Akhirnya, Meni, Anak Titi DJ, Go Internasional

 Akhirnya, Meni, Anak Titi DJ, Go Internasional

Stephanie Poetri Doughtery–foto instagram stephaniepoetri

Stephanie Poetri Doughtery–instagram stephanie poetri

JAYAKARTA NEWS— Kabar baik! Stephanie Poetri Doughtery, anak Diva Pop Indonesia Titi DJ, akhirnya berhasil mewujudkan obsesinya go internasional lewat musik. Tak tanggung-tanggung, pelantun tembang ‘I Love You 3000’ ini  dikontrak label rekaman asal Amerika 88Rising. Pada 17 Agustus 2019 lalu, Meni—begitu dia akrab disapa—tampil memukau membawakan lagu ‘I Love You 3000’  di Head In The Clouds 88 di LA State Historic Park, Amerika Serikat.

“Ini adalah mimpi yang jadi kenyataan. Ini gila!!! Ini tahun pertama saya 17 Agustus tidak di Indo. Tapi saya senang masih bisa mewakili. Terima kasih kepada semua orang yang  mendukung saya! Tidak sabar menunggu kalian melihat apa yang terjadi selanjutnya,” tulis Meni di instagramnya.

Titi DJ dan anak-anaknya–instagram titidj

Meni, begitu namanya akrab disapa, sebenarnya bukan pendatang baru dalam dunia musik Indonesia. Ia telah mulai berkiprah sejak 2015 dengan tampil menyanyikan  soundtrack film AADC (Ada Apa Dengan Cinta) 2 berjudl ‘Bimbang’ bersama Goodbye Felicia.  

Namun saat itu kiprahnya di musik masih hanya sebatas hobi. Tidak diseriusinya. Alasannya dia masih sekolah dan ingin konsentrasi di pendidikannya. Di luar itu dia memiliki banyak minat yang hendak dikerjakannya. Itu sebabnya kala itu dia belum berpikir untuk terjun ke dunia musik secara serius.

‘Aku memang tertarik pada musik sejak kecil. Tapi dulu itu tidak berpikir untuk diseriusi, masih hanya sebatas hobi. Lagi pula aku masih sekolah dan ingin konsentrasi belajar. Aku sekolah di sekolah internasional yang pelajarannya banyak banget, tugasnya banyak dan harus segera diselesaikan. Makanya dulu itu sibuk banget. Kata orang, sekolah aku tuh kurikulumnya sudah kayak orang kuliah, banyak dan berat,” tutur gadis cantik berambut panjang ini dengan bahasa campur-campur Inggris Indonesia.

Soal  bahasa, gadis kelahiran Mei 2000 ini, mengaku masih tidak begitu lancar berbahasa Indonesia sehingga kadang agak kagok dan canggung. Bisa jadi ini karena sejak kecil dirinya sudah disekolahkan di sekolah internasional dimana bahasa Inggris menjadi kesehariannya. “Mungkin aku masih terlihat canggung berbahasa Indonesia. Tapi setidaknya sekarang sudah lebih mendingan, sudah bisa dimengerti,” katanya sambil tertawa.

Untuk diketahui, Stephanie adalah anak tunggal dari pernikahan Titi DJ dengan suami keduanya, Andrew  Hollis Dougherty, seorang berkebangsaan Amerika. Sebelumnya, Titi menikah dengan aktor Bucek Depp. Dari pernikahan itu lahir tiga anak, si kembar Salmaa dan Salwaa serta Daffa.  Sedang pada pernikahan Titi yang ketiga, yakni dengan Ovy, musisi rock, tidak memiliki anak.

Menurut Titi, semua anaknya sebenarnya memiliki bakat  menyanyi  namun tidak mau memperdalamnya.  Hanya Stephanie yang terlihat lebih serius mengembangkan. Sedang ketiga kakaknya, menolak mengikuti jejak ibunya. Sementara Daffa, satu-satunya putra dalam keluarga Titi, lebih suka terjun sebagai produser ketimbang menyanyi.

“Meni pun baru mau serius menekuni musik setelah dia lulus SMA,” ungkap Titi sembari menyebut semua anaknya lebih suka menekuni pendidikan.  Hasilnya membanggakan.  Meni misalnya, memiliki prestasi bagus di sekolahnya SMA Global Jaya International School. Tahun lalu ia lulus SMA dengan nilai memuaskan, setidaknya untuk tiga mata pelajaran Sastra Inggris, Matematika dan Psikologi, ia meraih nilai tertinggi.

Setelah lulus SMA, tutur Meni, ia merasa lebih bebas dan baru mulai serius menekuni hobinya. “Sekarang aku bisa bebas melakukan apa yang aku mau. Aku tertarik dengan musik, jadi aku tekuni ini dulu. Sambil berpikir akan meneruskan pendidikan kemana, bidang  apa yang  akan aku  ambil nanti. Aku suka graphic design, juga suka psikologi,” ungkap Meni yang baru saja meluncurkan single solonya, ‘Appreciate’.

Lagu ciptaannya ini ditulis dalam dua versi yakni Inggris dan Indonesia. “Originalnya, aku bikin dalam bahasa Inggris. Kemudian aku juga minta bantuan mama untuk menerjemahkan dalam bahasa Indonesia. Jadi ada dua,” ujar gadis yang piawai melukis wajah ini.

BUKAN KARENA ANAK TITI DJ

Menurut Meni ia ingin menjadi musisi dan dikenal orang bukan hanya karena menjadi penyanyi tapi juga karena karya-karyanya. “Aku bukan hanya suka menyanyi tapi juga bikin lagu dan producing. Di masa depan, aku ingin orang mengenal aku bukan hanya bisa menyanyi tapi juga mampu bikin lagu untuk orang lain. Sebagai musisi. Aku ingin nantinya banyak musisi tahu aku dan mau bekerja sama dengan aku karena karya-karya aku. Bukan karena aku siapa. I Do everything myself. Itu goal aku,” ucapnya.

Sejak masih sekolah, membuat lagu sudah menjadi salah satu kesukaannya. Inspirasi datang dari mana saja. “Kalau dapat inspirasi aku langsung bikin, trus aku rekam sendiri di kamar. Jadi udah banyak banget lagu yang aku rekam sendiri di kamar hahahha,” kata Meni yang sudah memiliki koleksi lagu sendiri sekitar 50-an.

Dalam bermusik, boleh dibilang ia belajar secara otodidak. Dia juga tidak les vokal. Bakat seni memang mengalir deras padanya. Tak heran, ibunya adalah penyanyi senior dengan julukan Diva Musik Pop, sementara ayahnya, Andrew Hollins Dougherty adalah guru musik yang kini menjadi Kepala Sekolah SMP Global Jaya International School, tempat dimana Meni sekolah. Sesekali sang mama memberi saran. Mamanya memang tidak terlibat jauh dalam mengasah Meni, karena menurutnya, aliran musik mamanya berbeda dengannya.

“Dari kecil aku hidup dalam keluarga yang darah seninya ‘keras’ banget. Jadi kreativitas itu penting banget di keluarga kita. Kita tuh selalu mencari cara untuk bisa mengeluarkan apa isi hati  dan pikiran kita. Jadi bukan hanya dengan berbicara tapi juga lewat lukisan, menyanyi, bikin lagu, dll.”

“Nah kalau soal bermusik, aku beda dengan mama. Aliran aku adalah musik kekinian. Aku lebih modern hahaha. Mama tahu itu. Makanya nggak pernah minta aku dengerin musik ini-itu,” tambah Meni yang mengaku suka lagu ‘Matamu’ yang dinyanyikan mamanya. Bagi Meni, lagu itu selain memiliki melody yang indah juga memiliki arti tersendiri. “Lagu itu mama bikin tentang papa aku..hahha,” kata Meni membuka rahasia.

Meski kini menseriusi musik, namun Meni mengaku tidak ingin menjadi ‘Diva; seperti mamanya. Karena menurutnya menyandang gelar ‘Diva’ dirasakan terlalu berat, tuntutan dan tekanannya  banyak dan selalu menjadi sorotan. Dia tidak suka itu. “Aku nggak mau seperti mama. Aku mau biasa-biasa saja,” kata Meni.***ebn/tkh

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *