Perlu Diperkuat Epistemologi Ilmu Dakwah

 Perlu Diperkuat Epistemologi Ilmu Dakwah

Topikurahman Bedowi

JAYAKARTA NEWS – Ilmu dakwah saat ini masih normatif. Karena itu, perlu  dilakukan penguatan epistimologi ilmu dakwah agar menjadi bangunan keilmuwan yang komprehensif, kokoh dan disepakati bersama. Hal tersebut dikemukakan Dekan Fakultas Dakwah Institut PTIQ Jakarta Topikurahman Bedowi pada acara Webinar tentang “Epistemologi Ilmu Dakwah” yang dilaksanakan Pusat Studi Dakwah dan Komunikasi (Pusdakom) Fakultas dakwah Institut PTIQ Jakarta, Kamis.

Topik menjelaskan, Al-Qur’an sebenarnya mengandung dimensi ontologis, epistemologis dan aksiologis yang bisa digunakan sebagai sumber ilmu dakwah. Secara ontologis misalnya, Al-Qur`an memperkenalkan sejumlah istilah atau konsep dasar dakwah yang diekspresikan dalam bentuk kata kerja transitif (fi`il muta`addî), bahkan ada yang secara tegas menggunakan kata kerja perintah (fi`il amr).  Hal ini mengindikasikan proses kegiatan dakwah perlu dilakukan secara dinamis, serius, sistematis, profesional, dan proporsional.

Secara epistemologis, Al-Qur`an mengenalkan gagasan dan visi dakwah sehingga melahirkan prinsip dakwah Qur`ani. Kemudian, secara aksiologis, Al-Qur`an menegaskan suatu misi dan tujuan sebagai pesan moral utamanya, yang diejawantahkan melalui wujud penghayatan (internalisasi), penyebaran (transmisi) dan perubahan (transformasi) nilai-nilai kebaikan (al-birr), kebenaran (al-haqq, al-khayr dan alma`rûf), dan kesucian sebagai hidayah llahi yang perlu ditegakkan dalam kehidupan umat manusia dari masa ke masa.

Untuk itu, menurut Topik, diperlukan kontekstualisasi ilmu dakwah dalam beberapa mata kuliah yang relevan. Seperti Ciciv Education, Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD), Sosiologi, Bahasa, Komunikasi, Tafsir dan Hadist, dan lain-lain. “Hal ini pekerjaan besar dan berat, namun bukan mustahil untuk bisa dilaksanakan dan diwujudkan manakala dilakukan secara konsisten dan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Sementara Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Acmad Fachrudin mengatakan, Fakultas Dakwah perlu merumuskan capaian kompetensi yang diharapkan dari alumninya secara terukur. Ia mengusulkan setidaknya lulusan Fakultas Dakwah memiliki 6 (enam) kompetensi. Yakni kompetensi dakwah lisan, dakwah kewirausahaan (bil hal), dakwah dengan tulisan (al qalam), dakwah melalui media sosial, dakwah melalui multi media, dan dakwah melalui keteladanan. (abah)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *