Giat Satgas Citarum Harum Sektor-10 Tetap Berlangsung Saat Idul Adha

 Giat Satgas Citarum Harum Sektor-10 Tetap Berlangsung Saat Idul Adha

Ilustrasi kegiatan Satgas Citarum Harum Sektor-10 –foto terasnews.net

Ilustrasi kegiatan Satgas Citarum Harum Sektor-10 –foto terasnews.net

Nyaris tak ada kata libur dalam kamus kegiatan Satgas Citarum Harum (SCH) Sektor 10 yang dikomandani Kolonel Inf. TNI-AD Sulistiono.  Di momen Hari Raya Qurban, Idul Adha, Rabu (22/8), SCH Sektor 10 tetap tak absen menggeluti kegiatan penyelamatan ekosistem Sungai Citarum.

Dalam sharing informasi via WhatsApp, Sabtu (25/8), Kol. Sulistiono menyebut bahwa kegiatan digelar dengan 49 tenaga personel TNI dari unsur Yonif Raider 300/BJW, unsur Yon Arhanud 3/YBY, unsur Kikav 4/THC Kodam III/Siliwangi. Sejatinya total personel TNI itu sebanyak 50, tetapi seorang di antaranya, Kopda Anton Saputra dari Satuan Yonif Raider 300/BJW berhalangan tetap: meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya.

Komandan Satgas Citarum Harum Sektor 10 Kolonel Inf. TNI-AD Sulistiono

Adapun lingkup wilayah kegiatan SCH Sektor 10 di hari raya itu adalah di  Kampung Cisameung Desa Rajamandala Kulon dan Kampung Bantar Caringin Desa Cihea, Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat. Berlangsung secara adikarsa, kegiatan sektoral ini ditatakelola dalam dua sub sektor. Yaitu, Sub Sektor-1 terdiri dari unsur Arhanud 3/YBY dan unsur Kikav 4/THC, dan Sub Sektor-2 terdiri dari unsur Rider 300/BWJ.

Dansektor 10 Kol. Inf. Sulistono menjelaskan bahwa Sub Sektor-1 dengan kekuatan 15 personel, dipimpin Peltu Hari S, melakukan kegiatan dengan lebih dulu menunaikan sholat Idul  Adha bersama warga setempat. Usai sholat, dilanjutkan dengan penggalian lubang-lubang untuk menanami pohon flamboyan dan bambu hitam. Mulai dari sekitar lapangan bola Kampung Cisameung sampai ke bantaran sungai Citarum di Kampung Cisameung Desa Rajamandala  Kulon.

“Kegiatan tersebut berlangung dengan perawatan lubang-lubang pohon flamboyan dengan penyiraman dan pemberian tanah gembur yang telah dicampuri pupuk,” ungkap Sulistiono.

Adapun tim dari usur Kikav 4 dengan kekuatan 14 orang yang dipimpin Sertu Ferry W, selain sholat Idul Adha bersama warga, juga melanjutkan kegiatan beberapa kegiatan utama: pembersihan parit, rumput, serta alang-alang di sekitar anakan sungai citarum di Kampung Cisameung Desa Rajamandala Kulon.

Kegiatan ini berlangsung dengan pengukuran, penggalian lubang untuk tanaman pohon flamboyan berikut pemberian pupuk, dan penanaman bambu hitam. Adapun pada Sub Sektor-2 yaitu unsur Rider 300/BWJ dengan kekuatan 15 orang dan dipimpin Koptu Sugeng H, selain juga melakukan sholat Idul Adha bersama warga, juga dilanjutkan dengan penyembelihan hewan Qurban.

Kegian sosial keagamaan itu berlangsung dengan kegiatan permanen penyelamatan lingkungan Sungai Citarum yaitu, perawatan lubang flamboyan sebagaimana dilakukan oleh Tim Sub Sektor-1. Kecuali kegiatan fisikal, SCH Sektor 10 pun melakukan analisis lingkungan starategis dalam rancangan Citarum Harum. Ada peluang menarik pada bantaran Sungai Citarum sepanjang Sektor 10, menurut analisis itu, yang bisa dikembangkan menjadi spot wisata arung jeram.

Peluang lain menurut telaah yang disodorkan Kol. Sulustiono adalah bahwa lahan perkebunan PTPN VIII masih dapat dimanfaatkan untuk tanaman keras dan tanaman produktif lainnya yg bernilai ekonomis untuk pemberdayaan kesejahteraan rakyat.

Dua peluang itulah menjadi menarik dan menemukan relevansinya dalam rancangan ideal Citarum Harum pada kerangka kesejahteraan, terutama bagi ekonomi kerakyatan kaum tani dalam memanfaatkan lahan perkebunan PTPN VIII yang tidak diberdayakan maksimal. (Leste)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *