Tahun 2018, Polri Waspadai Pilkada, Kejahatan Siber, dan Asian Games

 Tahun 2018, Polri Waspadai Pilkada, Kejahatan Siber, dan Asian Games
Kapolri Jenderal (Pol) Drs Haji Muhammad Tito Karnavian saat memaparkan capaian kinerja Polri 2017 serta prognosa gangguan Kamtibmas 2018. Foto: Ritha Indriati

KAPOLRI Jenderal (Pol) Haji Muhammad Tito Karnavian memaparkan kinerja Polri sepanjang tahun  2017, dalam  konferensi  pers di Rupatama Mabes Polri Jakarta minggu lalu. Dalam kesempatan itu, Kapolri juga memaparkan kemungkinan gangguan dan ancaman Kamtibmas pada tahun 2018 khususnya terkait bermacam peristiwa besar di Indonesiaa, seperti Pilkada serentak dan event besar Asian Games.

Jendeal Tito juga mengungkapkan, kejahatan siber selama tahun 2017 meningkat 3 persen dari 2016. Tercatat 4.931 kejahatan siber tahun 2016 meningkat menjadi 5.061 kasus pada tahun 2017. Dari jumlah tersebut. Polri hanya menangani 1.368 perkara. Adapun kasus siber yang menonjol selama tahun 2017 di antaranya ujaran kebencian, berita bohong (hoax) dan penipuan dalam jaringan, ungkap Tito.

Penggunaan dunia siber yang sangat bebas menyebabkan kerawanan, karena bisa kebablasan. “Kalau sampai bernada provokatif, sangat  berbahaya, bahkan  kini media sosial cenderung lebih membentuk  opini publik dibandingkan dengan media konvensional,” ujar Tito.

Atas dasar itu Tito menambahkan pihaknya akan tetap fokus pada beberapa isu penting, seperti penanganan berita bohong (hoax) di dunia maya, dan fokus pengamanan Pilkada serentak di 17 daerah, selama tahun 2018. Sebagai lengkah preventif, Polri akan mengefektifkan biro multimedia divisi hukum Polri yang bertugas menetralisasi berita hoax dan provokatif. Ada pula direktorat keamanan khusus badan intelijen dan keamanan Polri, yang melakukan patrol siber, serta direktorat tindak pidana siber badan reserse criminal Polro, yang melakukan fungsi penegakan hukum.

Perhatian kepada dunia siber, merupakan langkah antisipatif juga terhadap fenomena munculnya teroris tunggal. Fenomena teroris tunggal di dunia, bukan tidak mungkin merambah Indonesia. “Ciri-ciri terorisme tunggal antara lain melalui penyebaran paham radikalisme melalui dunia maya,” ujar Jenderal Tito.

Hadir dalam konferensi pers akhir tahun Mabes Polri itu di antaranya Wakapolri, Komjen (Pol) Syafruddin, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri, Komjen (Pol) Moechgiyarto, dan Kepala Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, Komjen (Pol) Unggung Cahyono. Selain itu, tampak hadir Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Amzulian Rifai, dan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti, S.H., LL.M. ***

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.