• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Sunday, October 4, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Logam Berat di Air Citarum Merusak Susunan Saraf

Logam Berat di Air Citarum Merusak Susunan Saraf

admin by admin
April 16, 2018
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MENTERI Kesehatan (Menkes) RI, Nila Moeloek mengatakan logam berat yang terkandung di air sungai Citarum dapat merusak susunan saraf. Pernyataan itu Menkes ungkapkan dalam paparannya pada Rapat Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes),  di Jakarta, kemarin.  ”Ya itu gara-gara sungai citarum tercemar, ada zat-zat logam berat itu. Itu merusak susunan saraf,” kata  Menkes.

Hasil penelitian Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor, mengungkapkan bahwa limbah yang mengandung logam berat seperti cadmium (Cd), tembaga (Cu), dan timbal (Pb) mudah diperoleh pada lingkungan akuatik yang banyak digunakan oleh industri, pertambangan, dan rumah tangga.

Menurut penelitian ini, logam berat yang berada di dalam tubuh manusia akan mengalami proses peruraian menjadi ion-ion di dalam usus. Ion tersebut masuk ke dalam darah dan mencapai target organ, salah satunya otak.

Selain itu, dalam studi kasus sungai citarum yang diterbitkan oleh Greenpeace Asia Tenggara dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat pada November 2012 dijelaskan bahwa benar logam berat menjadi salah satu kontaminan utama yang mempengaruhi kualitas air Sungai Citarum.

Logam berat merupakan elemen yang tidak dapat terurai (persisten) dan dapat terakumulasi melalui rantai makanan (bioakumulasi), dengan efek jangka panjang yang merugikan pada makhluk hidup.

Pencemarannya memang luar biasa, Menkes mengatakan perlu kerjasama dari semua sektor. Misalnya pada program padat karya tunai, dalam program itu Kementerian Kesehatan menjadi bagian di dalamnya.

”Titik sentralnya diminta Posyandu, artinya leading nya tetap kesehatan di sini. Tapi saya minta harus ada akses air bersih, sanitasi, semuanya harus sinergi, semuanya harus secara bersama untuk mengatasi masalah ini,” jelas Nila. ***

Tags: citarumgreenpeace asia tenggarajayakartanewssungai citarumwahana lingkungan hidup indonesiawalhi
Previous Post

Okonomiyaki, Histori “Soul Food”-nya Kota Hiroshima

Next Post

Azki, Siswa SD Pasireurih 1 Mendulang Prestasi

admin

admin

Next Post
Azki, Siswa SD Pasireurih 1 Mendulang Prestasi

Azki, Siswa SD Pasireurih 1 Mendulang Prestasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version