• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Domba-Domba Reformasi

Domba-Domba Reformasi

September 8, 2023
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 7, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 7, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

October 5, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

October 5, 2026
Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

October 5, 2026
Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

October 5, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 7, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, October 7, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya Buku & Sastra

Domba-Domba Reformasi

by admin
September 8, 2023
in Buku & Sastra, Feature
1
Domba-Domba Reformasi
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pertaruhan etis

dalam perilaku politik

eksponen Reformasi 1998

Seno Gumira Ajidarma

Berbagai gejala dalam perilaku politik sejumlah eksponen Reformasi 1998, mengingatkan kepada judul lakon yang sampai hari ini masih populer: Domba-Domba Revolusi. Namun seberapa jauh lakon berlatar situasi tahun 1948 itu analog dengan situasi pada 2023 kini?

Pada 1962, naskah drama Domba-Domba Revolusi gubahan B. Soelarto (1936-1992) untuk kali pertama dimuat majalah Sastra, lantas dinyatakan pula sebagai naskah drama terbaik dalam Sastra tahun itu. Dihubungkan dengan perjuangan kemerdekaan, sebagai ‘revolusi fisik’, dapatkah kiranya naskah tersebut dianggap sebagai representasi atas kondisi kemanusiaan—jika bukan manusia Indonesia—yang berlangsung tahun 1948, ketika situasi konflik belum selesai, 14 tahun sebelumnya?

Dalam dunia teater, seperti yang dengan sangat seringnya diungkap Wiratmo Soekito, sebetulnya berlaku prinsip hic et nunc (kini dan di sini): kapan dan di mana pun cerita bermain, peristiwa teater itu berlangsung pada saat pementasan, dengan segenap konsekuensi penafsirannya.

Situasi dramatik di panggung, yang antara lain dibangun konflik, terhubung dengan situasi di luar panggung. Penguasa dalam lakon misalnya, terbandingkan dengan penguasa saat lakon dimainkan, dalam penafsiran publik. Melalui situasi di panggung, publik terlibat ke dalam situasi aktual.

Naskah asli Domba-Domba Revolusi, sebelum dimuat Majalah Sastra pada 1962
(© 1962 B. SOELARTO / PERPUSTAKAAN NASIONAL)

Maka, publikasi Domba-Domba Revolusi mungkin tidak terlalu perlu diberlakukan sebagai dokumen sosial situasi revolusi 1948, melainkan situasi semasa tahun publikasinya, 1962, ketika iklim politik teramati seperti berikut: … perkembangan politik dan konstitusional-institusional di Indonesia dari 1957 sampai awal 1960-an didasarkan atas kesesuaian parsial kepentingan-kepentingan politik, ideologis, pribadi, materiil … (Sundhaussen, 1988: 279).

Apakah analogi yang sama dapat berlangsung, apabila lakon tersebut dimainkan kembali hari-hari ini?            

Pertaruhan Etis dalam Revolusi

Kejadian drama ini berlangsung di sebuah losmen yang dimiliki peran Perempuan. Peran para penginap di losmen itu, terjebak situasi konflik bersenjata, sampai kepada berbagai pertaruhan etis untuk melanjutkan hidupnya. Peran-peran itu adalah Petualang (tukang obat yang memuja akal untuk menipu), Pedagang (yang hidup demi kenikmatan duniawi), Politikus (yang tak ragu mengorbankan rakyat demi spekulasi), dan Penyair (yang lugu sekaligus naif).

Dalam keadaan Kotatengah terkepung musuh, yang nyaris akan menguasainya, dibutuhkan tenaga setiap laki-laki yang sehat untuk mempertahankan kota. Namun imbauan yang nantinya akan diteruskan oleh Penyair itu ditertawakan oleh ketiga peran laki-laki lain, karena makna hidup mereka bukanlah berkorban demi kemerdekaan, melainkan membela kepentingan masing-masing.

Pedagang dan Politikus saling terikat, karena Pedagang mengantongi tagihan atas dana dari pemerintah yang belum turun, dan Politikus itu mempunyai kekuasaan untuk bisa mencairkannya, dengan komisi. Sebagian dari komisi itu bahkan sudah diterimanya. Itulah sebabnya Pedagang dari Kotautara terus menempel Politikus, yang disebut Pemimpin, menuju Kotaselatan, ibu kota darurat tempat dana itu bisa dicairkan. Namun kini mereka terjebak dalam losmen di Kotatengah tersebut, padahal Politikus itu membawa dokumen rahasia.

Akan halnya Petualang, yang juga disebut profesor-tabib, dengan ilmu kibul berhasil membujuk Pedagang itu untuk meninggalkan Politikus, karena tiada artinya mengorbankan nyawa jika sudah kaya di Kotabarat; dan Politikus yang bermaksud mengawini gadis ningrat di Kotautara, dianjurkannya untuk menembus kepungan musuh, dengan jaminan bahwa sang Petualang bisa berdiplomasi.

Dalam kenyataannya kedua orang itu mati tertembak, dalam arti terumpankan: dendam Petualang atas spekulasi Pemimpin yang mengorbankan rakyat terbayar; sedangkan Pedagang yang sudah beristri tiga ditipunya, bahwa akan mendapat Perempuan pemilik losmen, jika surat tagihan dana ke pemerintah diberikan kepadanya.

Dengan surat dan kunci kotak perhiasan milik Pedagang, ia pun kembali ke losmen, merayu Perempuan pemiliknya, yang meski mencintai Penyair tapi lebih mencintai lagi losmen itu, tempatnya mendapat arti hidup. Cinta penyair itu pun tak bisa disambutnya, karena dirinyalah ibu tiri yang meninggalkan ayah Penyair, sehingga hidup Penyair menderita.

Sedangkan minat Petualang itu kepada Perempuan pun menjadi tanda tanya, ketika muncul Serdadu yang menagih janji, seolah Petualang telah menjadikan Perempuan itu bayaran atas nyawanya.

Akhirnya justru Perempuan itulah yang membunuh kedua-duanya, dengan catatan: “Janganlah hanya karena aku secara kebetulan membunuh seorang pengkhianat dan serdadu musuh, lalu aku dinilai sebagai pahlawan.” (Soelarto, 1985: 52).

Semestinya Serdadu (tergeletak, rambut pirang, bertopi baja)
adalah korban terakhir, karena Petualang (berdiri) dibunuh lebih dulu
(© 1967 R. CHANDRA MUSA / BALAI PUSTAKA – Remaster: ERWIN PRIMA ARYA)

Antara Revolusi dan Reformasi

Pengertian revolusi memang perubahan cepat, jika bukan mendadak, sebagai perubahan besar, seperti dalam kasus kemerdekaan Indonesia, walaupun kalau dilihat sejak tahun 1908 (Boedi Oetomo), atau 1928 (Soempah Pemoeda), perubahan kesadaran itu lebih evolusioner.

Adalah perubahan mendadak sejak masuknya Jepang pada 1942, dan konflik bersenjata yang menyusulnya pada Clash I dan Clash II (1945-1949) menghadapi Belanda, melahirkan istilah ‘revolusi fisik’. Ini membuat pemahaman lebih umum sebagai ‘revolusi kemerdekaan’ lantas diterima.

Dalam situasi revolusioner, dan kemapanan nilai terguncang, pertimbangan etis menjadi rawan, karena posisi tak terhindarkan atas oposisi kami dan mereka, sebagai kawan dan lawan, dan seterusnya. Dalam reformasi, walau jelas terbedakan dengan revolusi, dan tiada guncangan meruntuhkan, bahkan oposisi kami dan mereka sebagai kawan dan lawan dihindarkan, pertimbangan etis tetap menjadi batu ujian.

Etika adalah usaha manusia untuk memakai akal budi dan daya pikir, untuk memecahkan masalah bagaimana ia harus hidup kalau ia mau menjadi baik. Dalam klasifikasinya, terdapatlah yang disebut etika situasi, bahwa setiap orang dan setiap situasi adalah unik, sehingga tanggung jawabnya tidak dapat disalurkan melalui norma dan peraturan moral umum. Setiap situasi adalah baru, maka setiap orang dalam setiap situasi harus secara baru dan kreatif menemukan tanggung jawab dan kewajibannya (Magnis-Suseno, 1997: 17, 104-5).  

Dalam Domba-Domba Revolusi, tantangan seperti itulah yang dihadapi para peran: situasi unik di medan konflik. Dalam kebebasan masing-masing, tanggung jawab hanya dapat diberikan oleh peran Perempuan dan Penyair, tentang kesiapan mereka untuk mati dalam pilihan mereka; sedangkan sikap Politikus, Pedagang, dan Petualang, yang mendahulukan kepentingan pribadi, dalam situasi genting bagi perjuangan kemerdekaan bersama, kebebasan pilihan etis mereka tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Domba-Domba Reformasi

Pertimbangan etis para eksponen Reformasi 1998, setelah 25 tahun berlalu, kiranya berada pada posisi-posisi yang juga menuntut pertimbangan etika situasi secara kritis. Bahwa meskipun situasi baru membebaskan untuk bersikap kreatif di luar etika normatif, terdapat postulat yang tak dapat digugurkan dalam padan oposisinal unik: garis pemisah oposisi biner 1998. Tentu menarik untuk mendengar argumen pertanggungjawaban, ketika garis pemisah itu dilangkahi, untuk tidak mengatakan diseberangi.                       

Makna domba-domba dalam drama ini terbaca dari kalimat terakhir Perempuan yang menutupnya: “Tuhanku, ampunilah arwah mereka yang kubunuh dan yang akan membunuh aku. Ampunilah arwah domba-domba revolusi yang sesat!” (Soelarto, op.cit., 52).

Situasi 1948, dari 1962 ke 2023,
drama akan hadir dalam situasi kini dan di sini
(© 1967 R. CHANDRA MUSA / BALAI PUSTAKA – Remaster: ERWIN PRIMA ARYA)

Manusia bagai domba-domba yang digembalakan dalam perjalanan hidupnya. Rupanya dimungkinkan, betapa di antara domba-domba itu ada yang keluar dari kumpulan, dan tersesat.

Perlukah dipentaskan drama baru Domba-Domba Reformasi untuk menyadarkannya?

SENO GUMIRA AJIDARMA
Partikelir

Tags: b soelartobalai pustakadomba-domba revolusijayakartanewsseno gumira ajidarma
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version