Komaruddin Siap Pimpin Pertina dengan “Boxing Science”

 Komaruddin Siap Pimpin Pertina dengan “Boxing Science”

Kiri: Ketua Pertina Lampung telah Hersatu Hati dengan KS sebagai Ketum Pertina 2020 – 2024. Kanan: Ketua Umum Pengprov Pertina Bali, Nyoman Adi Wiryatama saat bertemu calon Ketum PP Pertina Pusat, Komaruddin Simanjuntak. (ist)

Jayakarta News – Dengan tagline “Bersatu Hati”, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak siap memimpin PB Pertina masa bakti 2020 – 2024, melalui ajang kongres dalam waktu dekat. “Setidaknya sudah ada dukungan 23 dari 34 Pengda Pertina se-Indonesia,” ujar Komaruddin, kepada Jayakarta News di Jakarta, hari ini (28/9/2020).

Sejumlah Pengda Pertina lain masih melakukan penjajagan untuk bergabung dalam tim “Bersatu Hati”. “Sedangksn sisanya masih mendukung calon lain, dengan berbagai alasan. Saya bisa memahami. Beliau (calon lain) adalah junior saya. Kongres harus berlangsung baik, kondusif, transparan, dan ksatria. Tegakkan sikap ksatria dalam dunia tinju, baik di atas ring maupun di luar ring. Ini penting,” ujar jenderal berkumis tebal itu.

Komar juga mendapat support dari sedikitnya 28 jenderal TNI (AD, AL, AU) yang terdiri dari letting 1984, 1985, dan 1986 yang baru mengakhiri pengabdiannya di TNI. “Meski sudah mengakhiri tugas kedinasan, tetapi masih ingin berbuat untuk negara. Semboyan kami soldier never die, they just fade away,” ujar KS, sapaan inisial Komaruddin Simanjuntak.

Para pendukung KS menamakan diri kelompok “Bersatu Hati”. “Mayoritas suara hati di Pertina sama, yakni sama-sama menginginkan perubahan ke arah kemajuan. Yang sudah baik kita pertahankan, yang belum maksimal, kita maksimalkan. Pertina harus berpijak pada rel yang benar,” ujarnya.

Silaturahmi “Bersatu Hati”, para pengurus Pengprov Pertina dengan Calon Ketua Umum PB Pertina, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak. (ist)

KS sudah melakukan SWOT analysis terhadap Pertina pada umumnya, dan tinju amatir pada khususnya. Jawaban kunci atas persoalan organisasi adalah mengaktualisasikan program. “Ingat, roda zaman begerak cepat. Cabang tinju juga mengalami kemajuan dengan segala tantangan. Tidak bisa menjalankan organisasi secara konvensional. Harus out of the box,” ujarnya.

Untuk prestasi, Komar akan memberi tekanan (heavy) pada sport science dalam hal ini boxing science. “Hanya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi serta ilmu pengetahuan, kita bisa mendongkrak prestasi secara terukur. Dukungan sains olahraga tinju, tidak hanya untuk atlet tetapi juga unsur pelatih,” tegas Komar.

Sedangan untuk sustainability (keberlanjutan), Komar menekankan pada aspek pembinaan usia dini. Ada banyak program untuk itu. bisa melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, atau dengan inovasi  membentuk “perkampungan tinju” di seluruh Tanah Air. Bisa pula dengan semangat “satu desa satu sasana”. “Kita lihat nanti kondisi riil di tubuh PB Pertina. Seberapa dalam pedal gas mampu diinjak,” ujar Komar sambil tertawa.

Mayjen TNI Isack Markus, pendamping yang mendapat tugas dari KS/Bersatu Hati dengan ketua bidang bin pers Pengda Pertina Papua Beni Maniani yang masuk kubu Bersatu Hati.

Sport Science (Boxing Science) dan pembinaan usia dini (youth program), adalah dua hal mendasar yang mutlak harus mendapat perhatian serius Pertina ke depan. Sedangkan dua hal lagi, adalah manajemen yang akuntabel serta adanya sarana dan prasarana memadai.

“Kita ingin transparansi. Jangan ada dusta di antara kita. PB dan Pengda harus bahu-membahu, kerja sama meraih target yang kita canaangkan bersama. Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda dengan daerah lain. Penanganan pun harus spesifik,” papar KS.

Point yang hendak disampaikan KS adalah “modernisasi organisasi”. Dengan begitu, akan lahir program kerja yang juga modern. “Modern dalam arti kontekstual atau sesuai dengan perkembangan dunia tinju amatir di dunia,” katanya.

Komar ingin, tinju kembali menjadi olahraga favorit ketiga di Indonesia, setelah sepakbola dan bulutangkis. “Melalui kerja total dan program yang sistematis, kita bisa,” tekadnya

Tanpa kerja keras tidak mungkin, karena posisi kita sudah tertinggal dibanding negara lain. Tanpa program modern juga sulit karena itu bertentangan dengan putaran zaman. “Kita akan tergilas kalau tidak paralel dengan kemajuan,” pungkas Komaruddin Simanjuntak. (roso d)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *