Peruri Punya Ruang Kreatif & Music Hall untuk Milenial

 Peruri Punya Ruang Kreatif  & Music Hall untuk Milenial

JAYAKARTA NEWS – Indonesia belakangan banjir artis dan band asing. Namun, mereka lagi-lagi bermain di venue yang tidak memadai untuk ditampilkan di depan publik.

Sebaliknya, negara jiran yang penduduknya lebih sedikit dari Indonesia, Singapura justru hampir tiap minggu menyuguhkan konser musik artis asing. Penonton konser musik di Singapura justru 80% dari Indonesia. Bahkan, dalam ajang F1 pun, penontonnya mayoritas orang Indonesia.

“Orang Indonesia memang haus hiburan, dan nonton konser musik dan hiburan lain ke Singapura. Padahal, Singapura enggak punya artis lokal. Dan Indonesia yang banyak artis lokalnya malah mengeluh tiadanya ruang kreatif yang representatif dan memadai. Makanya, band-band besar main di lapangan bola dan ruang kreatif yang kecil yang bukan untuk pertunjukan musik,” kata Wendi Putranto selaku Direktur Program {T Ruang Riang Milenial dalam acara berbuka puasa di Perusahaan Umum (Perum) Percetakan Uang RI (Peruri), baru-baru ini.

Alhasil, Peruri dan PT Ruang Riang Milenial kemudian berinisiatif mendirikan ruang kreatif yang diberi nama ‘M Bloc’ dan perjanjian kerjasamanya antara dua pihak telah diteken pada Jumat (17/5) yang lalu.

Proyek M Bloc ini akan mengalih-fungsikan lahan seluas 6500 meter persegi milik Peruri yang awalnya berfungsi sebagai komplek perumahan karyawan dan gudang tempat produksi uang yang sudah tidak beroperasi menjadi sebuah ‘creative hub’ multi fungsi bagi komunitas milenial.

Proyek ruang kreatif yang digarap oleh PT Ruang Riang Milenial ini berlokasi di sebagian area kantor Peruri di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sementara percetakan uang yang mencetak uang logam dan uang rupiah dipindahkan ke Karawang.

Sebanyak 16 unit bekas rumah karyawan bergaya post colonial berlantai dua yang telah eksis sejak dekade 50-an akan dimanfaatkan oleh berbagai tenant ternama dalam negeri yang bergerak di bidang usaha kuliner, musik, film, animasi, seni rupa, kriya, hingga co-working space. Sementara 2 unit gudang bekas tempat produksi uang berukuran sekitar 900 meter persegi di bagian dalam akan disulap menjadi lounge dan venue berkapasitas 350 orang yang digunakan untuk konser musik serta pertunjukan seni lainnya.

Wendi Putranto juga memaparkan, nantinya pengunjung dapat melihat destinasi wisata musik.

“Malam nonton konser musik, siang harinya kita gelar jumpa pers dan jumpa fans yang pasti lebih bergairah buat generasi milenial,” ungkap Wendi Putranto yang mantan wartawan majalah musik Rolling Stone versi Indonesia.

Dalam gagasannya, nantinya tiap malam akan ada 3 band unjuk diri di hadapan publik. “Boleh juga kita helat konser Tribute untuk band-band senior kita, seperti Koes Plus yang tahun ini berusia 50 tahun dan God Bless yang berumur 46 tahun. Pihak promotor enggak akan menggelar konser musik Top Fourty. Tapi akan dikhususkan buat para legenda musik Indonesia. Yang jelas, mereka yang akan kami pilih adalah yang punya konsep dan karya sendiri,” imbuh Wendi Putranto.

“Dengan mulai beroperasinya MRT, gaya hidup dan budaya baru akan bertumbuh. Jakarta sangat membutuhkan ruang publik yang mampu menjadi ruang ekspresi yang positif,” ujar Handoko Hendroyono, Direktur Utama PT Ruang Riang Milenial.

Pemusik dan penyanyi Glenn Fredly yang ikut hadir menyambut gembira akan dibukanya ruang kreatif dan music hall yang dijadwalkan bulan September tahun ini, bertepatan dengan HUT ke 48 Peruri.

“Jakarta akan menjadi New York baru sebelum dipindahkan,” kata Glenn Fredly bangga. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *