• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
TNI-Polri Netral, Harga Mati

TNI-Polri Netral, Harga Mati

January 31, 2021
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

October 20, 2026
Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

Bantuan Beras Tahap III 2026, Bulog Siapkan 15,68 Juta Kilogram untuk Warga DIY

October 20, 2026
Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

October 20, 2026
Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

October 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 22, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

TNI-Polri Netral, Harga Mati

Jalan Panjang Mewujudkan Pilkada Damai

by admin
January 31, 2021
in Feature
0
TNI-Polri Netral, Harga Mati
543
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian. Foto: Ist

MINGGU ketiga bulan Juni 2018, bisa jadi sejumlah daerah berada pada tensi politik tinggi. Sebab, kurang lebih dua minggu pasca Idul Fitri dilangsungkan pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 171 daerah tingkat I dan II di seluruh Indonesia.

Data KPU menunjukkan pada DPS (Daftar Pemilih Sementara) Pilkada 2018 di 171 daerah, ada 152,8 juta pemilih. Dari jumlah itu, terdapat 7,4 juta pemilih yang berdasar data Badan Pengawas Pemilu (Bappilu), diduga belum punya KTP-elektronik ataupun surat keterangan pengganti KTP-elektronik.

Persoalan pemilih tanpa KTP-elektronik suka-tidak-suka, harus diartikan sebagai potensi konflik. Hal ini berkaca pada pengalaman Pilkada-Pilkada yang telah lalu, di mana hal itu menjadi dispute dan berlanjut ke gugatan hukum. KPU sendiri pada prinsipnya memegang teguh kehati-hatian dalam menetapkan daftar pemilih. KPU juga berpegang pada ketentuan bahwa pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT, tetap bisa menggunakan hak pilihnya satu jam sebelum penutupan TPS dengan membawa KTP-elektronik atau surat keterangan pengganti KTP-elektronik.

Akan tetapi, persoalan Pilkada tidak semata-mata persoalan identitas pemilih. Di antara waktu kampanye hingga minggu tenang, masyarakat akan disuguhi hiruk-pikuk kampanye. Masyarakat pendukung pasangan calon (paslon) yang satu dan lainnya, berpotensi terlibat konflik. Baik konflik yang terbentang di spanduk-spanduk dukungan, konflik terbuka di media sosial, hingga bentrokan fisik.

Pada galibnya, semua pihak menghendaki sebuah penyelenggaraan Pilkada yang jujur dan adil. Pemungutan suara pun berlangsung langsung, umum, bebas, dan rahasia (Luber). Dengan berpegang pada prinsip Jurdil dan Luber itu pula, masyarakat akan mencermati dengan seksama jalannya Pilkada, termasuk di dalamnya melihat netralitas penyelenggara Pilkada hingga netralitas aparat keamanan, sejak masa kampanye, pemungutan suara, hingga pengumuman pemenang.

Pilkada yang mulai diperkenalkan tahun 2005, pada galibnya sudah memiliki riwayat yang lumayan panjang, 13 tahun. Sebelum tahun 2005, kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah dipilih secara langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah atau disingkat Pilkada. Pilkada pertama kali diselenggarakan pada bulan Juni 2005.

Begitu dinamisnya politik Pilkada, sampai-sampai Undang-Undangnya pun telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan pertama ditandai dengan diundangkannya UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan atas undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.

Perubahan kedua ditandai dengan terbitnya UU Nomor 1 Tahun 2015 tetang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota menjadi undang-undang. Tahun yang sama, terbit UU pengganti, yakni UU Nomor 8 Tahun 2015 perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota menjadi Undang-Undang.

Setelah itu terbit UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota menjadi Undang-Undang.

Dalam semua proses, TNI (Tentara Nasional Indonesia) maupun Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tegas dinyatakan tidak boleh terlibat politik praktis. Memang, acap dirasakan masyarakat, adanya netralitas semu, manakala di suatu daerah terdapat kandidat yang berlatar belakang TNI atau Polri.

Netralitas semu itulah yang dari tahun ke tahun, terus dikikis oleh TNI dan Polri. Tak terkecuali di Pilkada 2018, di mana TNI dan Polri sudah menyatakan komitmen tegasnya untuk bersikap netral. Bukan saja jaminan netralitas, tetapi juga jaminan kelancaran dan keamanan.

Panglima TNI dan Kapolri saat melakukan kunjungan kerja bersama ke wilayah Palembang. Foto: Humas Mabes Polri

Demi menegaskan komitmennya, baru-baru ini Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan kerja bersama ke lima kota: Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Palembang, dan Bandung. Lima daerah di antara 171 daerah yang bakal menggelar Pilkada Juni 2018. Di luar kunjungan bersama, Panglima TNI maupun Kapolri dalam setiap kunjungan resmi maupun tak resmi, tak henti-henti menginstruksikan prajuritnya agar konsistem menjaga netralitas, serta manjamin kelancaran dan keamanan Pilkada.

Instruksi bersama Panglima TNI dan Kapolri bahkan ditindaklanjuti dengan pembentukan tim gabungan TNI-Polri untuk mengawal jalannya Pilkada. Tim gabungan ini bahkan secara langsung akan menindak personel atau anggota yang kedapatan melanggar netralitas. “Kokohnya sinergi dan soliditas TNI-Polri jadi modal penting menghadapi ancaman. Sinergi dan soliditas harus diwujudkan dalam bentuk netralitas di Pilkada 2018 dan Pemilu 2019,” jelas Kapolri Jenderal Pol Haji Tito Karnavian.

Sementara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan, ada lima hal yang perlu dijadikan pedoman selama Pilkada dan Pemilu. “Selain menjaga kepercayaan rakyat, juga kemampuan deteksi dini jika ada ancaman, netralitas di atas semua golongan, dan mampu menjadi perekat kemajemukan dan kebinekaan,” ujarnya.

Komitmen TNI dan Polri itu diapresiasi banyak pihak. Salah satunya dari Komisioner Komisi Kepolisian Nasional, Poengky Indarti. Ia menilai, kunjungan kerja bersama itu merupakan inisiatif yang baik dari Kepala Polri dan Panglima TNI. Inisiatif itu adalah bentuk tanggung jawab untuk menjaga netralitas serta kekompakan semua personel TNI dan Polri terkait kontestasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

DEMOKRASI

Perubahan sikap Polri juga menapakkan jejak yang jelas. Dalam buku “Polri dalam Arsitektur Negara’ yang disunting Hermawan Sulistyo, gerakan reformasi 1998 menuntut adanya perubahan Polri menjadi institusi kepolisian yang berperan dalam penguatan demokrasi. Polri diharapkan menjadi organisasi sipil yang mandiri dan secara institusional, Polri langsung di bawah Presiden.

Dari sejarahnya yang berawal dari pasukan Bhayangkara di zaman Majapahit, seiring perkembangan zaman, kepolisian di Indonesia terus mengalami perubahan. Meski dikritik dari kanan dan kiri, kepolisian Indonesia adalah institusi yang terus berbenah dan konsisten mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tonggak terpenting dari perubahan di tubuh kepolisian adalah ketika secara konstitusional, Polri tidak lagi menjadi bagian dari ABRI/TNI.

Dalam kaitan Pilkada 2018, semua personel Polri diharapkan tidak terlibat politik praktis. Kalau mau terlibat dalam politik, harus keluar dari institusi Polri dan TNI, seperti yang terjadi ketika putra Susilo Bambang Yudhoyono yang bernama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mencalonkan jadi calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrat di Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 yang lalu.

Dalam masa kampanye Pilkada 2018, walau suasananya tampak relatif tenang dan adem, kampanye SARA dan hoax tetap menjadi ancaman. Dengan gencarnya pemerintah, TNI-Polri dan berbagai elemen masyarakat yang melancarkan imbauan agar menghindari SARA dan penyebaran hoax, diharapkan dua kegiatan sensitif itu bisa berkurang bahkan hilang sama sekali.

Kampanye cerdas tampaknya mulai diutamakan dan disukai masyarakat, terutama mereka yang berpendidikan tinggi dan lebih memprioritaskan profesionalisme. Namun, harus kita akui, masyarakat dari strata paling bawah juga harus ditengok dan dijenguk. Mereka tergolong sensitif terhadap isu-isu SARA, dan karena keterbatasan akses informasi, terkadang mudah terhasut hoax.

Adalah menjadi tanggung jawab para kandidat saat turun ke tengah masyarakat, untuk tidak sekadar mengumbar janji dan membagi-bagikan sembako, tetapi juga harus mengingatkan masyarakat pemilih agar tidak terhasut isu SARA dan berita hoax.

Bagaimana halnya dengan money politics? Banyak pengamat yang pesimis, money politics akan hilang dari perhelatan Pilkada maupun Pemilu di Indonesia. Setidaknya, belum akan hilang dalam waktu dekat. Karena itu, sejumlah pengamat ada kalanya mengimbau, “Terima saja sembakonya… terima saja uangnya, tetapi soal pilihan harus sesuai dengan hati nurani. Tidak usah terpengaruh dengan sembako dan uang,” ujar beberapa pengamat dan praktisi politik yang acap terlansir di media massa.

DEMOCRATIC POLICING

Beberapa waktu lalu, Kapolri Jenderal Pol Haji Tito Karnavian dan Prof (Ris) Hermawan Sulistyo meluncurkan buku berjudul “Democatic Policing” (Penerbit Pensil-324, 2017). Buku itu lagi-lagi menegaskan sikap pucuk pimpinan Polri yang profesional, dan diharapkan menjadi warna baru kepolisian Indonesia.

Dalam buku itu antara lain dikemukakan bahwa sejak berdiri menjadi bagian institusi sipil, Polri justru semakin diuji tantangan yang lebih besar. Polri mau tidak mau harus lebih berintegrasi dengan sistem demokrasi sipil, dimana institusi ini harus menjadi bagian pelayan dan pengawal nilai-nilai sipil. Pendekatan karakter militeristik yang dulu pernah disandang harus ditinggalkan. Pendekatan dan kecenderungan represif dan berorientasi kekuasaan harus diganti menjadi berorientasi demokratis dengan warna pendekatan sipil yang menjadi pokok prinsip yang harus ditonjolkan.

Buku karya Tito Karnavian dan Hermawan Sulistyo ini sangat penting dan menjadi referensi pokok yang dapat memberikan pemahaman mengenai pemolisian demokratis (democratic policing), penghormatan kepada HAM (Hak Asasi Manusia) serta bagaimana upaya Polri menjaga NKRI. Semua petugas kepolisian, tanpa reserve, bertujuan menjaga NKRI dan mengawal demokrasi.

BACA JUGA: https://jayakartanews.com/polisi-jaman-now-harus-paham-democratic-policing/

Di kesempatan terpisah, Profesor UIN Jakarta dan Anggota Komisi Kebudayaan AIPI, Azyumardi Azra menulis esai “Politik Keadaban” di Harian Kompas (26 April 2018). Menurutnya, kita tidak perlu takut dan cemas di tahun politik 2018 dan 2019 yang panas ini. Dikatakan, Tahun Politik 2018 dan 2019 – the years living dangerously – suhu politik semakin eskalatif dalam tahun-tahun ini, kelihatan berbahaya. Pergulatan politik meningkat dengan berbagai kasak-kusuk dan lobi untuk meraih dukungan guna mendapat jabatan publik tinggi.

Politik keadaban adalah politik yang memegang dan menerapkan keadaban atau nilai-nilai adab yang luhur. Indonesia kaya dengan nilai-nilai luhur dan mulia yang terkandung dalam adat, tradisi, hukum dan agama. Menumbuhkan politik keadaban merupakan tantangan yang perlu direspons elite politik, elite keagamaan dan elite sosial lainnya. Termasuk juga elite kepolisian RI. Selama Polri dan TNI masih ada, selama itu juga NKRI masih eksis dan tegak berdiri. Ancaman disintegrasi bangsa gara-gara Pilkada pun menjadi “jauh panggang dari api”. Astungkara. ***

SIMAK LINK :

Tags: democatic policingjayakartanewsKapolrikapolri jenderal pol tito karnavianmarsekal hadi tjahjantonetralitas aparatnetralitas tni polri dalam pilkada dan pemilupanglima tnipilkada serentak 2018polri dan tni solidprof hermawan sulistyo
Share217Tweet136
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version