Zeta – Ketika Virus Zombie Menyerbu Kota

 Zeta – Ketika Virus Zombie Menyerbu Kota

JAYAKARTA NEWS— Film adalah fiksi, imajinasi. Memang, ada film bergenre biopic (biography picture) tentang seorang tokoh pahlawan nasional atau atlet terkenal, tapi tetap ada fiksinya. 

Sineas Arifin C Noer paling jago memasukkan tokoh-tokoh fiktif ke dalam karya film-film bertema sejarah atau biopic. Misalnya dalam film ‘Pemberontakan:G 30 S/PKI’, Arifin memunculkan tokoh seorang anak kecil bernama Temon yang tidak ada dalam sejarah. Temon bersama ibunya kala itu sedang melihat iring-iringan pemakaman jenazah 7 Pahlawan Revolusi. 

Ini menjadi tantangan bagi sutradara baru, Amanda Iswan. “Setelah lulus kuliah, saya langsung terjun ke dunia film, ternyata enggak semua yang saya pelajari di kampus bisa diaplikasikan. Ketika saya membuat film pertama saya bertajuk ‘Zeta – When the Dead Awaken’, saya mau belajar semuanya. Benar-benar menzerokan mindset, belajar dari nol lagi. Saya belajar dari lapangan,” kata Mandy, panggilan akrab Amanda Iswan, yang tiga tahun studi major film dan video di School of Communications Hande, Connecticut, AS.

Zeta bukan film horor, melainkan bergenre thriller Science Fiction.

Kenapa Zeta ? Kenapa Zombie ?

Zeta adalah huruf ke 6 dalam alphabet Yunani. Sedangkan Zombie adalah parasait yang menyerang enam bagian otak agar ia berkembang biak. Orang yang menjadi host amuba parasit jahat ini akan menyerang oranglain. Kalau ia menggigit, akan menyebarkan nucleus lewat saliva (air liur). Siklus ini terulang lagi pada host baru. 

“Ternyata, mungkin hanya kebetulan, Zombie juga identik dengan huruf Z. Memang, seperti yang saya baca di buku dan melihat film Zombie buatan sineas asing, Zombie adalah horor, fantasi, fiksi tentang mayat hidup. Istilah umumnya Zombie adalah mayat hidup yang enggak berpikiran dan bernafsu memangsa manusia. Dan otak manusia hidup yang menjadi target santapan utama,” urai Mandy.

Asal usul Zombie berupa kontaminasi radio aktif, bahan beracun yang membuat mati otak, ilmu hitam, voodoo, makhluk angkasa luar, infeksi virus dan sebab-sebab lain. Unsur fiksinya adalah orang sehat kalau digigit atau dicakar akan tertular menjadi zombie. Zombie akan mati jika dibunuh otaknya atau memotong kepalanya. Teori lain menyebutkan – biasanya terjadi di Haiti, Kongo dan Nicaragua – , seluruh bagian tubuhnya harus dihancurkan barulah zombie benar-benar mati. Kalau tidak, zombie akan berkembang biak dan merajalela terus.

Apakah Anda percaya bahwa makhluk Zombie ini benar-benar ada dan bisa jadi untuk beberapa tahun ke depan, Zombie bisa muncul di negara kita ?

“Kemunculan Zombie menjadi dilematis bagi para ilmuwan. Satu pihak memercayai adanya Zombie. Bukankah 40 tahun silam orang mendarat di bulan, banyak orang enggak percaya. Kini, dongeng atau fiksi tersebut dipatahkan dengan ilmu pengetahuan, mendaratnya astronaut Neil Armstrong dari Amerika yang merupakan orang pertama mendarat di bulan.”

“Hasil tim riset saya berkesimpulan, dari microba, virus gigitan Zombie lukanya jadi terbuka. Dan ini menimbulkan infeksi yang bisa menjalar ke otak. Ini saya pikir sangat logis. Sementara di Kongo, Haiti dan Nicaragua, kepercayaan di sana percaya bahwa Zombie harus dibunuh otaknya dan dimatikan kepalanya. Bahkan, seluruh bagian tubuhnya harus dihancurkan agar Zombie tidak berkembang biak,” imbuh Mandy. 

Tertunda dua tahun, Mandy yang terobsesi pada Zombie kemudian membuat film Zeta dengan mengajak sederet pemain diantaranya Cut Mini, Jeff Smith, Dimas Aditya, Edo Borne, Willem Bevers, Joshua Pandelaki, Revaldo Fifaldi, Natasha Gott, Chicco Kurniawan dll. Juga, untuk menghidupkan karakter Zombie, digandeng 200 pemain dari 4 Grup Teater di Jakarta. 

Hebatnya lagi, Mandy dan produser Syaiful Wathan mengundang ahli make up dari Los Angeles, AS. “Secara kualitas, ahli riasan dari AS ini lihai merias pemain jadi Zombie, tanpa luntur. Kalau pakai ahli rias lokal, pemain yang berkeringat, riasannya mudah copot. Kan kita syutingnya lama,” ungkap Mandy lagi.

Apakah Anda percaya, Zombie bakal jadi kenyataan dan tidak hanya dongeng fiksi ? “Secara ilmu, ya. Bukankah dongeng orang mendarat di bulan kini jadi kenyataan. Satu hal, cerita Zombie mengajarkan kepada kita agar kita tetap mengutamakan kebersihan dan pengamanan diri,” jawabnya. 

Deon (Jeff Smith), remaja kelas 3 SMA tinggal berdua bersama ayahnya, Dr Richard Ross (Willem Bevers), sedangkan ibunya, Isma Kumala (Cut Mini) tinggal di apartemen Teratai Asri bersama suster, karena menderita alzheimer. Deon yang temperamental acap berkelahi di sekolah. Suatu siang, ia melihat seorang siswa mendadak jadi kanibal dan menggigit leher suster. 

Kejutan berikutnya, zombie-zombie berkeliaran di jalan. Menyadari situasi makin gawat, Deon ingin membawa ibunya ke tempat aman. Sementara itu, Dr Richard melaporkan kepada Kolonel Vito (Joshua Pandelaki), asal usul wabah Zombie yang makin marak. Militer harus segera turun tangan sebelum lebih banyak lagi penduduk kota berubah jadi mayat hidup dan bergentayangan mencari mangsa baru. 

Apakah upaya mereka masih belum terlambat ? Dan bagaimana cara menyelamatkan dunia yang terancan kiamat ? Satu hal yang perlu diriset lagi adalah apakah penderita Alzheimer kebal terhadap gigitan Zombie? Mengingat otak penderita Alzheimer menyimpang, dia selamat dari serangan gigitan Zombie? (Ipik Tanoyo)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *