• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Kisah Angkringan Melawan “Penjajah”

Kisah Angkringan Melawan “Penjajah”

June 20, 2018
KSP Bukan “Kepala Sadap Presiden”

KSP Bukan “Kepala Sadap Presiden”

November 5, 2026
Kalah dalam Pemilu Sela, Trump Tuding Perang Iran Penyebabnya!

Kalah dalam Pemilu Sela, Trump Tuding Perang Iran Penyebabnya!

November 5, 2026
Barantin dan KP2MI Bersinergi Lindungi PMI, Siapkan Layanan Karantina Terpadu

Barantin dan KP2MI Bersinergi Lindungi PMI, Siapkan Layanan Karantina Terpadu

November 4, 2026
Presiden Prabowo Prihatin atas Dugaan Penyadapan terhadap Kepala Negara dan Sejumlah Tokoh

Presiden Prabowo Prihatin atas Dugaan Penyadapan terhadap Kepala Negara dan Sejumlah Tokoh

November 4, 2026
Urutan Tersangka di Kasus BGN Mengundang Pertanyaan, Empat Paket Pengadaan Masih Gelap

Urutan Tersangka di Kasus BGN Mengundang Pertanyaan, Empat Paket Pengadaan Masih Gelap

November 4, 2026
Kasus Perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia Terbongkar, 58 Orang Jadi Korban

Kasus Perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia Terbongkar, 58 Orang Jadi Korban

November 4, 2026
Mensesneg: Penyadapan Ini Bisa Masuk Kategori Makar dan Ancam Keselamatan Presiden

Mensesneg: Penyadapan Ini Bisa Masuk Kategori Makar dan Ancam Keselamatan Presiden

November 4, 2026
Kemensos Rilis Logo dan Tema Hari Pahlawan 2026: Usung Semangat Melangkah Bersama

Kemensos Rilis Logo dan Tema Hari Pahlawan 2026: Usung Semangat Melangkah Bersama

November 4, 2026
Menko Yusril Tegaskan Penahanan Tiga Perwira Tinggi Polri Terkait Dugaan Penyadapan Ilegal Sesuai Prosedur Hukum

Menko Yusril Tegaskan Penahanan Tiga Perwira Tinggi Polri Terkait Dugaan Penyadapan Ilegal Sesuai Prosedur Hukum

November 4, 2026
Mengejutkan! AS akan Hentikan Bantuan pada Israel, Trump: Netanyahu yang Minta!

Mengejutkan! AS akan Hentikan Bantuan pada Israel, Trump: Netanyahu yang Minta!

November 4, 2026
Ini Alasan Paling Logis di Balik Kasus Penyadapan terhadap Presiden Prabowo

Ini Alasan Paling Logis di Balik Kasus Penyadapan terhadap Presiden Prabowo

November 4, 2026
Ingatan yang Bersuara di Paris, Rumah yang Goyah di Yogyakarta

Ingatan yang Bersuara di Paris, Rumah yang Goyah di Yogyakarta

November 4, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, November 5, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Science
    • World
    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Dimas Supartono Merambah Bisnis Properti, Siapkan Single Terbaru untuk Industri Musik Indonesia

    Dimas Supartono Merambah Bisnis Properti, Siapkan Single Terbaru untuk Industri Musik Indonesia

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel
    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Angkringan Melawan “Penjajah”

by admin
June 20, 2018
in Feature
0
Kisah Angkringan Melawan “Penjajah”
546
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Serdadu Belanda sedang menikmati angkringan. Foto: Ist

ALKISAH, bangsa kita masih terjajah. Ketika itu, pemilik sah negeri yang disebut inlander, susah mencari nafkah. Di antara pencari nafkah adalah penjual nasi bungkus dan wedang pikulan. Kondisi ini bahkan masih terjadi ketika Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Syahdan, sekira tahun 50-an, seseorang bernama Pairo dari Klaten Jawa Tengah, merantau ke Yogyakarta demi mencari nafkah. Ia berjualan wedang, nasi bungkus, aneka lauk di atas pikulan berkeliling kampung. Ketika usia merambat senja, ia tidak lagi berjualan keliling, melainkan mangkal di sekitar stasiun Tugu, Yogyakarta. Hingga wafatnya, warung yang kemudian disebut angkringan itu, dikenal sebagai angkringan Mbah Pairo. Kini, usahanya diteruskan generasi kedua, Lek Man.

Berjualan makanan dengan pikulan, temp doeloe. Inilah cikal bakal angkringan. Foto: Ist
Angkringan, dari lahirnya memang warungnya wong cilik. Foto: Ist

Benarkah Mbah Pairo sebagai perintis angkringan di Kota Gudeg? Selagi belum ada riset tentang itu, anggap saja itu benar. Yang jelas, “ngangkring” sudah menjadi semacam budaya khas Yogya, bahkan jika ditelaah lebih jauh, diam-diam angkringan dengan segala pernak-perniknya, sedang menghadapi “penjajah”, resto-resto franchise dari Barat.

Kata penjajah memang harus diberi tanda-kutip, untuk menandakan, bahwa kata itu bermakna kiasan. Kiasan untuk segala sesuatu yang “bukan asli Indonesia”, baik produknya maupun budayanya. Cekak-aos, singkat-kata, angkringan dengan budaya ‘ngangkring” di satu sisi, dan segala resto franchise dengan segala budaya impor di seberangnya,

Dalam kosa-kalimat tegur-sapa masyarakat Yogya, jamak orang bertanya, “Wis ngangkring durung?” (Sudah ngangkring belum?). Ngangkring, artinya duduk jajan menikmati minuman atau makanan di sebuah warung angkringan, baik di pinggir jalan dalam warung bertenda plastik, ataupun dalam sebuah bangunan.

Dari kata “ngangkring” itulah istilah angkringan berasal. Padanan yang mirip barangkali nongkrong. Angkring, nongkrong. Angkringan, tongkrongan. Tempat berjualan makanan dan minuman yang telah mengalami evolusi dari pikulan ke warung tenda plastik, bahkan masuk ke bangunan permanen. Yang lebih hebat, angkringan dikemas ala café.

Menjadi tidak masalah soal bentuk tempat berjualan. Sebab, penekanannya memang bukan pada tenda, warung, atau bangunannya, tetapi pada budaya ngangkring-nya. Di mana pun konsep angkringan diletakkan, ciri khasnya tidak akan pernah hilang.

Ciri utamanya adalah pada sego kucing. Nasi sekepalan tangan bayi, dengan sejumput lauk ala kadarnya: Teri, tempe orek, dan lain-lain. Lauk tambahan tersedia dalam bentuk sate telur puyuh, ceker ayam (goreng atau goreng bacem), tempe goreng, tahu, sate usus, atau kepala ayam (goreng atau bacem). Minumnya? Yang khas adalah teh tubruk, teh jahe, jeruk dengan gula batu atau gula jawa. Di sejumlah angkringan, bahkan menyediakan wedang sereh dan wedang uwuh.

Seorang ambtenaar sedang menikmati layanan makan dan minum tradisional. Foto: Ist

Belum lengkap mengunjungi Yogyakarta kalau belum ngangkring. Ngangkring bukan hanya mengenyangkan perut, ada kalanya juga mengenyangkan jiwa. Betapa tidak, di kedainya wong cilik ini, tergelar budaya kebersamaan, budaya runtuhnya sekat gap ekonomi dan profesi serta status sosial.

Tahun 70-an, tahun 80-an, kita masih menjumpai situasi di angkringan berisikan tukang becak, tukang parkir, mahasiswa, dosen, seniman dan pengusaha sekaligus. Letak kursi kayu panjang, menyebabkan semua pengunjung duduk di baris bangku yang sama. Jika ada yang merasa kurang dekat ke meja, maka tanpa ragu dia akan berdiri dan mengajak tamu yang lain sama-sama berdiri dan menarik bangku panjang lebih ke depan. Mendekat ke arah meja tempat segala hidangan tersaji.

Ada kalanya, jika pengunjung ramai, harus rela duduk berhimpit-himpit. Tangan silang-menyilang ketika yang satu mengambil lauk di ujung nampan, tamu lain menjumput lauk di nampan lain lagi. Semua mengalir tanpa basa-basi dan sungkan.

Begitu pula ketika ada satu-dua orang terlibat obrolan, tidak ragu pengunjung lain nimbrung tanpa harus memperkenalkan diri terlebih dahulu. Karena itu, ngangkring di angkringan, benar-benar kenyang jiwa-raga. Selain menu makanan yang komplet –dan tentunya murah-meriah—obrolan yang bergulir, ada kalanya melompat dari satu topik ke topik lain, tanpa ada moderator.

Sesekali, penjual sambil menggoyangkan kipas menyalakan bara arang, ikut nimbrung dalam obrolan hangat. Di mana Anda bisa jumpai, tukang becak bicara politik dengan seorang dosen? Cuma di angkringan. Pendek kata, segala topik bisa mengalir menghadirkan simfoni dinamika bangsa, hingga hiruk-pikuk rumah tangga, serta melodrama percintaan.

Foto atas dan bawah: Penulis “ngangkring” bersama dua komunitas yang berbeda. Angkringan dalam kemasan kafe juga mulai marak. Foto: Ist

Pokoknya, obrolan bermutu sampai hoax bisa terjadi di angkringan. Obrolan reliji sampai porno, berseliweran di angkringan. Semua mengalir begitu saja. Ketika Anda keluar dari tenda angkringan, Anda akan masuk ke dunia yang lain. Sedangkan dunia angkringan, tetap tertinggal asyik di sana.

Belakangan, warung angkringan tidak hanya ada di Yogya, Solo dan sekitarnya. Warung angkringan bisa kita jumpai di kota-kota besar lain di Indonesia. Di berbagai sudut Ibu Kota Jakarta misalnya, mulai muncul warung angkringan. Ia hadir sebagai alternatif kedai pecel lele Lamongan yang menjamur. Beberapa kafe di luar Yogya, tidak sedikit yang mulai menjalankan konsep angkringan.

Sayang, ekspansi angkringan tidak semasif “lawan”-nya, resto-resto impor ala franchise. Resto seperti McD, KFC, dan sejenisnya, menjamur. Tidak saja menawarkan makanan yang berbeda dengan angkringan, tetapi juga budaya yang berbeda.

Makan di resto franchise itu, penuh dengan aturan sesuai SOP masing-masing. Antre, pilih menu, bayar, baru pilih tempat duduk untuk makan. Jika Anda datang sendirian, dijamin tidak akan ada pembeli lain yang duduk mendekat, kemudian mengajak ngobrol. Jika Anda datang berdua, bertiga atau berempat, Anda akan duduk di satu meja dengan dua, tiga, empat kursi. Tidak akan ada interaksi dengan pengunjung di meja-kursi sebelah. Kaku. Sunyi. Hanya perut yang terisi.

Di negara asalnya sendiri, makanan ala Barat itu disebut junk food, yang artinya makanan bergizi rendah. Akan tetapi dengan kemasan lifestyle dan ruangan yang sejuk ber-AC, masyarakat rela mengonsumsi makanan rendah gizi dengan harga yang lima-enam kali lipat lebih mahal dari menu angkringan. Dalam situasi itulah, angkringan tampak seperti pejuang lemah yang tengah berjuang melawan penjajah.

Selamat berjuang, kring…. Angkring…. ***

Tags: angkringanjayakartanewskuliner yogyakartamakanan rakyatwedangan
Share218Tweet137
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
KSP Bukan “Kepala Sadap Presiden”

KSP Bukan “Kepala Sadap Presiden”

November 5, 2026
Kalah dalam Pemilu Sela, Trump Tuding Perang Iran Penyebabnya!

Kalah dalam Pemilu Sela, Trump Tuding Perang Iran Penyebabnya!

November 5, 2026
Barantin dan KP2MI Bersinergi Lindungi PMI, Siapkan Layanan Karantina Terpadu

Barantin dan KP2MI Bersinergi Lindungi PMI, Siapkan Layanan Karantina Terpadu

November 4, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version