• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Pertina, Menimang Johny dan Komar

Pertina, Menimang Johny dan Komar

November 11, 2020
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

October 20, 2026
Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

Bantuan Beras Tahap III 2026, Bulog Siapkan 15,68 Juta Kilogram untuk Warga DIY

October 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 22, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Pertina, Menimang Johny dan Komar

by admin
November 11, 2020
in Kabar, Kolom, Sport
0
Pertina, Menimang Johny dan Komar

Johny Asadoma dan Komaruddin Simanjuntak.

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Catatan Bambang Dwi, Wartawan Olahraga

Bambang Dwi

Tahun 2020 mestinya menjadi tahun penentuan bagi Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB Pertina). Sebab, tahun ini pula, di bulan Mei 2020, kepengurusan periode 2016 – 2020 berakhir. Celakanya, hingga hari ini, Munas PP Pertina belum juga tergelar.

Rencana Munas yang diundur menjadi bulan Agustus, atas “restu” KONI Pusat, nyatanya tak juga terwujud, dengan dalih pandemi Covid-19. Dalam konsultasi lanjutan, PP Pertina di bawah pimpinan Ketua Umum Irjen Pol Johanis “Johny” Asadoma sempat meminta “tambahan masa kepengurusan”, tetapi oleh KONI ditolak, dan diminta segera menggelar Munas.

Dalam kalimat yang lebih spesifik, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman meminta PP Pertina melangsungkan Munas sebelum Pilkada Serentak Desember 2020. Per tulisan ini dibuat, belum ada rilis resmi dari PP Pertina ihwal hajat besar empat tahunan tersebut.

Esensi Musyawarah Nasional bagi sebuah organisasi cabang olahraga, hakikatnya tidak melulu pada persoalan suksesi ketua umum. Ajang Munas harus bisa menjadi ajang koordinasi sekaligus konsolidasi organisasi. Saat menuju pemilihan ketua umum, akan tersaring calon-calon yang kapabel sekaligus kredibel.

Kapabel dalam pengertian memiliki skills atau kecakapan sebagai pemimpin organisasi cabang olahraga tinju amatir. Kredibel, dalam arti memiliki rekam jejak yang baik.

Yang terekam di media massa hingga hari ini adalah, persoalan Munas yang tak kunjung ada titik terang. Jika ini berlarut-larut, ada dua kemungkinan yang bakal menimpa PP Pertina. Pertama, KONI meminta PP Pertina menggelar Munas Luar Biasa (Munaslub), atau mengambil-alih kepengurusan 2020-2024.

Dua opsi itu sama-sama memiliki implikasi negatif. Setidaknya, itu menandakan ada yang “macet” dalam organisasi tersebut. Ada yang “tidak beres” dalam organisasi tersebut. Jika itu terjadi, maka ini akan menjadi preseden bagi PP Pertina.

Minim Prestasi

Dari tahun ke tahun, tinju amatir makin tenggelam, jika tak mau disebut terpuruk. Nyaris tidak ada prestasi yang bisa dibanggakan. Bukan untuk dibanggakan oleh pengurus, tetapi membuat bangga bangsa Indonesia. Hal itu mengingat, tinju amatir Indonesia pernah memiliki prestasi gemilang pada periode lalu.

Sekadar membuka catatan lama, kita pernah memiliki sederet nama besar di ring tinju amatir. Dekade 80-90-an kita memiliki Amstrong MS. Era yang sama pula lahir nama-nama Adrianus Taroreh dan Nico Thomas.

Syamsul Anwar

Mundur ke tahun 70-an, kita punya nama besar Syamsul Anwar. Meski tidak pernah menyabet gelar juara Asia, tetapi kemenangannya atas petunju Amerika Serikat Thomas Hearns tahn 1976 di Kejuaraan Piala Presiden di Jakarta, adalah sebuah prestasi besar. Di kemudian hari, Thomas Hearns menjadi salah satu petinju legendaris dunia.

Kita juga tidak boleh melupakan nama Wiem Gommies. Petinju kelahiran Ambon 31 Desember 1945 itu, banyak mendulang medali di ajang multievent. Misal, meraih edali emas tinju kelas menengah Asian Games VI Bangkok tahun 1970.

Disusul kemudian meraih medali emas kelas menengah di Kejuaraan Tinju Asia di Teheran tahun 1971. Lalu prestasi yang sama, meraih medali emas kelas menengah pada Turnamen Internasional Tinju Piala Presiden tahun 1976. Dua tahun berikutnya, ia masih berkibar. Masing-masing menyabet medali emas kelas menengah Sea Games IX Kuala Lumpur tahun 1977 dan medali emas kelas menengah Asian Games VIII Bangkok tahun 1978.

Sekilas ke belakang, kita juga pernah memiliki legenda tinju amatir lain seperti Frans van Bronkhorst atau lebih dikenal Frans VB. Ia adalah juara tinju asia tahun tahun 70-an (amatir), dan salah satu petinju yang tembus ajang Olimpiade Montreal tahun 1976. Saat itu, sejumlah petinju yang kemudian menjadi legenda dunia, turut serta. Mereka antara lain Sugar Ray Leonard (medali emas kelas welter ringan), Michael Spinks (medali emas kelas menengah), Leon Spinks (medali emas kelas berat ringan), dan lain-lain.

Nama yang tak asing lainnya adalah Pino Bahari, peraih medali emas kelas menengah Asian Games 1990 di Beijing, dan Ferry Moniaga, juara Asia 1980 dan peringkat 5 Olimpiade Munich 1972.

Lantas, jika kita menyebut nama Ellyas Pical, Chris John, dan Daud Jordan, mereka semua berangkat dari ring amatir. Seperti pernah diungkapkan Syamsul Anwar, petinju terbaik dilahirkan dari ring tinju amatir. Syamsul berdalih, kalau ada kesalahan sekecil apa pun seperti teknik memukul tidak benar, pasti diperingatkan wasit, atau pertandingan dihentikan. Contohnya memukul dengan teknik pukul seperti menampar, pasti diperingatkan, karena teknik pukulan harus benar, yakni dengan buku-buku jari.

Sudah cukup lama tinju amatir Indonesia terpuruk. Jika harus ada yang bertanggung jawab, maka yang bertanggung jawab adalah pengurus. Sementara, kendali kepengurusan organisasi tinju amatir yang bisa membuat maju-mundurnya prestasi, ada di tangan ketua umum.

Catatan digital masih terekam dengan sangat baik. Saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018, adalah momentum terbaik untuk unjuk prestasi. Sayang, saat itu, Ketua Umum Johny Asadoma hanya menargetkan “satu medali emas”.

Sunan Agung Amoragam

Waktu itu, petinju Sunan Agung Amoragam mendapat kerpercayaan pengurus bersama sembilan petinju lain (total 10 petinju), untuk membela panji merah-putih. Toh, dari sepuluh petinju yang diturunkan dengan target “hanya” satu medali emas, gagal pula dipenuhi.

Petinju andalan Sunan Agung Amoragam, kalah di babak semifinal sehingga hanya mendapat medali perunggu kelas bantam. Dalam pertandingan semifinal di Hall C, JIexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018, Sunan dikalahkan petinju Uzbekistan, Mirzazizbek Mirzakhalilov dengan skor telak 5-0.

Perlu Pemimpin Tangguh

Suka-tidak-suka, mau-tidak-mau, PP Pertina harus berbenah. Jika melihat kegagalan demi kegagalan, itu artinya perlu ada koreksi total. Mulai dari manajemen yang transparan, penyediaan sarana dan prasarana, pembinaan usia dini, dan sport science.

Empat pilar itu mutlak harus dibenahi. Sebab, itulah tools yang harus dijalankan oleh siapa pun Ketua Umum PP Pertina mendatang. Tanpa manajemen yang transparan, yang terjadi seperti sekarang. Banyak pengurus provinsi (Pengprov) Pertina yang sudah terang-terangan menyatakan kekecewaannya dengan kepemimpinan Johny Asadoma, yang antara lain, dinilai tidak pernah turun ke bawah dan kurang mengakomodir suara pengprov.

Yang lebih ironis, terbeber di media, statemen dari pengurus daerah yang menyoal ketidakprofesionalan Pertina dalam menyeleksi petinju dari bawah hingga ke jenjang pelatnas. Hingga akhirnya, terseleksilah petinju yang itu-itu saja. Sekalipun, sudah terbukti tidak pernah mendulang prestasi.

Menjadi lebih ironis, manakala gagal di semifinal, petinju Sunan Agung Amoragam berdalih, “Mau gimana lagi karena kurangnya jam terbang,” kata Sunan seperti dilansir www.tempo.co.id.

Jika benar alasan Sunan Agung, pertanyaannya menjadi, “kemana aja selama ini?” Sebuah alasan yang langsung-tak-langsung sebenarnya justru mengkritik Pertina itu sendiri. Mengkritik Pertina yang tidak memberi kesempatan bertanding kepada para petinjunya. Itu, jika dalih Sunan Agung benar.

Bisa dipastikan, jika tidak ditangani secara sungguh-sungguh, tinju amatir bisa KO. Benar, knock out oleh kemajuan tinju amatir negara-negara lain.

Nah, melihat perkembangan PP Pertina di pengujung periode kepemimpinannya, muncul dua sosok calon ketua umum. Setidaknya, itu yang terekam di internal Pertina, baik di pengurus pusat maupun di pengurus provinsi. Kedua calon itu masing-masing calon incumbent, Irjen Pol Johny Asadoma dan Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak.

Awalnya, terbersit kabar Johny Asadoma enggan dicalonkan kembali. Tetapi belakangan muncul niat untuk dipilih kembali menjadi Ketua Umum PP Pertina 2020 – 2024. Sosok Johny Asadoma, harus diakui sebagai salah satu tokoh yang peduli terhadap cabang tinju amatir.

Persoalannya, syarat “peduli” saja tidak cukup. Sebab, dibutuhkan kerja total. PP Pertina bukan organisasi yang sudah bisa dibilang running well. Rendahnya prestasi tinju amatir, adalah persoalan besar bagi siapa pun yang mengemban jabatan ketua umum. Persoalan besar tidak bisa diselesaikan dengan langkah kecil, apalagi dengan kerja “part time”.

Dikatakan part time, karena sebagai pejabat Polri, tentu saja Johny Asadoma memiliki tugas pokok dan fungsi utama sebagai bhayangkara negara. Itu artinya, dia harus membagi pikiran dan tenaga, antara tugas utama di Polri dan tugas yang juga sentral di PP Pertina. Sanggupkah? Jika sanggup, pertanyaan selanjutnya, mampukah?

Parameter kesanggupan bisa diukur dari dedikasi dan komitmen selama empat tahun memimpin PP Pertina 2016 – 2020. Dari hati terdalam, para pengurus pusat maupun pengurus provinsi Pertina tentu memiliki penilaian atas dedikasi dan komitmennya selama ini.

Ihwal kemampuan? Parameternya juga sederhana: administratif dan prestasi. Secara administratif, bisa merangkul semua kekuatan Pengprov dan mensinergikan menjadi satu kekuatan besar mencetak petinju berprestasi. Sudahkah dilakukan? Jawabnya terpulang kepada para pemilik hak suara atas hitam-putih, dan maju-mundurnya organisasi.

Sedangkan di bidang prestasi, parameternya juga tidak terlalu rumit, yakni prestasi. Apa saja prestasi tinju amatir di kancah ASEAN, Asia, dan internasional selama empat tahun terakhir? Jika benar jawabnya adalah “tidak ada”, maka secara sederhana bisa disimpulkan Johny Asadoma tidak memiliki kemampuan mendongkrak prestasi tinju amatir nasional.

Tentu Johny punya argumen dan pertanggungjawaban atas kinerja administratif dan prestasi pada forum Munas nanti. Diterima atau tidaknya pertanggungjawaban Johny, lazimnya akan berbuah pada hasil perolehan suara (mandat) Pengprov saat dilakukan agenda pemilihan Ketua Umum PP Pertina 2020 – 2024. Dengan catatan, rivalitas menuju kursi Ketua Umum, dilaksanakan secara jujur, terbuka, jauh dari aksi-aksi tak terpuji seperti “jual-beli” suara. Sebab, praktik jual-beli suara adalah praktik yang tidak ksatria. Bertentangan dengan filosofi olahraga tinju itu sendiri.

Komaruddin Simanjuntak saal bersilaturahmi dengan para pengurus Pengprov Pertina.

Sosok kedua adalah Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak. Dalam kontestasi “melawan” petahana, ia tentu saja nothing to lose. Setidaknya, ia tidak terbebani penilaian kinerja selama empat tahun terakhir. Komaruddin menjadi sosok yang bisa hadir membawa solusi bagi PP Pertina.

Itu artinya, jika solusi atas berbagai persoalan Pertina bisa ia tawarkan dan diterima, maka jalan menuju kursi Ketua Umum PP Pertina, relatif mulus.

Komaruddin bukanlah seorang (mantan) petinju, tetapi ia dikenal menaruh perhatian besar terhadap cabang olahraga yang pernah menjadi cabor favorit negeri ini. Jika disoal kapasitas pribadi terkait tugas administratif, harusnya ia orang yang cakap. Jabatan sebagai Panglima Kodam Udayana yang pernah disandang, adalah jabatan kompleks yang menuntut kecakapan tinggi di bidang tata laksana organisasi.

Lebih dari segalanya, Komaruddin Simanjutak adalah sosok yang haus prestasi. Karenanya, dalam salah satu media, ia menyebutkan prestasi sebagai target utama jika diberi mandat memimpin PP Pertina. Ia rindu melihat merah putih berkibar, rindu mendengar kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya di ajang olahraga multievent, baik tingkat ASEAN, Asia, maupun dunia.

Itu artinya, semua prasyarat yang dibutuhkan demi lahirnya prestasi, akan ia penuhi. Lahirnya prestasi bukan hanya semata pemenuhan sarana dan prasarana, lebih dari itu adalah jalinan kerja sama yang erat dengan para pengurus daerah. Dia menyadari, bahwa prestasi tidak tercetak secara instan, melainkan melalui sebuah proses.

Meski begitu, Komaruddin memaknai kalimat di atas dengan interpretasi yang benar. Bahwa pada dasarnya tidak ada yang instan di dunia tinju amatir. Sebab, seorang atlet yang menggeluti cabang yang satu ini, tentunya sudah melakukan latihan rutin di sasana masing-masing daerah. Karenanya, yang dibutuhkan adalah meningkatkan frekuensi latih tanding dalam grafik yang meningkat drastis.

Kesempatan bertanding di luar kandang, harus dibuka selebar-lebarnya, dalam frekuensi yang sesering mungkin. Tekad Komaruddin ini paralel dengan prasyarat mencetak juara di cabang tinju amatir.

Tahun 80-an, misalnya, tercatat ada kurang lebih 25 turnamen tinju amatir di provinsi maupun nasional. Katakanlah, setiap petinju diikutkan dalam 15 turnamen saja, sama artinya dengan setiap bulan bertanding. Jika ia mencapai babak final, itu artinya sudah melakukan sedikitnya 30 kali pertandingan. Itu sangat bagus untuk mengasah naluri bertinju.

Untuk bisa menembus ajang olimpiade, dibutuhkan sedikitnya 200 kali pertandingan. Sebaliknya, jika setiap tahun hanya mengikuti satu-dua turnamen, bagaimana mungkin petinju amatir Indonesia akan maju?

Pada titik ini, Komaruddin Simanjuntak adalah sosok yang tepat. Itu dengan catatan, stakeholder olahraga nasional, khususnya cabang tinju amatir, menghendaki cabang tinju amatir Indonesia kembali berjaya seperti era 70-80-an. (*)

Tags: jayakartanewsjohny asadomakomaruddin simanjuntakmunas pp pertina 2020pp pertinatinju amatir
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version