“The Dream Team” di Lembah Depok

 “The Dream Team” di Lembah Depok
Sensei Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo sedang melatih karateka dojo The Dream Team, Griya Lembah Asri, Depok. Foto: Taofik Hidayat

“KARATE sudah seperti agama kedua bagi saya,” cetus Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo, di kediaman Griya Lembah Asri, Depok, kemarin (8/9). Hari itu, Kikiek mengenakan “dogi” (baju karate). Sementara, tak jauh dari rumahnya, tergelar matras dengan backdrop “The Dream Team”.

Hari itu, Prof Kikiek tengah punya hajat sederhana…. selamatan atas berdirinya dojo karate-do “The Dream Team”. Sebenarnya bukan berita aneh, apalagi kalau melihat sepak terjang Kikiek di dunia karate yang sudah puluhan tahun. Bahkan dua kali menjabat Sekjen INKAI (Institut Karate-Do Indonesia).

INKAI adalah seni beladiri yang berasal dari negeri sakura Jepang. INKAI didirikan atau dipelopori oleh salah satu guru besar Karate Indonesia, Sabeth Muchsin pada tanggal 15 April 1971.

Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo berrsama empat karateka binaannya, serta tamu kehormatan dari China Taipei. Foto: Taofik H

Di luar aktivitas yang begitu padat –dan beragam– Prof Kikiek tidak pernah meninggalkan karate, dan INKAI tentunya. Dengan mendirikan dojo di Griya Lembah Asri Depok, menegaskan komitmen yang tinggi terhadap kelangsungan pembinaan atlet karate di Indonesia.

“Saya sampai lupa, sudah berapa banyak anak asuh saya di karate. Termasuk peraih medali emas Asian Games kemarin. Saat ini The Dream Team setidaknya sudah punya modal empat karateka junior yang berpeluang jadi atlet berprestasi,” ujar Kikiek.

Alya dengan banyak medali yang telah diraihnya. Foto: Taofik H

Merekalah: Alyanti Novita, Dayinta Sovia Nabila, Anggun Dyah, dan Putra, empat mutiara yang tengah dipoles dengan tekun oleh Prof Kikiek. Jika mereka adalah kohei dan senpei, adik dan kakak seperguruan, maka Prof Kikiek-lah yang menjadi sensei (guru), sekaligus “ayah” bagi mereka. Di luar matras, mereka tak segan bermanja-manja dengan sang “ayah”, lengkap dengan panggilan “Dad” (daddy).

Di bawah asuhan Sensesi Kikiek, prestasi demi prestasi mereka torehkan. Alya maupun Sovia, berulang kali menyabet juara pertama kejuaraan karate tingkat nasional. Demikian pula Anggun. Sedangkan Putra, adalah kohei alias adik seperguruan yang memang masih dalam gemblengan. “Tapi bakat dan minatnya luar biasa. Putra juga akan berprestasi seperti kakak-kakaknya,” ujar Kikiek mantap.

Alya dan Sovia. Foto: Taofik

Tak lupa, terhadap bibit-bibit karateka tadi, Kikiek selalu berpesan untuk senantiasa mengingat motto “Kekuatan dipergunakan sebagai pilihan terakhir, dimana kemanusiaan dan keadilan tidak dapat mengatasi. Tetapi apabila kepalan dipergunakan dengan bebas tanpa pertimbangan, maka yang melakukan akan kehilangan harga diri dihadapan orang lain” (Gichin Funakoshi).

“Memutuskan siapa yang menang dan siapa yang kalah bukanlah tujuan akhir dari karate-do. Karate-do adalah seni perkasa untuk membina kepribadian melalui latihan, sehingga karateka dapat mengatasi setiap tantangan nyata maupun tidak nyata,” ujar Kikiek mengutip filosofi karate-do.

OSH !!! ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *