Yang Unik, Menarik, dan Istimewa

 Yang Unik, Menarik, dan Istimewa
Sebagian rombongan “Jayakarta Tour de Jogja” yang naik kereta api. Foto diambil saat kereta berhenti di stasiun Purwokerto. (foto: dok pri)

JAYAKARTA NEWS – Rapat Kerja sekaligus peringatan 2 tahun Jayakarta News, disatupaketkan dalam kemasan acara “Jayakarta Tour de Jogja”, tanggal 1 – 4 Februari 2019. Kesan-kesan mereka sungguh menarik. Ada yang ternyata memancing memori lama. Ada yang merekam keistimewaan di banyak hal. Banyak pesan tersirat, banyak kenangan terbingkai indah.

Berikut kesan dari dua peserta yang dirangkum: Aliefien dan Gde Mahesa. Kesan lain, turun dalam judul-judul terpisah.

Aliefien, menikmati indahnya pantai selatan Yogyakarta. (foto: dok pri)

 Dua Unik dan Menarik

Aliefien Sutopo menuliskan kesan-kesan mengikuti Tour de Jogja dalam tiga paragraf. Sangat pendek untuk ukuran seorang penulis atau wartawan. Pertama-tama, ia mengukuhkan predikat Yogyakarta sebagai Kota Istimewa. Terlebih ketika nuansa istimewa pun memenuhi rongga perasaannya selama di sana.

Lebih spesial, ia menyebut dua orang yang dinilainya unik dan menarik yang dijumpainya di Yogya. Mereka menjadi bagian dari keistimewaan gathering Jayakarta News tahun ini. Nama pertama adalah Dr Aqua Dwipayana. Nama kedua adalah Agus Purwantoro yang biasa kami sapa Hafez. “Mereka adalah dua orang yang terpilih menjalankan peran menantang sebagai manusia di bumi ini,” tulis Aliefien.

Aqua adalah orang yang terberkati untuk melalui jalan hidup yang kini ditempuh. Bermula dari menjalani profesi sebagai jurnalis, kemudian menjadi motivator, dan memperdalam ilmu komunikasi hingga meraih gelar Doktor. Hidup dan kehidupannya didedikasikan untuk bersilaturahmi, berbagi, dan berbuat baik serta berpikiran positif terhadap semua orang. Berbagai pengalaman dengan Aqua, ia rasakan sebagai sebuah keistimewaan tiada tara.

Berbicara pada event yang berbeda, Agus Hafez masih seperti dulu. Pelaku yoga ini tetap dengan gayanya yang kalem, pola hidup sederhana, dan menjalani hidup laksana aliran air di Kali Kuning, Kaliurang, Yogyakarta. Sebagai punggawa desk Luar Negeri Harian Jayakarta, Hafez mendadak “menghilang”, raib seperti ditelan bumi. Itu terjadi sekitar tahun 1996.

Malam itu, Hafez berkesempatan mengilas balik sekaligus mengklarifikasi ihwal mengapa ia menghilang. Sungguh sebuah perjalanan hidup yang sangat menarik. Pendek kata, kedua tokoh itu sangat menginspirasi, dan menjadikan gathering ke Yogya menjadi makin istimewa.

Aliefien berharap pada pertemuan-pertemuan selanjutnya akan banyak kisah-kisah menginspirasi yang memberikan banyak manfaat. “Saya merasa bersyukur berkesempatan hadir bersama awak Jayakarta News. Semoga Jayakarta News makin maju. Merdeka!” tutup Aliefien dalam tulisan kesan-kesannya.

***

 

Gde Mahesa (koresponden Jayakarta News Yogyakarta, bersama Monang Sitohang (koresponden Jayakarta News Medan). Di belakang tampak Irawati. Foto diambil saat Mahesa menjemput rombongan Jayakarta Tour de Jogja, 1 Februari 2019 di Stasiun Tugu, Yogyakarta. (foto: dok pri)

Saudara Baru yang Istimewa

Sama pendeknya dengan kesan Aliefien, dituliskan wartawan Jayakarta News di Yogyakarta, Gde Mahesa. Pria berbadan kekar ini pertama-tama mengatakan, “Bergabung dengan kerabat Jayakarta adalah berkah. Di antara semua berkah, maka berkah terbesar adalah mendapatkan saudara baru yang istimewa. Lengkap jadinya. Saudara istimewa, bertemu di Yogya Istimewa.”

Ia merasa senang, meski merasa kurang. Kurang maksimal dalam berperan sebagai tuan rumah. Gde Mahesa ikut menjemput rombongan setiba di Stasiun Tugu Yogyakarta. Ia juga membantu panitia mengurus sejumlah perubahan jadwal kepulangan peserta dengan wira-wiri ke Stasiun Tugu.

“Saya berharap, ada kesempatan lain untuk bisa berbuat lebih buat saudara-saudaraku Jayakarta yang istimewa. Pesan moral pak Aqua Dwipayana sungguh membuat saya merasa belum berbuat apa-apa,” tulis Mahesa dalam kesan-kesannya.

Tak lupa, ia mengajak segenap keluarga besar Jayakarta untuk bersama-sama setia berkarya, mengerahkan daya kreativitas, menjadikan Jayakarta News menjadi media istimewa, seistimewa Yogyakarta. (rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *