Ketua DPRD DKI: KoPHI Bisa Giatkan Hoki Lagi

 Ketua DPRD DKI: KoPHI Bisa Giatkan Hoki Lagi

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang juga mantan atlet hoki DKI, sebagai kiper, menuju karpet biru untuk menjajal lapangan. Prasetio didampingi Rektor IBM ASMI Dr Freddy J Rumambi MM (di belakang), pehoki Pingkan D Frederik , dan Rina Ginting dari KoPHI–foto istimewa

Tim KoPHI–Komunitas Pecinta Hoki Indonesia–di stadion hoki Pintu VII Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyambut baik Komunitas Pecinta Hoki Indonesia (KoPHI) yang menjadi wahana para atlet senior untuk menggiatkan hoki kembali. KoPHI hendaknya melibatkan dan membina sekaligus memotivasi para junior hoki untuk berkembang dan berprestasi. Masa muda “bandel” itu wajar tapi kemudian harus punya prestasi. Prestasi itu bisa dari berbagai bidang termasuk olahraga.

Dikatakan, adanya lapangan hoki karpet biru di Pintu VII areal GBK Senayan yang 2 Desember 2017 lalu diresmikan Presiden Jokowi bisa dimanfaatkan para atlet hoki di berbagai segmen usia.

“Ayo para atlet yang masih duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi khususnya yang di DKI, galakkan lagi latihan-latihan hoki lapangan, lalu ikuti kompetisi, kita sudah punya fasilitas dua lapangan karpet berstandar internasional, jangan sia-siakan,” demikian pesan Prasetyo, yang dulunya atlet hoki, ketika hadir dalam acara “Main Hoki Bareng dan Silaturrahim di Senayan Jakarta, Minggu (25/2).

Acara ini dihadiri oleh sekitar 140 pehoki, terdiri dari mantan pehoki nasional dari Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Padang, serta pehoki dari SMAN 16 dan London School (sparring partner).

Prasetyo yang mantan atlet hoki DKI dari Klub Star era tahun 1980-an itu melanjutkan, lapangan hoki karpet itu nanti akan digunakan Asian Games ke-18 pada Agustus-September. Dia berjanji akan memfasilitasi kebutuhan tim-tim hoki yang ingin menggunakan lapangan itu melalui Sekretariat Negara sebagai pengelola GBK.

Dalam kesempatan itu hadir juga Rektor IBM ASMI Kampus Ungu Dr Freddy J Rumambi MM yang ikut mendukung kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan KoPHI. “Saya juga mantan atlet nasional taekwondo, anak-anak saya juga olahragawan, jadi sudah sangat mengerti urusan olahraga. Apalagi pendiri ASMI Kak Benny Tengker memang sejak dulu hingga kini sangat mendukung olahraga hoki, silakan rancang kegiatannya,” katanya.

Salah satu mantan atlet nasional dari ASMI, Pingkan D Frederik mengatakan sangat mendukung dan senang dengan adanya KoPHI. Selain bisa bertemu lagi dengan kawan lama dari berbagai kota, bisa sekadar bermain hoki lagi, juga ingin terlibat memberi semangat olahraga kepada generasi muda.

KoPHI dibentuk 25 November 2017 di Lapangan Hoki Cikutra Bandung yang diprakarsai oleh para mantan atlet hoki Ella Relawati (ketua), Keke Annelisa Amangku, Rina Ginting, Entin Karyadi, Leni Marliani, dan Ririn Utari Prabowo.

Ella menjelaskan, KoPHI terbentuk karena adanya keinginan para mantan atlet hoki yang berusia 40 tahun ke atas ingin bermain fun hoki dan mengikuti festival hoki, yang aturan permainannya disesuaikan dengan usia.

“Kegiatan festival hokinya ada, pemain hoki seniornya juga ada walau berada di berbagai kota, yang belum ada itu adalah komunitas atau wadah untuk mengumpulkan dan mengurusi para senior hoki itu. KoPHI terpanggil untuk itu, dan bila berkembang akan dilanjutkan dengan pembinaan kepada para junior, serta mengadakan berbagai event hoki.***

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.