Pasang CCTV di Ruang Pamulasaran

 Pasang CCTV di Ruang Pamulasaran

Pelatihan pemulasaraan jenazah covid-19 di Lumajang, Jawa Timur. (ist)

Jayakarta News – Pandemi Covid 19 tidak hanya mengganggu dan meneror kesehatan, namun wabah global yang menimbulkan banyak korban jiwa ini juga menggoyang sendi-sendi kehidupan lainnya. Di antaranya menimbulkan permasalahan sosial yang kait mengait. Dalam suatu peristiwa kadang cukup runyam.

Kematian pasien yang terkonfirmasi positif misalnya. Ketika yang bersangkutan akhirnya meninggal dunia, keluarganya tidak setuju jika proses penguburannya sesuai protokol covid. Karenanya pihak keluarga melakukan pengambilan paksa jenazah dari rumah sakit. Ini terjadi di beberapa daerah, di antaranya Makassar, Lombok, dan tak terkecuali di Surabaya.

Atas pengalaman tersebut Polda Jawa Timur yang senantiasa berusaha mengatasi dan meredam gejolak di masyarakat terus melakukan pelbagai upaya. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Fadil Imran pertama-tama meminta aparat kepolisian hingga ke tingkat Bhabinkamtibmas untuk senantiasa melakukan sosialisasi serta menetralisir berita-berita hoaks.

Selain itu, juga berkoordinasi dengan instansi terkait agar pihak rumah sakit memasang kamera CCTV di ruang pemulasaraan jenazah. Pada hemat Kapolda, semua rumah sakit kiranya sudah memasang CCTV, nah yang dia kehendaki adalah penambahan CCVT hingga ke ruang pemulasaran jenazah.

Hal itu dimaksudkan, agar keluarga orang yang meninggal tersebut bisa menyaksikan prosesi pemulasaran jenazah sebagaimana mestinya. Yakni sesuai syariat namun juga tak menyalahi protokol covid. “Dengan begitu pihak keluarga bisa merasa lebih baik perasaannya, karena bisa melihat langsung (lewat monitor),” ujar Irjen Fadil suatu hari. (is)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *