Cingur di Antara Buah

 Cingur di Antara Buah

Seporsi rujak cingur bungkus. (Foto: Monang Sitohang)

Jayakarta News – Pernah dengar menu “rujak cingur”? Benar. Ia adalah salah satu jenis makanan khas Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Terhadap rujak cingur, banyak orang “kecele” karena under-estimate. Jika melihat bentuk menu dalam sajian (piring), memang kurang menarik. Anda bisa imajinasikan, menu sejenis pecel, tetapi bumbu yang disiramkan berwarna coklat tua. Tua sekali, bahkan.

Berbeda dengan nasi pecel yang disiram bumbu kacang. Warna coklat muda cenderung ke merah, jauh lebih menarik. Mirip dressing thousand island dalam sajian salad.

Karenanya, jangan pernah “menyerahkan urusan rasa” kepada indra penglihatan. Urusan icip-icip makanan, serahkan ahlinya: Lidah. Biarkan lidah yang bicara. Lidah tidak mudah tertipu. Kalau enak, ia akan segera mengirim pesan “enak” ke otak. Kalau tidak enak, ia juga akan mengirim pesan “tidak enak” ke otak.

Singkat kata, jangan men-judge rasa menu makanan jenis apa pun, dan dari daerah mana pun atas dasar pandangan mata. Percayalah, urusan rasa, dua indera yang ada dalam tubuh kita sering tidak kompak.

Ada kalanya, jika melihat makanan tertentu, apalagi yang asing, mata spontan bilang, “wow... melihat bentuk dan warnanya, menarik. Pasti enak!” Tetapi, tak jarang begitu masuk mulut, lidah berkata lain, “Cuihhh... makanan apa ini! Tidak enak!”

Kembali ke rujak cingur. Menu yang satu ini, acap dipandang remeh, karena “opini sepihak” dari si mata. Padahal, ia termasuk salah satu menu favorit masyarakat Surabaya. Sensasi rasa sayuran, buah-buahan, dengan siraman bumbu petis, adalah perpaduan rasa yang sensasional.

Makanan perpaduan sayur, buah, cingur, dan bumbu petis ini, memang bukan rujak sembarang rujak. Rujak cingur dapat dipastikan beda dengan rujak pada umumnya. Rujak yang banyak dikenal orang adalah irisan buah seperti nanas, jambu, mangga, dan lain-lain. Sedangkan, bumbunya terbuat dari kacang tanah, asam Jawa, cabai, gula merah yang digiling atau diuleg kasar.

Sementara yang khas dari rujak cingur adalah irisan “cingur”, yakni bagian mulut/hidung sapi yang direbus. Rasanya mirip kikil. Sedap dan cocok jika dipadu dengan bumbu petis.

“Jadi rujak cingur itu terdiri dari potongan atau irisan beberapa jenis buah seperti timun, bengkoang, nenas, kerahi (krai) sejenis timun khas Jawa Timur, kedondong, mangga muda kemudian ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo (krai yang direbus), cingur, serta sayuran seperti kecambah toge, kangkung dan bumbu petis,” ujar Poedji Leksono, seorang warga Surabaya.

Sedangkan, bumbu petis terbuat dari bahan petis udang, gula merah, cabai, kacang goreng, garam dan irisan pisang klutuk yang masih muda lalu disiram air asam Jawa. Setelah dicampurkan semua bahan lalu diulek sampai merata, jadilah bumbu petis rujak cingur yang yahud.

“Di Surabaya salah satu kuliner rujak cingur yang paling hit adalah Rujak Cingur Ahmad Jais. Bukan milik orang bernama Ahmad Jais, tapi terletak di Jl Ahmad Jais nomor 40. Harganya memang relatif lebih mahal dibanding menu sama di tempat lain. Tapi soal rasa, jangan ditanya, senak sekali,” kata Ratni Hidayati warga Surabaya lainnya. (Monang Sitohang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *