Pesta Musik dan Budaya Balkonjazz Festival

 Pesta Musik dan Budaya Balkonjazz Festival

JAYAKARTA NEWS— Balai Ekonomi Desa (Balkondes) didirikan tahun 2016 oleh Menteri BUMN, Rini M. Soemarno. Bertujuan untuk mengembangkan ekonomi 20 Desa di Kecamatan Borobudur dengan mengembangkan industri pariwisata di daerahnya.

Sinergi 20 BUMN di bawah koordinasi Kementerian BUMN mewujudkan konsep Community Based Tourism (CBT) dengan mempersiapkan dan membangun fasilitas penginapan (homestay) berikut restoran dan ruang berkumpul (bale) di masing-masing desa serta program-program aktivasi yang menonjolkan dan mempertahankan kearifan lokal pedesaan. Juga, memberikan peluang pekerjaan untuk meningkatan perekonomian penduduk desa.

Dan semuanya akan segera dirasakan oleh masyarakat sekitar Candi Borobudur melalui sebuah pesta perayaan bernama Balkonjazz Festival yang siap digelar pada 14 September 2019 mendatang di Balkondes PT Telkom Tuksongo, Magelang, Jawa Tengah. 

Festival itu sendiri dipromotori oleh PT Managemen CBT Nusantara (MCN) sebagai pihak yang menaungi Balkondes dan menggaet Sinergi Nusantara sebagai Event Consultant untuk penyelenggaraan Balkonjazz.

“Gelaran Balkonjazz merupakan pesta perayaan hari jadi Balkondes kedua, Balkondes dibangun tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara bagi wisatawan, namun juga menjadi destinasi yang mempu memberikan pengalaman menarik,” ujar Direktur PT MCN, Jatmika Budi Santoso kepada penulis, baru-baru ini.

Diungkapkan oleh Jatmika, melalui konsep ‘The Experience of Village Atmosphere, wisatawan akan merasakanh secara langsung bagaimana terlibat membuat kerajinan tangan, membuat olahan makanan, keindahan panorama alam di sekitar Borobudur, aktivitas fisik yang akan melibatkan para wisatawan, juga experience menikmati pertunjukan kesenian daerah dari masyarakat sekitar.

Inisiator sekaligus Direktur Balkonjazz, Bakkar Wibowo dari Sinergi Nusantara menguraikan, festival musik jazz ini adalah proses kolaborasi antara musik dan budaya, yang nantinya akan menjadi pemantik agar potensi ekonomi lokal akan lebih dikenal lagi oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara. 

“Kali ini, di Balkonjazz, juga akan menampilkan pasar tradisional yaitu pasar Balkon Tuksongo yang menjadi media transaksi ekonomi dan promosi bagi masyarakat lokal. Kita juga akan mengusung kesenian tradisi lokal sebagai bagian dari kolaborasi bersama masyarakat sekitar,” timpal Bakkar Wibowo.

“Boleh dikata, Balkonjazz adalah perayaan orang-orang desa dalam menyambut wisatawan lokal dan mancanegara yang memprioritaskan produk lokal. Material yang kita gunakan nantinya adalah produk lokal, produk pribumi Indonesia,” imbuh Bakkar Wibowo lagi.

Beberapa nama besar dari musisi lokal yang akan unjuk diri memeriahkan Balkonjazz diantaranya Yura Yunita, Rio Febrian, Payung Teduh, Dialog Dini Hari, Langit Sore, Tashoora, Frau dan Nosstress.

“Semuanya musisi lokal, enggak ada musisi asing. Balkonjazz Festival ini yang rutin akan dihelat tiap tahun akan mengkhususkan diri pada produk lokal dan musik lokal,” demikian ucap Bakkar Wibowo, promotor muda asal Jogjakarta dalam bincang-bincang ini. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *