PMI Support Terapi Plasma Darah Bagi Pasien Covid-19 di Jawa Timur

 PMI Support Terapi Plasma Darah Bagi Pasien Covid-19 di Jawa Timur

JK saat memberikan sambutan di grahadi. (foto: poedji)

Jayakarta News – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammad Jusuf Kalla menegaskan kesiapan PMI dalam membantu proses terapi plasma darah untuk pasien Covid-19 di Provinsi Jawa Timur.

Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (17/6).

JK mengatakan, nanti mekanismenya adalah kerjasama antara pihak Rumah Sakit (RS) dan PMI.

Pihak PMI yang menyediakan darahnya, kemudian pihak RS yang mengelola atau memisahkan antara darah dan plasmanya.

Pihaknya menambahkan,  kesiapan dalam membantu Provinsi Jawa Timur dalam menyiapkan plasma darah bagi proses terapi pasien Covid-19.

“PMI siap membantu penyediaan plasma yang sudah diseleksi, kemudian dikerjakan di Rumah Sakit,” ungkapnya.

JK mengatakan, PMI Jawa Timur sudah melakukan kerjasama ini untuk membantu tim dokter guna terapi plasma darah atau plasma convalescent kepada pasien Covid-19.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menuturkan bahwa PMI Pusat melalui JK juga telah meminta PMI Jawa Timur untuk turut membantu. Terlebih dengan lengkapnya perlengkapan terkait donor di PMI, dirinya menyebut bahwa kerjasama ini akan sangat membantu.

“Pak JK memberikan arahan agar PMI bisa membantu itu, karena peralatan yang lengkap memang ada di PMI,” tutur Khofifah.

Terkait terapi plasma darah sendiri, Gubernur Khofifah menambahkan bahwa telah diperoleh 22 orang pendonor.

Jumlah tersebut akan terus diupdate sesuai dengan perkembangan di rumah sakit. Terapi plasma darah ini dikhususkan bagi pasien Covid-19 yang terkategori berat dan sangat berat atau pasien yang perawatannya memerlukan ventilator.

Selain mendukung proses donor plasma darah, kedatangan JK ini juga menjadi bagian untuk berbagi ilmu dan pengalaman PMI pusat kepada Jawa Timur. Mengutip arahan dari Ketua Umum PMI, Gubernur Khofifah mengingatkan masyarakat untuk terus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Seperti arahan pak JK, mencegah lebih penting daripada mengobati maka disiplin merupakan kunci pencegahan penyebaran covid- 19,” ungkapnya. (poedji)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *