Pemakzulan Haramkan Trump Kembali Lagi ke Gedung Putih

 Pemakzulan Haramkan Trump Kembali Lagi ke Gedung Putih

Presiden Donald Trump [Foto: Tangkapan layar The Telegraph/Youtube]

JAYAKARTA NEWS – Masa depan politik Presiden AS Donald Trump mengalami pukulan telak pada Rabu waktu Washington, setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS memakzulkannya untuk kedua kalinya. Ini adalah peringatan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang berpotensi Gedung Putih akan menjadi  tertutup selamanya bagi Trump.

Sepuluh anggota parlemen dari Partai Republik “menyeberang” untuk   bergabung dengan semua anggota Partai Demokrat di DPR. Mereka menyatakan bahwa Trump pantas dicopot dari jabatannya, karena menghasut aksi pemberontakan, dan itu menjadi penyebab kejatuhan pemimpin AS yang memalukan.

Trump gagal dalam  mengelola pandemi virus korona, namun tetap membujuk agar para pemilih tetap  mempertahankannya di Gedung Putih.  Tetapi yang sangat disesalkan dan dikecam adalah, presiden justru memberi ide  aksi serangan dengan kekerasan dan konspirasi di alam demokrasi Amerika.

Pukulan balasan terhadap Trump terjadi setelah aksi pemberontakan 6 Januari di Capitol. Pukulan itu terjadi dengan cepat, dan menciptakan ujian yang belum pernah terjadi sebelumnya dari kekuasaannya sejak ia berkuasa pada 2016. Kerusuhan Capitol yang dipicu oleh hasutan Trump telah memicu gelombang pengunduran diri para pejabat kunci di pemerintahannya, yang juga menyebabkan diberangusnya akun Trump di  Twitter. Kerusuhan itu juga telah mendorong para pemimpin perusahaan untuk menangguhkan sumbangan kepada Partai Republik yang “menjual” tuduhan palsu tentang penipuan pemilih yang meluas.

Kini Senat AS  untuk kedua kalinya harus mengadakan persidangan pemakzulan Trump, dan itu kemungkinan dilakukan setelah Trump meninggalkan jabatannya. Hasilnya dapat menghalangi Trump untuk mencari jabatan federal lagi. Ambisi Trump untuk berlaga pada Pilpres mendatang, akan tertutup.

Beberapa senator dari kubu Republik telah mengatakan pendirian mereka tentang masalah ini. Pemimpin GOP, Mitch McConnell dari Kentucky, menyatakan tetap membuka kemungkinan dia akan memberikan suara untuk menghukum dalam sebuah surat kepada rekan-rekannya pada hari Rabu.

Terlepas dari bagaimana hasilnya nanti, peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sepekan ini  telah mengguncang pilar-pilar politik Amerika. Situasi ini jelas memberi sinyalemen  yang sulit di masa mendatang  bagi Partai Republik.

Pemakzulan Trump akan memperkuat statusnya sebagai martir di antara para pengikutnya yang paling setia, yang menganggap langkah itu sebagai upaya terbaru Washington untuk menyerang dan melemahkan orang luar yang mengancam status quo. Tetapi beberapa politisi Partai Republik, termasuk  anggota parlemen Liz Cheney, Adam Kinzinger dan John Katko, berbicara dengan tegas menentang tindakan Trump dan memilih untuk mendakwa presiden.

“Ini adalah suara hati nurani,” kata Cheney pada Rabu di washington. “Ini adalah salah satu pandangan yang berbeda dalam konferensi kami. Tetapi bangsa kita menghadapi krisis konstitusional yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan sejak terjadinya Perang Saudara. Itulah yang perlu kami fokuskan. “

Beberapa anggota partai, bagaimanapun, masih mencoba untuk memilih melakukan langkah dua arah. Mereka memang membenci untuk membela tindakan Trump, tetapi mereka  berpendapat bahwa pemakzulan justru merusak seruan Presiden terpilih Joe Biden agar negara itu bersatu setelah Pilpres  yang telah melemahkan bangsa. Trump dimakzulkan dengan suara 232-197.

Peringatan larangan melewati batas di Capitol [Foto: Courtesy NYT]

‘Kemarahan yang luar biasa’

Dalam menghadapi  krisis ini, Trump berada pada posisi  tetap mempertahankan postur mengancamnya. Pada hari Selasa, dia menyalahkan media dan Partai Demokrat atas apa yang disebutnya sebagai “kelanjutan dari perburuan penyihir terbesar dalam sejarah politik”.

“Saya pikir itu menyebabkan bahaya yang luar biasa bagi negara kita dan itu menyebabkan kemarahan yang luar biasa,” katanya. Pernyataan itu dikatakan pada Rabu, ketika DPR memperdebatkan pemakzulan, dengan  menyerukan perdamaian.

“Mengingat laporan lebih banyak demonstrasi, saya mendesak bahwa TIDAK boleh ada kekerasan, TIDAK ada pelanggaran hukum dan TIDAK ada vandalisme dalam bentuk apa pun,” katanya. “Bukan itu yang saya perjuangkan, dan bukan itu yang diperjuangkan Amerika.”

Apa daya kerusuhan yang disertai kekerasan di Capitol telah menguji kesetiaan beberapa pendukung dan sekutu lama Trump. Trump bahkan  mengasingkan Mike Pence. Trump men-tweet bahwa wakil presiden “tidak memiliki keberanian” untuk secara ilegal menyatakan Trump sebagai pemenang pemilu yang telah dia kalahkan. Kicauan  semakin menyulut para pendukungnya, yang kemudian terjadi kerusuhan.

Ketika itu Pence yang berada  di Capitol untuk  memimpin penghitungan suara dari Kolese Pemilihan Kongres, terpaksa harus menyelamatkan diri dari kerumunan massa bersama dengan anggota parlemen lainnya.

Beberapa pejabat tinggi pemerintahan membatalkan perjalanan internasional atau mempersingkat perjalanan minggu ini karena khawatir musuh asing mungkin berusaha mengeksploitasi krisis politik AS dan Gedung Putih di bawah tekanan.

Perhatian Trump sekarang akan beralih ke meminimalkan dampak dari pemungutan suara pemakzulan pada setiap kemungkinan tindakan kedua dalam kehidupan politik, sambil mencoba menggambarkan konsekuensi atas perannya yang memicu kerusuhan sebagai tindakan yang berlebihan dan tidak adil.

Kekhawatirannya yang paling mendesak mungkin adalah bagaimana “mencambuk” dukungan di Senat, yang membutuhkan dua pertiga suara untuk menghukum Trump. Untuk memakzulkan Trump, Demokrat membutuhkan labih dari  selusin dukungan anggota Republikan. Kalau dibandingkan dengan usaha pemakzulan pertama terhadap Trump, krisis yang terjadi di Capotol ini telah mengikis posisi Trump, dimana dulu hanya seorang Republikan yang menyokong pemakzulan, yakni senator GOP, Mitt Romney dari Utah.

Apa yang terjadi pada Trump ini akan dicatat sejarah Amerika, bahwa  dia menjadi  satu-satunya presiden yang pernah dimakzulkan dan dihukum. Oleh karena itu, para senator bisa melakukan langkah berikutnya untuk mendiskualifikasi Trump dari upaya untuk mencari jabatan federal lagi. Dan ini  cukup hanya membutuhkan suara mayoritas sederhana.

Secara finansial, krisis ini juga dapat merugikan  Trump. Oleh karena Trump tidak akan menjadi presiden, maka dia tidak akan mendapatkan hak untuk dibela dari penasihat hukum Gedung Putih.

Bagaimana pun faktanya Trump telah menghadapi tekanan finansial yang memuncak. Walikota New York Bill de Blasio mengatakan kota itu akan membatalkan kontrak sekitar $ 17 juta dengan perusahaan presiden, Trump Organization, termasuk kesepakatan untuk mengoperasikan arena skating dan lapangan golf. Stripe Inc. mengatakan awal pekan ini, bahwa pihaknya akan menghentikan pemrosesan pembayaran untuk kampanye Trump.

Sementara itu  penyelidik Kejaksaan Agung  New York terus memeriksa catatan pajak Trump atas kemungkinan dia melanggar hukum dengan melakukan pembayaran uang tutup mulut kepada wanita yang mengaku berselingkuh dengannya sebelum pemilihan presiden.

Pemakzulan juga bisa berarti hilangnya pensiun untuk presiden dan ibu negara Melania Trump, serta dana federal untuk kantor dan staf pasca-kepresidenan, meskipun dalam hal ini ada pendapat hukum berbeda tentang masalah tersebut.

Masa depan Trump

Presiden trump diperkirakan akan berusaha mati-matian untuk membingkai upaya pemakzulan dalam narasi penganiayaan dan keluhan yang lebih luas yang dia sampaikan selama masa kepresidenannya.

Modus seperti itu  berhasil sebelumnya, saat  peringkat dukungan terhadapnya  naik kembali setelah penyelidikan kasus penasihat khusus terhadap dugaan hubungan kampanyenya dengan Rusia, dan setelah Senat gagal menghukumnya melalui upaua  pemakzulannya karena menekan Ukraina untuk meluncurkan penyelidikan terhadap Biden dan putranya.

Tetapi peran Trump dalam kerusuhan – yang pecah tak lama setelah dia menghasut para pendukungnya untuk berbaris ke Capitol dan “berjuang lebih keras” melawan lawan politiknya – tidak begitu rumit. Hanya 33% orang Amerika yang menyetujui penanganan Trump atas pekerjaannya dalam jajak pendapat Universitas Quinnipiac yang dirilis Senin.

Keributan di Capitol hanya memperburuk persepsi bahwa Trump telah menjadi racun politik. Tidak hanya presiden tidak dapat memenangkan pemilihan ulang, tetapi kendali Partai Republik atas Senat menguap ketika dua orang anggota petahana Republik  di Georgia kalah meskipun presiden berkampanye atas nama mereka – semua itu terjadi sebelum kekacauan pecah di aula Kongres.

Trump mungkin  berharap sekali lagi, untuk dapat melawan  ekspektasi dengan beroperasi di luar arus utama, meskipun dukungan terhadapnya  mungkin  berkurang. Saluran kabel konservatif pinggiran telah menemukan diri mereka di bawah ancaman tindakan hukum, karena menggemakan tuduhan kampanye Trump tentang mesin pemungutan suara yang dicurangi. Sementara itu Cumulus Media mengatakan kepada pembawa acara radio konservatif untuk berhenti menyarankan pemilihan telah dicuri, demikian menurut Inside Music Media.

Dan peran Trump dalam kerusuhan itu membuatnya kehilangan “megafon” terpentingnya – akun Twitter @realDonaldTrump miliknya sekarang ditangguhkan secara permanen.

Trump mencoba mencari panggung lain di media sosial dengan  mengatakan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan jaringan media sosial alternatifnya sendiri. “Mereka seharusnya tidak melakukannya,” kata Trump. “Tapi selalu ada tindakan balasan saat mereka melakukan itu,” katanya mengancam. [sm]

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *