‘Republik Petruk’ Lakon Satir dan Getir

 ‘Republik Petruk’  Lakon Satir dan Getir

‘Republik Petruk’ oleh Teater Koma diilhami kisah wayang dengan fashion Harajuku (foto Image Dynamic)

JAYAKARTA NEWS—  Teater Koma kembali menyapa penggemarnya dengan menggelar lakon berjudul ‘Republik Petruk’. Difasilitasi oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, lakon yang pernah dihelat di TIM, 9 – 25 Januari 2009 dan kini dipentas rekam ulang, Minggu (12/7) pk 14.00 WIB hanya di www.indonesiakaya.com dsn channel YouTube IndonesiaKaya (program #NontonTeaterDiRumahAja). 

Diilhami kisah wayang dengan estetika fashion Harajuku. Menurut pimpinan Teater Koma, N. Riantiarno, ‘Republik Petruk’ adalah lakon tragis, konyol, getir dan penuh satir.

Sederet pemain Teater Koma ikut memeriahkan lakon ini, yaitu Budi Ros, Ratna Riantiarno, Rita Matu Mona, Cornelia Agatha, Salim Bungsu, Dudung Hadi, Dorias Pribadi,  Alex Fatahillah dll.

Bercerita tentang ketika Mustakaweni mencuri jimat Kalimasada, pusaka milik Pandawa, dengan menyamar sebagai Gatotkaca. Srikandi tak mampu merebut jimat Kalimasada.

Pada saat bersamaan, datang satria bagus Priambada yang sedang mencari ayahnya, Arjuna. Srikandi bersedia menolong dengan syarat sang satria bagus harus merebut kembali jimat Kalimasada. Priambada setuju.

Maka terjadilah perebutan jimat Kalimasada yang asyik dan seru. Mustakaweni ternyata jatuh hati dan membiarkan Priambada merebut jimat Kalimasada, meski tetap pura-pura melawan. Karena repot, Priambada menitipkan jimat tersebut kepada Petruk, punakawan Pandawa. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *