Tags : bambang j prasetya

Kabar Kolom

Politik Deliberatif Lembaga Penyiaran Publik Televisi

Catatan: Bambang J. Prasetya Industri Media Digital masa kini, setidaknya dapat dipahami sebagai sistem budaya komunikasi elektronik yang mengkonstruksi segala jenis dan bentuk realitas untuk menggiring pemirsa ke dalam alam imajinasinya yang asing. Meskipun kadang tampak seperti wajar dan alami namun faktanya adalah sebuah dunia fantasi dan ilusi. Sering disebut sebagai era ’yang nyata’ (the […]Read More

Kabar Kolom

Meretas Generasi Transformatif Televisi Publik 4.0

Oleh: Bambang J. Prasetya “Kenalilah Dirimu Sendiri”, setidaknya dapat memberi gambaran situasi hari ini yang tidak lagi sesederhana kemarin dahulu. Akselerasi teknologi informasi tengah menciptakan gelombang perubahan pesat yang melompat. Diaspora arus siaran informasi yang massif tak lagi terbendung. Betapa pun “Gnothi Seauton” maha dahsyatnya hiperrealitas. Ungkapan quote Socrates yang termasyur: “Gnothi Seauton” itu seakan […]Read More

Kabar Kolom

Mempertimbangkan Ulang Penyiaran Publik Televisi

Catatan: Bambang J. Prasetya “Televisi seperti layaknya perpustakaan, ada banyak buku pengetahuan di dalamnya, tapi anda harus menyeleksi dan memilih apa yang perlu dan penting untuk dibaca.”(David L. Wolper ) Adagium penerima Pulitzer dan Academy Awards 1948 itu, bisa jadi tidak sempat membayangkan bahwa new media dikemudian hari, bukan lagi didominasi televisi seperti dieranya. New […]Read More

Kabar Kolom

Mercusuar Industri Film Jogja, Mengapa Tidak?

Catatan Bambang J. Prasetya DORONGAN revisi Undang Undang Film No 33 Tahun 2009 yang pernah didesakkan Pemerintah seakan menjadi energi baru bagi tata kelola perfilman nasional kedepannya. Setidaknya upaya kearah pemutakhiran UU Film akan membuka kanal industri kreatif insan perfilman, baik diranah nasional ataupun dilevel daerah. Kabar baik ini penting diapresiasi berbagai komponen masyarakat yang saat ini […]Read More

Kabar Kolom

“Tilik” Generasi Baru Film Pendek Indonesia

Catatan: Bambang J. Prasetya “How Millennials Kill Everything” ini judul tulisan yang kerap berseliweran grup WA. Isinya tak lain menyorot betapa milenial adalah ‘pembunuh berdarah dingin’, yang membunuh apa pun. Pelan tapi pasti kenyataannya pun menguatkan kebenarannya semakin menjadi. Era distruption (distruptif) yang nggegirisi, jika lengah menyikapinya. Tapi tak perlu risau resah gelisah, setiap generasi […]Read More

Feature Kolom

Epilog in Memoriam Didi Kempot, Refleksi Musik Selera Ideologis

Refleksi Bambang J. Prasetya DIDI KEMPOT adalah kontroversi yang menyimpan unikum tersendiri. Merintis karier dari jalanan, kemudian berhasil mendaki puncak kemasyhurannya. Meninggal di saat berada di papan teratas prestasi. Kontroversinya disimpan bersama takdir itu tersendiri. Fenomena musik Didi Kempot periode pop dangdut koplo, belum lama mengundang ketertarikan saya. Bahkan sebelumnya, musik campursari sudah tidak asing […]Read More