• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Mercusuar Industri Film Jogja, Mengapa Tidak?

Mercusuar Industri Film Jogja, Mengapa Tidak?

September 6, 2020
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 26, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Mercusuar Industri Film Jogja, Mengapa Tidak?

by admin
September 6, 2020
in Kabar, Kolom
0
Mercusuar Industri Film Jogja, Mengapa Tidak?

Bambang J. Prasetya (kiri), bersama Roso Daras (tengah), dan Prof Yudiaryani (kanan), dalam salah satu acara bedah buku "Teater Alam" di Yogyakarta. (foto: dok TA)

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Catatan Bambang J. Prasetya

DORONGAN revisi Undang Undang Film No 33 Tahun 2009 yang pernah didesakkan Pemerintah seakan menjadi energi baru bagi tata kelola perfilman nasional kedepannya. Setidaknya upaya kearah pemutakhiran UU Film akan membuka kanal industri kreatif insan perfilman, baik diranah nasional ataupun dilevel daerah. Kabar baik ini penting diapresiasi berbagai komponen masyarakat yang saat ini terbilit ruang pengap keterbukaan informasi (open sky policy). Media sosial menjadi dominan dan Pandemi Covid-19 membatasi ruang pergerakan interaksi sosial.

Bambang J. Prasetya

Di era keterbukaan saat ini kreatifitas tidak lagi mudah dimonopoli pusat, demikian film pun terdistribusi sebagai instrumen pengoptimalan potensi daerah. Demi mendorong percepatan industri perfilman tanah air tersebut, Kemendikbud pernah membentuk Pusat Pengembangan Perfilman, dengan alokasi APBN 30 triliun yang kemudian nomenklaturnya dialihkan menjadi Dana Abadi Kebudayaan. Lembaga baru ini diharapkan menjadi leading sektor dalam menyusun rencana pengembangan industri film nasional sampai ke daerah. Sayangnya upaya tersebut sampai hari ini belum menunjukkan hasilnya yang relatif signifikan. Belum lagi prakarsa inisiasi tersebut mewujud manfaat bagi pelaku industri kreatif perfilman, lebih dahulu Pandemi Covid-19 telah menyandera semua aktifitas kreatif para sineas tersebut.

Pandemi Covid-19 ini sungguh akan menjadi bencana besar bagi industri kreatif, utamanya di lokus genre seni massal, seperti film sinematografi dan pertunjukan. Protokoler kesehatan yang berupa Pembatasan sosial yang subtansinya memecah kerumunan, adalah musuh bagi karakteristik seni yang daur hidupnya justru kuantitas semacam. Mau tidak, persoalan ini bersifat urgent yang harus dipecahkan secara komprehensif. Bahwa benar tersedia mediasi lain yang lebih safety berupa media digital online, medsos dan sebagainya, namun semua itu hanya berlaku bagi penikmat (konsumen), tapi tidak bagi pelaku atau pekerjaannya.

Magnet Potensi Daerah

Bukan hendak menafikan apabila Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, lebih dari dua puluh tahun silam, pernah menggagas adanya Pusat Industri Sinema Jogja (Putrisima).  Bisa dipahami ide tersebut sebagai upaya mengembangkan potensi daerah, mewujudkan kehendak distribusi of income, sharing of power dan empowerment dalam hampir semua kebijakannya. Meskipun sampai periode Sewindu UU Keistimewaan tahun ini belum juga terealisasi.

UU Keistimewaan yang salah satunya berdampak pada perolehan Dana Istimewa DIY, tentu tidak bisa dibandingkan dengan alokasi anggaran yang pernah dilansir Kemendikbud untuk merevitalisasi perfilman nasional. Apalagi sejak tahun 2016 lalu, Dana Keistimewaan lebih difokuskan urusan pembangunan fisik. Ada banyak harapan disandarkan ketika Jogja kemudian juga dijadikan magnet tumbuhnya industri film nasional di daerah. Pembangunnya sebuah kawasan perfilman yang dapat menampung berbagai peran kreatif seniman yang berorientasi industri, sebagaimana Putrisima dahulu pernah digagas Gubernur DIY.  

Diakui ada banyak kreator seniman Jogja yang telah mendedikasikan diri didunia film, sejak Ibu kota RI pindah di Jogja tahun 1946. Setahun kemudian (1947), Usmar Ismail mendirikan lembaga film Kino Drama Atelier (KDA). Berselang beberapa waktu, sepeninggal pusat pemerintahan RI kembali ke Jakarta, secara partisipatif  para alumni KDA yang tinggal di Jogja memprakarsai lahirnya ASDRAFI (Akademi Drama dan Film Indonesia) sebagai medan perjuangan meneruskan pengembangan perfilman di Jogja, meski berakir tragis, gulung tikar.  

Mercusuar Film Jogja

Meski belum menunjukan progresinya, impian untuk mengembangkan ‘mercusuar’ industri perfilman Jogja dilokus nasional sangat signifikan saat ini. Ketersediaan dana abadi Kemendikbud dan Danais, adalah modal material perintisan pelaksanaan Putrisima atau Jogja Wood yang diidealkan menjadi kawasan perfilman Jogja menjadi semacam Disnyland, Singapore Universal Park, Hollywood, Bollywood atau Hongkongwood.

Kemandegan selama ini bisa jadi bukan semata melesetnya identifikasi potensi, tetapi lebih disebabkan kurangnya sinergitas berbagai komponen masyarakat-stakeholder, government-eksekutif dan legislatif.  Sehingga gagasan besar  Gubernur DIY tidak menjadi snow ball -bola salju- gerakan budaya. Pada wilayah praksis operasional yang lebih kongkrit, meski sudah ada Danais, faktor biaya tinggi menjadi kendala dominan. Selain waktu seolah sesuatu yang appliquéd, karena kerjanya tidak saja membutuhkan stamina, tenaga besar tetapi juga kompleksitas manajerial.

Mercusuar Keistimewaan Jogjakarta, dalam rangka menandai Sewindu Keistimewaan DIY menjadi penting dalam konteks penunjuk arah perfilman daerah saat ini. Selain sebagai penanda tumbuhnya industri budaya sekaligus juga multiple efek yang luar biasa disektor ekonomi (trickle down efec). Sekaligus sebagai barier menanggulangi Pekerja Seni Budaya yang terdampak musibah Pandemi Covid-19 ini. Kemungkinan perlu dicoba diimplentasikan dengan:

Satu, Merealisasikan pembangunan kawasan perfilman yang terlokalisir, terinterkoneksi, terintergrasi dengan entitas potensi budaya lainnya. Wahana yang sedianya diedealkan semacam Mataram Park, Jawa Park atau Nusantara Park, itu akan mendorong akselerasi produksi perfilman dari hulu hilir.

Dua, Mengingat pada era teknologi dahulu masih menggunakan film seloluid 8 atau 16 mm. Maka untuk melihat lokasi budaya dalam peta waktu sejarah, penting merekoleksi-recovery  alih mediakan dokumen visual yang banyak tersebar di berbagai lembaga luar ataupun dalam negeri. Votage tersebut menjadi data base arsip visual bagi pemahaman Jogja dimasalalu sebagai bagian integral benang merah sejarah perfilman Jogja.

Tiga, Perlu diinisiasi suatu badan idependen gugus tugas (task force), semacam Badan Perfilman Daerah dahulu yang beranggotakan profesional dari berbagai latar belakang disiplin keilmuan. Mengingat projek semacam memiliki tingkat kesulitan tersendiri, sehingga perlu ditangani sebuah tim yang fokus mendalam serta professional, independen, dan visioner.

Maka, pembentukan lahirnya sebuah Komisi Film Jogja sebagaimana termafum dalam UU Kebudayaan nantinya adalah keniscayaan?  (*)

*) Drs. Bambang Jaka Prasetya, MAP. Pemerhati Kebudayaan dan Pelaku Media Seni Publik

Penulis, adalah Direktur Yayasan Kalika Budaya (KalBu). Saat ini aktif menjadi Creatif Director, Script Writer, Screenplay, Menulis Esai, Artikel, Prosa Lirik dan Buku. Pernah mendapat beberapa penghargaan nasional dibidang Penulisan, Sinematografi dan Televisi.

Aktif sebagai Fasilitator-Supervisior beberapa program kegiatan. Membenamkan diri secara intens berkelanjutan dalam kerja-kerja Media Seni Publik dan aktifitas Sosial Budaya. Berperhatian secara khusus pada permasalahan Kebudayaan dan Peradaban, sebagai suatu rangkaian dari politik keberpihakan terhadap harkat Kemanusaiaan. 

Tags: bambang j prasetyaFilmjayakartanewsuu film
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version