Peraih Piala Citra Muhammad Khan Tolak Peran Gay

 Peraih Piala Citra Muhammad Khan Tolak Peran Gay

Peraih Piala Citra 2019, Muhammad Khan (kanan) . Khan bersama produser Ifa Isfansyah, pemain Randy Pangalila dan penata musik Mondo Gascaro—foto ipik tanoyo

JAYAKARTA NEWS—Ketika namanya diumumkan sebagai peraih piala Citra dalam FFI 2019, Muhammad Khan tak percaya. Lewat film “Kucumbu Tubuh Indahku’ (KTI), Khan berhasil mengalahkan nomine lain, yaitu Abimana Aryasatya, Angga Yunanda, Lukman Sardi, Reza Rahadian dan Ringgo Agus Rahman.

“Mereka semua berakting hebat-hebat. Mungkin kali ini, saya yang beruntung dan dipilih dewan juri untuk kategori Aktor Utama Pria Terbaik,” lontar Khan, 28 tahun, di Studio Metro TV,   Minggu malam (8/12).

Dalam KTI, Khan dipercaya oleh sutradara Garin Nugroho sebagai penari lengger bernama Juno. Kekerasan dan trauma memaksa Juno berpindah dari satu desa ke desa lain, membuatnya bertemu dengan banyak sosok manusia, dari petinju sampai warok dan maestro penari reog.

Perpindahan ini membuat tubuhnya mengalami beragam trauma kekerasan dari trauma sosial hingga trauma kekerasan politik. Kalau disodori peran sebagai cowok yang ‘melambai’ atau gay lagi, mau?

“Enggaklah. Saya ingin dapat peran macam-macam. Baru- baru ini, saya ditawari peran sebagai gay lagi untuk film pendek, tapi saya tolak,” jelas Khan yang saat ini mengajar anak-anak berteater di Salihara, Jakarta.

Perihal namanya yang beraroma India, Khan mengaku ngefans sama Sakrukh  Khan  dari India sejak SMP. “Semua film Khan saya tonton, seperti Kuch Kuch Hota Hai dan My Name is Khan,” imbuh lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan Teater ini.

Ihwal film KTI yang ditolak di Depok dan terakhir dilarang main di Lampung, Khan tegas menyayangkan. “Pelarangan film yang sudah lolos sensor itu tindakan preman. Kalau enggak setuju, yuk kita adakan diskusi antara ptoduser, sutradara, pemain dan ormas yang melarang. Saya lebih sreg kalau ormas yang melarang KTI melaporkan ke polisi dan  membawanya ke pengadilan. Jangan main hantam kromo saja,” sergah Khan.

Film KTI memperoleh Citra terbanyak dalam FFI 2019, yaitu 8 piala (film cerita, sutradara, aktor utama pria, aktor pendukung pria, penata musik, penata busana, penyunting gambar dan penata musik).

Di kategori aktor pendukung pria terbaik diraih Whani Dharmawan, Aktris Utama Wanita Terbaik : Raihaanun, Aktris Pendukung Wanita Terbaik : Cut Mini. Penulis Skenario Asli Terbaik : Dua Garis Biru.

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik : Keluarga Cemara. Lifetime Achievement digaet Adek Irawan yang sudah berusia 82 tahun. Dalam gelaran FFI ke 39 kali ini, piala Citra terus berusaha memberikan yang terbaik sebagai otoritas kualitas film Indonesia. “Slogan ‘Film Bagus, Citra Indonesia’ tercermin dari sebaran nominasi yang hadir dengan kaya gagasan, profesionalisme yang mapan dan bernilai estetik tinggi,” jelas Ketua Komite FFI 2018-2020, Lukman Sardi. (pik).

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *