Terang Bulan Delapan Rasa

 Terang Bulan Delapan Rasa

Martabak/Markobar Kuliner Kekinian

Topping 8 delapan rasa yang sudah dipotong 16 slice. Kanan: Salah satu outlet Markobar di daerah Solo Baru, Surakarta. Foto: Resti Handini

KUE terang bulan adalah penganan sejenis kue dadar yang biasa dijajakan di pinggir jalan di seluruh Indonesia dan Malaysia (khususnya Sabah). Dikenal pula sebagai kue apam di Pulau Pinang. Di Bandung dan Makassar dikenal sebagai kue terang bulan. Lain lagi di Pontianak, disebut apam pinang, sedangkan di kota-kota Indonesia bagian Timur sebutannya kue bulan. Karena bentuknya yang bulat seperti bulan.

Kue manis khas yang dibuat warga Tionghoa di kepulauan Bangka Belitung dinamai martabak. Sedangkan di Jakarta warga Betawi menamai martabak adalah semacam penganan telur dadar tebal berisi daging dan bawang daun. Yang kemudian kue manis dari Bangka itu disebut martabak manis. Jadilah sebutan martabak terbagi dua martabak manis dan martabak telur.

Namun tulisan ini tidak membahas masalah asal-asul martabak ataupun kue bulan, melainkan menu spesial Terang Bulan 8 rasa yang dimiliki Markobar. Mungkin Anda sudah sering makan martabak manis, tetapi martabak yang satu ini memang beda. Keunikan khasnya, terletak pada rasa maupun tampilannya.

Pemilik bisnis kuliner markobar yang tidak lain putera sulung Joko Widodo alias Jokowi, tidak ingin meributkan martabaknya asalnya dari mana. Karena itu Gibran Rakabuming Raka memilih nama Markobar yang singkatan dari Martabak Kota Barat. Tidak meramaikan sebutan apakah namanya kue bulan, terang bulan atau martabak manis.

Salah satu cafe Markobar. Foto: Ist

Martabak yang berawal dari dagangan kaki lima ini kini memiliki menu spesial terang bulan 8 rasa. Yaitu martabak satu lingkaran penuh dengan 8 topping yang berbeda. Bisa Anda pilih dari coklat cadburry, keju kraft serut, keju potong, nutella, oreo, kitkat green tea, silverqueen, ovaltine, timtam redvelvet. Yang lain lagi toblerone white n dark, coklat delfi, ovalmatine. Pilihan rasa yang banyak ini rupanya menjadi perhatian.

Untuk spesial menu atau markobar premium ini dihargai Rp 80 ribu. Meski untuk kebanyakan orang harga termasuk mahal, tapi tetap saja markobar ini menjadi pilihan pembeli. Setiap gerai selalu dipenuhi orang yang setia mengantri.

Anda pun bisa memesan markobar pada setiap gerai yang didominasi warna hitam, dengan topping 4 rasa, 3 rasa ataupun satu rasa. Tentu saja harga nyapun berbeda. Dan konsep martabak yang satu ini seperti pizza yang dinikmati per slice, per potong.

Markobar dengan topping empat rasa. Foto: Ist

Mengenai rasa martabak yang dirintis sejak tahun 2015, tentu saja relatif dan tergantung selera. Namun sebagian pembeli yang kebanyakan anak muda, mengutarakqn rasa tidak terlalu istimewa seperti harganya. Namun tetap mempunyai kelebihan seperti tidak terlalu berminyak. “Kami memegangnya tidak perlu memakai tisu, karena tangan kami tidak menempel mentega atau minyak,” ujar Hani yang baru pertama kali makan martabak manis di Solo Baru ini.

Lain lagi komentar Yodi yang sudah beberapa kali menikmati. “Tekstur martabaknya tidak terlalu lembut, tetapi tetap enak, pas dan tidak terlalu manis. Aman-aman saja buat kita yang tidak terlalu suka manis dan tetap enak dimakan esok harinya.”

Seorng ibu setengah baya yang selalu memesan markobar melalui gojek mengutarakan, kelebihan dari markobar, “Saya dan keluarga makan martabak manis ini tidak pernah merasa ‘enek’, walau sajiannya tidak pernah hangat. Dan kami tahu dapur tempat membuatnya aman, alias bersih, higeinis,” paparnya yakin.

Namun demikian yang menarik dan value add lain yang tidak bisa dielakkan adalah bisnis kuliner Markobar yang sudah mempunyai 21 gerai di kota besar seperti Jakarta (5), Bandung (2), Yogya, Semarang, Surabaya, Bali, Manado, Makasar, dan tentu saja Solo (3) bos dari Markobar adalah putera dari orang nomor satu RI. ***

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.