‘Jeritan Malam’, Ketika Keindahan Menjadi Ketakutan

 ‘Jeritan Malam’, Ketika Keindahan Menjadi Ketakutan

Herjunot Ali dan Cinta Laura dalam film ‘Jeritan Malam’–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS—Film horor tidak wajib menampilkan penampakan makhluk halus atau arwah-arwah gentayangan yang menakutkan penonton. Keindahan panorama di sebuah daerah dengan manusia-manusia desa nan lugu dan misterius, bisa berubah menjadi ketakutan. Kengerian dan   ketegangan luar biasa.

Sutradara Rocky Soraya dengan Soraya Intercine Films memang salah seorang yang piawai membuat ketakutan dan kengerian penonton dengan tampilan eloknya panorama alam di sebuah desa terpencil atau kemisteriusan penduduk desa yang belum tersentuh modernisasi.

Dalam film bergenre thriller bertajuk ‘Jeritan Malam’ yang beredar di bioskop Desember 2019, kita jumpai keelokan alam yang dibalut unsur kengerian. Atau peristiwa ritual ala Kejawen yang dibumbui ketakutan nan lugu.

Reza (Herjunot Ali), pria mandiri dari Jakarta dimutasikan ke sebuah desa di Jawa Timur oleh perusahaannya. Reza lalu berkenalan dengan dengan penghuni mess lama seperti Indra, Minto dan Dikin.

Lama Reza di mess, dia menjumpai kejadian aneh. Reza yang tak percaya takhayul, mengajak tiga sahabatnya guna menggali sejarah masa lalu mess mereka. Dia ingin membuktikan, makhluk gaib itu tidak ada.

Namun seiring berjalannya waktu, Reza sendiri yang melakukan sebuah upacara ritual yang tak masuk akal. Inilah kesalahan paling fatal dalam hidupnya yang bisa menghancurkan masa depannya.

Apakah Reza bisa membongkar rahasia makhluk gaib yang menghuni mess? Dan bisa menyelamatkan kekasihnya (Cinta Laura) dari gangguan makhluk gaib?

Sayangnya, Cinta Laura hanya tampil di awal film, tengah film dan jelang ending. Porsi Cinta Laura hanya sedikit.

Untunglah ketegangan film diselipkan bumbu humor oleh Indra, Minto dan Dikin. Satu hal yang membuat Jeritan Malam unggul adalah unsur musik dan penata suara. Unsur suara acap membuat kaget penonton dan jujur, ini adalah ‘jumpscare’ yang patut diberi punten.

Diadaptasi dari cerita di Kaskus, alur cerita mengalir tenang dan enak diikuti dari awal hingga akhir. Plot lurus dan skenario yang ditulis Ferry Lesmana dan Donny Dhirgantoro berhasil dipindahkan ke layar dengan ciamik oleh Rocky Soraya.

Satu hal lagi, hasil penata kamera Muhammad Firdaus benar-benar boleh diberi acung jempol : warna panorama pedesaan nan cantik molek sukses ‘disulap’ ke layar putih. Deretan pemain Herjunot Ali, Cinta Laura Kiehl, Winky Wiryawan, Indra Brasco, Roy Marten, Fuad Idris, Iwan Gardiawan, Siva Aprilia, Otig Pakis, Johan Yanuar dan lain-lain berhasil menampilkan sebuah tim yang kompak dan terpadu.

Juga, ratusan figuran yang ikut mewarnai film ini boleh diketengahkan untuk mengganti permainan trik CGI yang kali ini diabaikan oleh Rocky Soraya. Alhasil, biaya untuk syuting sampai finishing film ini cukup mahal. Dan itu bakal terbayar dengan banyaknya penonton yang melihat ‘Jeritan Malam’. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *