cukup mengesankan.

“Jumlah Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) berizin masih perlu ditingkatkan. Saat ini, terdapat 32 Calon PFAK (CPFAK). Namun, baru enam perusahaan yang resmi terdaftar sebagai PFAK di Bappebti,” tukas Kasan.

Keenam PFAK tersebut yaitu PT Pintu Kemana Saja (Pintu), PT Bumi Santosa Cemerlang (Pluang), PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto), PT Kagum Teknologi Indonesia (Ajaib), PT Tiga Inti Utama (Triv), dan PT S”entra Bitwewe Indonesia (Bitwewe).

Kasan mengungkapkan, perdagangan aset kripto saat ini menjadi salah satu pilihan perdagangan yang diminati masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia yang mencapai 21,27 juta pelanggan sejak Februari 2021—September 2024.

Sementara itu, nilai transaksi Aset Kripto pada Januari—September 2024 menembus Rp426,69 triliun. Angka ini naik 351,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yaitu sebesar Rp94,41 triliun.

Lebih lanjut, Kasan menerangkan, penerimaan negara dari pajak perdagangan aset kripto membukukan Rp914,2 miliar sejak 2022 hingga September 2024. Capaian tersebut didapatkan berkat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan aset kripto. Untuk itu, Bappebti mengapresiasi semua pihak yang berperan aktif dalam industri ini, termasuk komunitas aset kripto, akademisi, serta media.

Kasan menjelaskan, PFAK tidak hanya fokus dalam peningkatan transaksi baik pasar fisik dan perpetual, tetapi juga harus memperkuat perlindungan bagi masyarakat. Selain itu, kontribusi PFAK terhadap perekonomian dapat ditingkatkan melalui penerimaan pajak dan penciptaan lapangan kerja di sektor ekonomi digital.

PFAK juga wajib mengedepankan prinsip Know Your Customer (KYC) bagi calon pelanggan serta memenuhi standar Anti-Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU, PPT, dan PPPSPM). Tak kalah penting, PFAK harus mampu mengelola pengaduan masyarakat dengan baik.

Kasan berharap, masyarakat dapat bijaksana dalam bertransaksi aset kripto. Hal ini karena perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi dengan potensi keuntungan besar (high risk high return).

Selain itu, masyarakat sangat disarankan melakukan riset mandiri terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Masyarakat juga diimbau untuk selalu bertransaksi dengan pedagang aset kripto yang telah memiliki izin Bappebti.

Jaksa Agung Muda Tata Usaha Negara (Jamdatun), Kejaksaan Agung, Narendra Jatna menyatakan, perdagangan aset kripto berkaitan erat dengan perlindungan data pribadi (PDP). Saat ini, pemerintah mengatur PDP melalui Undang-Undang (UU) Nomor 27 Tahun 2022 tentang PDP. Keberadaan UU PDP tersebut diharapkan dapat meningkatkan jaminan keamanan bagi pengguna sekaligus membangun kepercayaan terhadap ekosistem perdagangan aset kripto di Indonesia.

“Dengan semakin ketatnya regulasi, platform perdagangan fisik aset kripto di Indonesia dituntut untuk memperbaharui sistem mereka agar sesuai dengan UU PDP dan peraturan Bappebti,” tandas Narendra. (YR)

‘Startup Safari’: Cerita Sukses yang Lebih Seru!

Menjelajahi Bisnis Bersama Co-Founder & CEO HOLEO Andre Husada

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS –  Andre Husada, Co-Founder & CEO HOLEO resmi meluncurkan buku pertamanya bertajuk Startup Safari. Buku Startup Safari merupakan panduan bagi anak muda untuk mendobrak kewirausahaan tradisional sekaligus membangun tujuan personal dengan metode Design Thinking.

Andre Husada membeberkan salah satu alasan terciptanya buku ini, yaitu ingin berbagi pengalamannya dalam mempelajari dan berkecimpung di dunia startup. Yuk, kenalan lebih jauh dengan Andre Husada, penulis buku Startup Safari melalui 6 fakta menarik ini!

1. Terjun ke Dunia Kewirausahaan Sejak Usia 11 Tahun

Andre Husada pertama kali menjadi entrepreneur sejak usia 11 tahun. Saat itu, Andre pertama kali terjun sebagai wirausaha dengan menjual flower gift dan membuka stand burger bersama rekan-rekannya di acara sekolah. Saat ini, Andre adalah co-founder & CEO HOLEO. HOLEO adalah sebuah atraksi wisata mini golf dan museum dessert.

2. Inspirasi Menulis Startup Safari

Alumnus Loyola Marymount University dan Babson College ini mengaku mendapatkan inspirasi menulis Startup Safari dari hasil belajar serta pengalaman berkecimpung di bidang entrepreneurship dan startup selama 10 tahun.

3. Meraih Prestasi Gemilang Selama Berkuliah

Tak hanya sekadar menuntut ilmu, pengusaha yang lulus S1 di umur 19 tahun ini juga meraih sejumlah prestasi gemilang selama berkuliah di Loyola Marymount University, di antaranya Presidential Citations Awardee dan Program Scholar in Entrepreneurship di tahun 2017. Andre juga aktif berorganisasi sebagai Vice President LMU Entrepreneurship Society dan Babson Peer di Babson Family Entrepreneurship Peer Forum.

4. Orang tua adalah Role Model dalam Berbisnis

Andre menjadikan kedua orang tua sebagai panutannya dalam berbisnis. Diketahui orang tuanya memiliki bisnis yang bergerak di bidang manufaktur garmen dan fashion. Dari kedua orang tuanya, Andre belajar pentingnya kerja keras, dedikasi, dan integritas dalam menjalankan bisnis.

5. Andre Husada Merupakan Co-Founder & CEO of HOLEO, Startup yang Bergerak di Bidang Entertainment Entrepreneurship

Saat ini, Andre Husada tengah menjalankan kesibukannya sebagai Co-Founder & CEO HOLEO, startup yang bergerak di bidang entertainment entrepreneurship.

“Di HOLEO, kami memberdayakan lahan tak terpakai menjadi atraksi hiburan yang viral dan mendatangkan profit dengan memanfaatkan keahlian growth-hacking, menghasilkan return yang positif dari investasi yang cepat, sehingga kami mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Kami menyajikan pengalaman yang menakjubkan yang akan menjadi ‘Memories of a lifetime’ bagi konsumen.” ujar Andre Husada, Co-Founder & CEO HOLEO.

HOLEO adalah startup di bidang entertainment entrepreneurship yang mentransformasi lahan tak terpakai menjadi atraksi hiburan yang disruptif. Saat ini, HOLEO memiliki dua konsep.

Konsep pertama adalah HOLEO Golf & Museum di Cideng, Jakarta Pusat yang menggabungkan mini golf 18 hole dan museum dessert. Konsep kedua adalah HOLEO Pop-Up Mini Golf yang berlokasi di COVE Batavia, Pantai Indah Kapuk. HOLEO Pop-Up Mini Golf menawarkan konsep “Golf by the Sea ” dan “Glow-in-the-dark golf”. Ke depannya, akan muncul lebih banyak lagi konsep hiburan yang inovatif dari HOLEO.

6. Seorang Pencinta Alam: Skier, Golfer, dan Pemancing

Pengusaha satu ini ternyata adalah seorang pencinta alam. Di waktu senggangnya, Andre gemar bermain golf, ski, dan memancing. Pengalaman paling mengesankan dari hobinya, antara lain memancing king crab di wilayah Akrtik dan rockfish di Marina del Rey, California.

Kemudian, Andre suka sekali mencoba berbagai arena golf di banyak negara dan berolahraga ski di Deer Valley Resort, Utah. (pr)

Kebutuhan Digital Mendesak, Platform Freelancer Berbasis Crowdsourcing Kian Diminati

JAYAKARTA NEWS – PT. Sribu Digital Kreatif (“Sribu”), perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa solusi konten dan pemasaran digital berbasis crowdsourcing meyakini platform freelancer konten kreatif dan pemasaran digital berbasis crowdsourcing akan semakin diminati oleh para pelaku usaha yang mencari kecepatan, fleksibilitas dan ketersediaan pilihan calon tenaga kerja. Kebutuhan yang mendesak untuk segera beralih ke digital dan memaksimalkan potensi ekonomi digital di Indonesia menjadi alasan utama para pelaku usaha kian melirik metode perekrutan ini.

Mengutip laporan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, nilai transaksi perdagangan digital (e-commerce) Indonesia pada tahun 2021 mencapai Rp401,25 triliun; bertumbuh lebih dari 50% dibandingkan pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp 266,3 triliun. Laporan dari Google e-Conomy SEA 2021 menunjukkan pertambahan jumlah konsumen digital baru yang cukup tinggi dengan lokasi sebaran yang semakin merata. Tercatat, terdapat 21 juta konsumen digital baru sejak pandemi (sampai dengan semester pertama 2021) dengan 72% berasal dari area non-metropolitan.

Ryan Gondokusumo, Founder dan CEO Sribu mengatakan, “Pandemi COVID-19 telah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan sangat cepat dan masif. Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia dengan sebaran demografi konsumen digital yang semakin merata selama dua tahun terakhir ini. Perdagangan digital (digital commerce) yang semula terbatas untuk kalangan tertentu kini telah menjadi hal umum dan dinikmati oleh khalayak ramai. Kondisi ini pada akhirnya membuat pelaku usaha harus segera membangun mereknya di pasar digital. Tidak dapat dipungkiri, saat ini pengalaman digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seseorang memutuskan untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk atau jasa. Oleh karena itu, para pelaku usaha perlu dengan serius mengkaji strategi pemasaran dan aset digital yang dimiliki untuk dapat bersaing dan memenangkan pelanggan.”

Konten dan strategi pemasaran merupakan kunci bagi para pelaku usaha untuk mencapai kesuksesan di era digital seperti saat ini. Ide cerita yang menarik dan dekat dengan keseharian menjadi aspek yang sangat penting dalam pembuatan konten yang menarik bagi konsumen. Selain itu, kualitas konten, baik secara audio maupun visual juga menjadi hal yang diperhatikan oleh konsumen. Untuk membuat konten berkualitas tinggi dan menarik konsumen, tentu membutuhkan keterampilan para ahli di bidang masing-masing.

“Ke depannya, tenaga professional dalam pembuatan konten (termasuk desain, fotografi, videografi, penulisan), pembuatan website, social media marketing, dan end-to-end digital marketing akan semakin dibutuhkan. Para pelaku usaha akan semakin bersaing untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidangnya. Biaya, kualitas, dan kecepatan merupakan beberapa aspek yang menjadi pertimbangan pelaku usaha dalam perekrutan. Platform freelancing seperti Sribu merupakan solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut,” tambah Ryan dalam Rilisnya kepada Jayakarta News, Jumat (27/5/2022).

Merekrut Freelancer  Berkualitas dan Kompeten Melalui Platform Crowdsourcing Sribu

Platform freelancing berbasis crowdsourcing memungkinkan pihak-pihak yang terlibat, baik pelaku usaha maupun freelancer untuk menikmati fleksibilitas yang lebih besar. Para pelaku usaha dapat lebih fleksibel dalam menentukan perekrutan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, para freelancer juga mendapatkan akses yang lebih luas terhadap peluang kerja dan fleksibilitas dalam mengatur waktu, lokasi, serta jenis pekerjaan yang ingin mereka kerjakan.

Di Sribu, para pelaku usaha dapat mengakses talent pool freelancer berkualitas dengan mudah dan cepat. Dalam waktu singkat, pelaku usaha dapat mengakses lebih dari 26.000 freelancer yang telah dikurasi melalui sistem yang ketat. Merekrut freelancer melalui platform Sribu dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 20 menit dan desain pertama dapat diterima dalam kurun waktu 24 jam.

Dari sisi freelancer, platform crowdsourcing memungkinkan mereka untuk meraih manfaat maksimal dari pertumbuhan ekonomi digital, termasuk dengan akses terhadap pekerjaan yang lebih luas, kemudahan mendapat klien, serta fleksibilitas untuk memilih pekerjaan atau klien yang ingin diambil pekerjaannya.

Di Sribu, terdapat beragam skema perekrutan freelancer yang fleksibel sehingga pelaku usaha dapat memilih jenis layanan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, budget, dan hasil yang ingin dicapai. Misalnya melalui kontes, posting job, perekrutan langsung, paket jasa, maupun layanan terintegrasi branding dan pemasaran digital (dari strategi sampai eksekusi). Perusahaan juga dapat memilih dari beragam jenis layanan yang diperlukan, termasuk pemasaran digital, desain, branding, pembuatan konten (fotografi, videografi penulisan), pembuatan website, dll.

Saat ini lebih dari 26.000 freelancer terkurasi dengan berbagai keahlian telah bergabung dengan Sribu dengan kualitas hasil pekerjaan yang telah terstandar dan melalui proses seleksi oleh Sribu. Pelaku usaha dapat mengakses puluhan ribu konten kreator dengan beragam jenis dan tingkat keahlian, sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka, Klien juga dapat melihat portofolio masing-masing freelancer. Melalui Sribu, pelaku usaha dapat memperoleh hasil kerja dalam kurun waktu yang singkat, dengan kualitas yang terjamin dan hasil yang terukur.

Hingga saat ini, sebanyak 100.000 pekerjaan telah diselesaikan oleh freelancer melalui platform crowdsourcing Sribu. Jenis pekerjaan yang dikerjakan meliputi pembuatan konten digital mulai dari desain logo, kemasan, banner lainnya, penulisan caption, artikel, fotografi, videografi, social media marketing, pemasaran digital dan pembuatan website.

Sebagai platform crowdsourcing terbesar dan terdepan di Indonesia, Sribu mencatatkan pertumbuhan yang sehat dengan rata-rata kenaikan jumlah transaksi sebesar 10-15% setiap tahunnya. Saat ini, lebih dari 15.000 pelaku usaha kecil hingga besar telah menggunakan jasa Sribu seperti Pertamina, DHL, Manulife Investment Management, Indesso, Intiland, Kebab Baba Rafi, Sari Munik, Mega Jaya, dan masih banyak lagi.

“Tahun ini kami menargetkan jumlah pekerjaan yang diselesaikan melalui platform kami sampai dengan 25.000 pekerjaan dan untuk 5 tahun ke depan, kami menargetkan 500.000 pekerjaan diselesaikan melalui platform kami. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan konsisten untuk mengakomodasi kebutuhan pelaku usaha dan freelancer dengan menyediakan wadah yang aman dan nyaman untuk bertemu dan bertransaksi.” tutup Ryan.***/mel