‘Opera Ikan Asin’, Raja Bandit Jadi Pahlawan

 ‘Opera Ikan Asin’, Raja Bandit Jadi Pahlawan

Beberapa adegan ‘Opera Ikan Asin’ oleh Teater Koma ( foto Image Dynamic )

JAYAKARTA NEWS— Kembali Teater Koma pimpinan N Riantiarno tampil di www.indonesiakaya.com dan channel YouTube. Indonesia Kaya. Lakon ini pernah tiga kali dipentaskan, 1983 di TIM, lalu 1999 di TIM dan 2 sampai 5 Maret 2017 di Ciputra Entrepreneur Theater. 

Disadur dari lakon The Beggar’s Opera karya John Gay dan musik oleh J. C. Pepusch dan The Threepenny Opera (Bertolt Brecht) dan komposisi musik oleh Kurt Weill. Pertama dipentaskan di Theatre am Schiffbauerdan di Berlin pada 31 Agustus 1928. Oleh Nano sebagai sutradara, latar peristiwa abad 19 dipindah ke Batavia abad 20 zaman Hindia Belanda.

Lakon ini penuh ketakjelasan  yaitu tentang Raja Bandit bernama Mekhit alias Mat Piso yang dijadikan pahlawan oleh masyarakat. Sedangkan para petinggi hukum bersahabat dengan penjahat kelas kakap. Sogok menyogok perbuatan wajar.

Hukum bisa disandera oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan pribadi. Keputusan pengadilan bisa diputar balik. Kostum Batavia campur Belanda ditanganj Samuel Wattimena. Sementara musik Kurt Weill diaransir oleh Fero Aldiansyah Stefanus.

Sederet pemain andal Teater Koma unjuk kebolehan dalam lakon ini, yaitu Budi Ross, Cornelia Agatha, Sari Madjid, Alex Fatahillah, Asmin Timbil, Sir Ilham Jambak, Rangga Riantiarno, Bangkit Sanjaya, Daisy Lantang, Ratna Ully, Naomi Lumban Gaol, Dana Hassan, Raheli Dharmawan, Budi Suryadi dan seabreg pemain lain. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *