Tengkleng Gajah, Sensasinya tuh di Sini

Tengkleng adalah nama makanan khas Solo. Tidak ada sejarah yang pasti mengenai asal-usul nama tengkleng. Tapi besar kemungkinan nama itu berasal dari bunyi suara akibat benturan tulang dengan piring (seng). Maklumlah… menu ini konon sudah ada sejak zaman penjajahan, ketika rakyat jelata makan tidak pakai piring beling, melainkan piring seng. Rakyat hanya kebagian makan tulang […]Read More

Ingkung Ayam di Rerimbunan Pandan

PERNAH dengar istilah ayam ingkung? Ayam kampung yang dimasak secara utuh (tidak dipotong-potong). Masyarakat Jawa sangat akrab dengan tradisi ingkung. Menu ini, biasanya disajikan pada momen-momen penting keagamaan atau perayaan hari penting. Pendek kata, kalau ada ayam ingkung, artinya ada acara istimewa. Itu dulu. Sejarahnya memang begitu. Berasal dari kata “manekung” atau khusuk berdoa kepada […]Read More

Kisah Angkringan Melawan “Penjajah”

ALKISAH, bangsa kita masih terjajah. Ketika itu, pemilik sah negeri yang disebut inlander, susah mencari nafkah. Di antara pencari nafkah adalah penjual nasi bungkus dan wedang pikulan. Kondisi ini bahkan masih terjadi ketika Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Syahdan, sekira tahun 50-an, seseorang bernama Pairo […]Read More

Silol: Luna Maya, Scooter, dan Kopi Enak

SEBELUM balik ke Jakarta, saya singgah di Silol. Restoran baru di Yogyakarta, persis di depan kantor biro Kompas dan toko buku Togamas. Terakhir saya ke Yogya sekitar empat bulan lalu, Silol belum selesai dibangun. Masih ditutup pagar tinggi. Hanya tertulis: segera hadir pusat kuliner baru. Silol termasuk restoran yang besar. Dan keren. Di sinilah tempat […]Read More

Sate Sapi di Sentral Perak

PERNAH makan sate sapi? Sebagian penikmat sate menyebut, sate sapi “kurang nendang”. Sebagian yang mulai berpikir mengenai kolesterol atau darah tinggi, sate sapi justru menjadi pilihan pertama, dibanding sate kambing. Maaf, sate ayam, sate kelinci, sate ular dan sate-sate lain tidak dibahas di sini. Adalah Pasar Beringharjo Yogyakarta yang terkenal dengan penjual sate sapi. Pendek […]Read More

Ayam Kemanggang Mbah Cemplung

PILIH mana, ayam kampung atau ayam potong? Kalau Anda pilih ayam potong, saya pilih ayam kampung. Kalau Anda pilih ayam kampung, artinya kita satu selera. Rasa dagingnya jauh lebih gurih dibanding ayam potong. Yang ini mudah sekali ngetesnya. Goreng dua jenis ayam itu tanpa bumbu, lalu santaplah. Jika tanpa bumbu saja sudah gurih, apalagi kalau […]Read More

Lek Min, Angkringannya Seniman Yogya

ANGKRINGAN Lek Min di daerah Bugisan, Yogyakarta boleh dikata “anak kecil aja taau….” Lokasinya persis di tepi Sungai Winongo, di tepi Jalan Prapanca. Lebih tepat lagi, lokasinya diapit dua aliran sungai dan anak sungai. Keduanya mengalir dengan sangat jernih, lagi bersih. Melihat bangunannya, lebih pas disebut warung. Apa mau dikata, orang terlanjur menyebut angkringan. Dan […]Read More

Kenangan Indah Teh Tubruk Kaleng Blirik

KISAH Kopi Klotok, Yogyakarta sudah begitu banyak ditulis. Benar, inilah salah satu tujuan kuliner favorit. Letaknya yang berada di ketinggian Jalan Kaliurang Km 16, Pakem, membuat suasananya lumayan sejuk. Ditambah, jika langit cerah, kita bisa memandang ke utara, ke pucuk Gunung Merapi yang terkenal dengan “wedus gembel”-nya. Keunikan lain dari Warung Kopi Klotok adalah lokasi […]Read More

Evolusi Bakmi Kesukaan Pak Harto

PEREMPATAN Gondomanan ke timur sekitar 500 meter, sebelum (eks) bioskop Permata, belok kanan 20 meter, sampailah Anda di rumah makan bakmi Jawa yang terkenal dengan nama “Bakmi Kadin”. Embel-embel nama Hj Karto sebagai perintis dan Rochadi di bawah nama Bakmi Kadin, sebenarnya hanya penunjuk sang pemilik yang sudah turun generasi. Inilah bakmi favorit mendiang Presiden […]Read More

Balada Gerimis di Utara Stasiun Tugu

RODA kehidupan berputar, kadang di atas kadang di bawah. Kalimat itu hanya sebuah pepatah. Sama sekali tidak punya makna bagi yang pandir memetik hikmah. Akan tetapi, menjadi sarat arti bagi penjual kopi yang satu ini. Namanya Yono. Lengkapnya, Maryono (50), penjual kopi jos di utara Stasiun Tugu, Yogyakarta. Kalau saja kota Yogya tidak gerimis sepanjang […]Read More