Soto Tapak Siring, Nama Sama Beda Rasa

 Soto Tapak Siring, Nama Sama Beda Rasa
Rebusan kuah soto menggunakan arang, menambah nikmat. Soto campur, soto daging, atau soto buntut, sangat pas dengan nasi punel bungkus daun pisang. Foto: Roso Daras

SOTO, adalah salah satu jenis kuliner khas Surabaya. Ada soto Gubeng, soto Ambengan, soto Bangkalan, soto Lamongan, dan banyak nama lain yang mungkin sudah masuk memori Anda yang pernah menjelajah kuliner soto di Kota Pahlawan. Saya hanya menambahkan satu saja: Soto Tapak Siring.

Soto buntut, nasi punel bungkus daun pisang, dan jeruk anget. Apa lagi yang lebih nikat dari itu? Foto: Roso Daras

Soto Tapak Siring ber-“genre” soto Madura. Sebelum panjang mengulas, harus jelas duduk soalnya, ihwal warung soto yang dua ini. Benar. Soto Tapak Siring ada dua, satu di Jalan Darmahusada, Gubeng, sedang yang satunya di Jalan Residen Sudirman – Tapak Siring, daerah Tambaksari. Jarak Gubeng ke Tambaksari tak lebih dari dua kilometer saja. Artinya, jarak kedua warung sama nama itu tak terlalu jauh. Asal tahu saja, meski memakai nama yang sama, tetapi kedua warung soto itu tidak ada hubungan sama sekali. Bukan saudara, pun cabang.

Di antara kedua warung soto itu, yang menggarap aspek promosi di media sosial tampaknya yang berada di Jalan Darmahusada. Karena itu, petunjuk waze atau google search, mengarahkan ke sana. Padahal, sebagai penikmat soto, lidah saya berkata, warung soto Tapak Siring di Jalan Residen Sudirman jauh lebih enak dibanding soto Tapak Siring di Jalan Darmahusada. “Itu kata sayaaaa….”

Inilah penampakan dari luar, warung soto madura, Tapak Siring. Foto: Roso Daras

Penilaian itu justru karena saya pernah mencicip soto di kedua Tapak Siring tadi. Tahu bahwa mereka tidak ada hubungan percabangan atau persaudaraan, juga karena saya mengonfirmasi hal itu. Last but not least, harga seporsi soto di Tapak Siring Jl. Darmahusada lebih mahal dari harga seporsi soto di Tapak Siring Jl. Residen Sudirman. Soto yang kurang enak, dibanderol lebih dari 20.000 per porsi, sedangkan yang enak, hanya Rp 18.000 per porsi.

Memang, dibanding sejumlah warung soto Madura di Surabaya, nama Soto Tapak Siring (Jl. Residen Sudirman) terbilang agak kurang populer. Setelah membaca tulisan ini, cobalah, dan bandingkan dengan semua warung soto Madura yang ada di kota Surabaya, sekalipun itu favorit Anda.

Soto buntut, bukan sop buntut. Menu paling favorit di soto madura Tapak Siring, Jl. Residen Sudirman, Surabaya. Foto: Roso Daras

Di sini, d warung pojok pertemuan Jl. Residen Sudirman dan Jl. Tapak Siring itu, kuah soto rasa kaldu sapi yang kental berwarna kecoklatan alami, sungguh menyegarkan. Bisa jadi, karena proses pembuatan kuahnya yang dicampur daging sandung lamur, sedikit daging babat, sedikit usus sapi, paru rebus, serta aneka bumbu pelengkap seperti daun salam, lengkuas, serai, daun jeruk, dan garam dapur yang pas.

Sebagai pilihan isi, Soto Tapak Siring Jl. Residen Sudirman memiliki andalan soto buntut, dan dua soto regular dengan pilihan soto daging dan soto campur. Amati sajiannya, hirup aroma kuahnya… tak sabar rasanya menyambar nasi pulen bungkus daun pisang, dan menyantapnya. Selain cita rasa yang kaya bumbu, taburan daun seledri yang diiris halus, serta taburan bawang goreng yang gurih, menjamin Anda akan menyendok kuah soto hingga tandas. Tak rela rasanya menyisakan satu tetes kuah pun di dalam mangkok.

Meski tanpa promosi di media sosial, rasa tak bisa bohong, lidah adalah penguji rasa paling jujur. Ingat, salah pilih, bisa kojur….. ***

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.