Tags : bambang j prasetya

Mempertimbangkan Ulang Penyiaran Publik Televisi

Catatan: Bambang J. Prasetya “Televisi seperti layaknya perpustakaan, ada banyak buku pengetahuan di dalamnya, tapi anda harus menyeleksi dan memilih apa yang perlu dan penting untuk dibaca.”(David L. Wolper ) Adagium penerima Pulitzer dan Academy Awards 1948 itu, bisa jadi tidak sempat membayangkan bahwa new media dikemudian hari, bukan lagi didominasi televisi seperti dieranya. New […]Read More

Mercusuar Industri Film Jogja, Mengapa Tidak?

Catatan Bambang J. Prasetya DORONGAN revisi Undang Undang Film No 33 Tahun 2009 yang pernah didesakkan Pemerintah seakan menjadi energi baru bagi tata kelola perfilman nasional kedepannya. Setidaknya upaya kearah pemutakhiran UU Film akan membuka kanal industri kreatif insan perfilman, baik diranah nasional ataupun dilevel daerah. Kabar baik ini penting diapresiasi berbagai komponen masyarakat yang saat ini […]Read More

“Tilik” Generasi Baru Film Pendek Indonesia

Catatan: Bambang J. Prasetya “How Millennials Kill Everything” ini judul tulisan yang kerap berseliweran grup WA. Isinya tak lain menyorot betapa milenial adalah ‘pembunuh berdarah dingin’, yang membunuh apa pun. Pelan tapi pasti kenyataannya pun menguatkan kebenarannya semakin menjadi. Era distruption (distruptif) yang nggegirisi, jika lengah menyikapinya. Tapi tak perlu risau resah gelisah, setiap generasi […]Read More

Epilog in Memoriam Didi Kempot, Refleksi Musik Selera Ideologis

Refleksi Bambang J. Prasetya DIDI KEMPOT adalah kontroversi yang menyimpan unikum tersendiri. Merintis karier dari jalanan, kemudian berhasil mendaki puncak kemasyhurannya. Meninggal di saat berada di papan teratas prestasi. Kontroversinya disimpan bersama takdir itu tersendiri. Fenomena musik Didi Kempot periode pop dangdut koplo, belum lama mengundang ketertarikan saya. Bahkan sebelumnya, musik campursari sudah tidak asing […]Read More