Jadikan TVRI ‘Rumah Musisi’ Indonesia

 Jadikan TVRI ‘Rumah Musisi’ Indonesia

Yovie Widianto (kanan), Ananda Sukarlan (tengah) dan Idang Rasjidi—sumber foto instagram

JAYAKARTA NEWS— Acara musik tak pernah ditiadakan di TV manapun. Karena musik adalah primadona. Tak bisa diabaikan pesan positif dalam perjalanan sejarah TVRI menjadi rumah eksposur perdana bagi musisi Indonesia. Secara kualitas, ‘Nada dan Improvisasi’, ‘Irama Jazz’, ‘Pojok Jazz’ dan ‘Musik Malam Minggu’ yang menghiasi layar TVRI banyak penggemarnya.

Karena wajar jika para musisi berharap kepada setiap pemimpin baru bisa mengembalikan TVRI sebagai ‘rumah musisi’ Indonesia. Lewat dari 7 dekade, dengan romantika panjang dengan generasi 70an dan generasi 80an hanya menyisakan memori kebersamaan yang pupus.

Generasi milenial gagal paham dengan TVRI dan lebih kagum melihat BBC dan siaran TV asing lainnya. Dikatakan, TVRI itu asing, old school, terpencil dll bagi banyak pilihan konten di era digital.

Yovie Widianto mengungkapkan, TVRI punya peluang untuk semakin memajukan musik Indonesia. “Perlu dibangun komunikasi yang baik untuk dapat bicara kepada semua tokoh yang berkepentingan,” kata Yovie.

Senada Idang Rasjidi, musisi jazz senior mengaku dekat dengan TVRI. “Harus diadakan diskusi terbuka dengan Dirut, Iman Brotoseno. Agar para musisi bisa memberi masukan dan kritik langsung  sebagai peta untuk tahu ‘harta karun’ didalamnya. Saya dan kamu tentu ingin TVRI menjadi keren,” papar Idang.

Sedangkan musisi klasik, Ananda Sukarlan berharap agar TVRI tak boleh pilih kasih dalam menayangkan genre musik yang berbeda, yang lebih variatif, termasuk yang tak populer. Yaitu musik daerah yang tersisihkan dalam versi aslinya,” ungkap Ananda.

Ditambahkan, dalam perkembangan musik klasik Indonesia, Ananda mengklaim kita telah memapankan identitas musik klasik Indonesia lewat acara ‘Rapsodia Nusantara’ yang diikuti banyak pianis dari seluruh dunia.

Bongky, salah seorang musisi pendiri BIP mengimbau agar TVRI direnovasi atau revolusi brand guna mengundang kembali minat masyarakat. Sementara drumer Slank, Bimbim mengatakan TVRI semacam corong ke seluruh Indonesia, bahkan dunia.

“Membuat program itu mahal. Untuk menyiasatinya, karena anggaran terbatas, konser-konser live musisi Indonesia ditayangkan lagi bergantian. Konser Slank juga banyak sekali,” usul Bimbim.

Once, vokalis Dewa 19, mengatakan TVRI harus bisa memiliki kekuatan dibidang New Media agar bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Sebagai gong percakapan ini, musisi muda Dul Jaelani dari Dewa19 berharap agar TVRI bisa terus memproduksi acara musik yang berbeda, menghibur dan enggak membosankan. Hidup musik Indonesia! (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *