Tags : harian jayakarta

Feature

Selamat Jalan, “Ponce”

JAYAKARTA NEWS – Perawakannya sedang. Dengan rambut disisir rapih membentuk jambul tipis kebelakang, ia terlihat gagah. Rambut itu selalu diolesi pomade, sehingga mengkilap dan licin. Terkena angin ajeg tak morat-marit, sehingga saya yakini sehari penuh cukup sekali menyisirnya, yakni saat pagi hendak ke kantor. Itulah yang terlintas pertama saat mengenang Poniman. Cukup lama saya bersahabat, […]Read More

Feature

Kupanggil Dia “Jendral”

In Memoriam Poniman TIBA-TIBA ada pegawai baru di meja Sekretariat Redaksi Harian Jayakarta sore itu, ketika saya datang hari Sabtu. Ruang redaksi sepi karena Sabtu memang libur sebab esok koran tidak terbit. Atok (T. Pramugiarto, staf sekretariat redaksi) lalu memperkenalkan, tapi Poniman sendiri yang menyebut namanya seraya bersalaman. Atok Sabtu itu menemani Poniman mengarahkan tugas […]Read More

Feature

Dugaan Kelam yang Terpatahkan

JAYAKARTA NEWS – Jumat, 1 Februari pukul 18.15 WIB aku berangkat dari rumah menuju Wisma Ainard di Jalan Miliran Yogyakarta. Ojek online menjadi pilihanku untuk menjangkau tempat pertemuan dengan kawan-kawan lama mantan wartawan Koran Jayakarta itu. Sopirnya muda. Tenang pembawaannya. Terang kulitnya. Tinggi perawakannya. Wajahnya persis pemenang kasting aktor pangeran dalam film Cinderalla.  Andai ia […]Read More

Kolom

Getar Ponsel Tengah Malam

JAYAKARTA NEWS – Malam sudah larut, saat Commuterline yang saya tumpangi tiba di Stasiun Bekasi. Mendadak ponsel di saku celana bergetar. Bikin selangkangan geli-geli kaget. Satu nomor di layar muncul. Tak saya kenal. Heran juga. Siapa tengah malam begini telepon. Pasti penting, pikir saya. Jadilah saya pun menjawab panggilan di ponsel. Padahal setengah mengantuk. Tadi […]Read More

Kolom Profil

Ingin Santap Semua Makanan Lezat

Oleh Roso Daras SEWINDU satu kantor dengan almarhum Herman Hakim Galut, saya hanya terkesan satu hal: Dia orang yang serius. Serius saat bekerja. Serius saat rapat redaksi. Bahkan serius saat bercanda…. Sungguh, saya baru mendapat perspektif yang berbeda tentang Herman Galut, justru ketika berbincang lewat whatsapp dengan Heny, putri semata wayang yang meninggalkan tempat tinggalnya […]Read More

Kolom Profil

Ingat Gang Arus, Ingat Herman Galut

Oleh Joyce Djaelani ‘Melangkahkan kaki ke kantor Harian Jayakarta di Gang Arus di tahun 1989, saya sebenarnya hanya dengar bahwa ada yang membutuhkan bantuan menterjemahkan berita dari Bahasa Inggris ke Indonesia. Dan, di Jayakarta, saya sudah ditunggu untuk bertemu orang yang bernama Herman Hakim Galut. Jadi pulang kuliah, berangkatlah saya ke Gang Arus. Sesampainya di […]Read More

Profil

Perintah Meliput Pembunuhan Rajiv Gandhi dari Herman Galut

Oleh Diana Runtu Membaca tulisan obituari teman-teman tentang Herman Hakim Galut, mendadak membuka memori saaya ketika bekerja di media yang sama: Harian Jayakarta. Sebagai senior, Herman Hakim Galut sudah menduduki pos Redaktur Internasional ketika saya bergabung, awal tahun 90-an. Di Jayakarta, sebelum menduduki posisi redaktur, saya sudah bertugas di berbagai bidang liputan, antara lain liputan […]Read More

Kolom Profil

Herman Galut, Sebelum dan Setelah VOA

Oleh Eddy Koko Lama tidak ketemu. Tiba-tiba 2003 (kalau tidak salah) Herman Hakim Galut datang ke Radio Trijaya. Itu waktu masih di Kompleks RCTI Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Dengan gayanya yang bludas-bludus dia masuk. Saya cari Eddy Koko, cerita resepsionis. Kaget saya Herman datang. Tanpa prolog dia langsung bicara, tolong ajari saya soal radio. Lah, […]Read More

Kolom Profil

Ingat Bung Hakim Galut, Ingat “Bang Jaya”

Oleh Sri Iswati Sekecil apa pun, atau sesederhana apapun karya orang, jika dihargai tentu akan senang. Jika momen penghargaan itu tepat disampaikannya,  akan selalu dikenangnya. Setidaknya tak akan lupa. Inilah catatan kecil saya terhadap kawan  kita, Herman Hakim Galut, yang dulu awal tahun 1990-an bersama kita bekerja di Harian Jayakarta, Jalan Arus, Jakarta Timur. Lewat […]Read More

Feature

“Jayakarta”, Kenangan 26 Tahun Lalu

LOGO ‘’Jayakarta News’’ yang berwarna biru dengan font putih itu tiba-tiba membawa saya pada kenangan lama: 26 tahun lalu. Saat itu, namanya hanya ‘’Jayakarta’’ saja. Kenangan saya terhadap ‘’Jayakarta’’ sungguh mendalam. Sebab, inilah salah satu koran yang membuat saya bisa membiayai kuliah. Bisa membuat saya menjadi ‘’pengusaha’’ semasa berstatus mahasiswa. Saat kuliah di Fakultas Hukum […]Read More