Hamemayu Bawono – from Klaten with Love

 Hamemayu Bawono – from Klaten with Love

Hamemayu Bawono–foto istimewa

Hamemayu Bawono–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Ada filosofi kebudayaan Jawa yang mengatakan ‘Hamemayu Hayuning Bawono’. Dan Hamemayu Bawono – tanpa Hayuning –  8 tahun, adalah nama seorang model cilik dan pemain sinetron/film yang tengah merangkak dari bawah. Dia kelahiran Klaten (Jawa Tengah), 9 Mei 2011 yang dibesarkan di Solo. 

Setelah ujian bertubi-tubi menerpanya, kini Mayu (panggilan akrabnya) sudah setahun hengkang ke Jakarta guna mengembangkan karirnya lebih lanjut, bersama orantuanya. Itu setelah dia meraih juara 1 dalam event yang digelar oleh Dinas Kementerian Pariwisata Jakarta.

Ketika seorang juri bertanya kepada Mayu, kamu ingin menjadi apa kelak, dengan mantap Mayu menjawab : “Ingin menjadi artis dan aku juga bisa berakting,” mantap jawaban Mayu.

Hamemayu Bawono–foto istimewa

Alhamdullilah, puji Tuhan, mulailah Mayu menjalani dunia seni di Ibukota yang katanya sekejam ibu tiri ini. Dia mendapat peran pendukung utama (PPU) untuk anak seusia Mayu, yaitu sinetron ‘Menembus Mata Batin’ sebanyak 8 episode, ‘Firasat’ dan ‘Cermin Kehidupan’ dan lain-lain.

Bahkan, kini Mayu dikontrak Tu7uh Rumah Produksi untuk bermain di film horor bertajuk ‘Bisikan Gaib’ arahan sutradara Tarmizi Abka.

Berperan sebagai Rachel kecil, Mayu akan menjalani syuting yang memang melelahkan di Bangka Selatan dan Pelabuhan Ratu. “Saya paling suka adegan marah. Kayak Prilly Latuconsina itu aktingnya bagus banget, menurut saya,” urai Mayu lagi mengidolakan Prilly Latuconsina.

Kalau sudah full main film, sekolahnya gimana ?

“Saya enggak mau pendidikan terbengkelai, Makanya, ibu menyarankan home schooling saja,” jawabnya.

Apa yang membuat Mayu tertarik pada PH Tu7uh Rumah Produksi yang dipimpin dua produser, pasutri Andre Murtono dan Tirta Siregar ?

“Saya lihat keunikan-keunikan pada PH ini, seperti kantornhya bukan di gedung, melainkan di rumah yang terasa homey sekali, Yang penting produksi filmnya berkualitas jelas, Saya bisa mendapatkan pelajaran dari sini,” paparnya.

Saat ini, sebelum syuting, Mayu mengikuti  ‘acting class’ dan mengambil kelas private. 

“Saya jadi paham dan mengerti apa arti sebuah pelajaran tentang hidup, menghargai usaha dan pengorbanan. Karena enggak hanya pondasi akting yang diajarkan di sini, tetapi juga diajarkan dan dikuatkan pada mental kita agar benar-benar siap menghadapi rintangan dan kompetitor di luar sana. Semoga hidup saya kelak menjadi berwarna,” pungkas Mayu yang berharap ‘Bisikan Gaib’ bisa sukses di peredaran kelak. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *