Klinik Morula IVF Bantu Pasutri yang Lama Punya Anak dengan Bayi Tabung

 Klinik Morula IVF Bantu Pasutri yang Lama Punya Anak dengan Bayi Tabung

dr. Ivan Rizal Sini Sp.OG, dokter ahli bayi tabung di Klinik Morula

 

Dr. Ivan Rizal Sini Sp.OG, dokter ahli bayi tabung di Klinik Morula

In Vitro Fertilization (IVF) dalam bahasa medis adalah proses bayi tabung. Artinya, kehamilan terjadi diawali sel telur yang dibuahi oleh sperma diluar tubuh manusia didalam sebuah tabung. Atau dengan kata lain, IVF adalah sebuah teknik reproduksi yang dibantu dengan cara mengawinkan sel sperma dalam jumlah tertentu dengan sel telur.

Kemudian, diletakkan dalam sebuah cawan (tabung) berisi medium tertentu yang keseluruhan prosesnya dilakukan diluar tubuh manusia. Perkawinan dan pengkondisian antara sperma dan sel telur dilaksamakan di Laboratorum Embyology. Terjadilah inkubasi bentuk embrio selama beberapa hari untuk memantau terjadinya pembuahan normal hingga saatnya embrio ini disemprotkan kedalam rahim, dua atau tiga hari setelah prosedur pengambilan sel telur dilakukan.

Dr. Ivan Rizal Sini Sp.OG

.

Percobaan bayi tabung pertama lahir di dunia tanggal 25 Juni 1978 yang diberi nama Louise Joy Brown dari pasangan Lesley dan Peter Brown di RS daerah Oldham di Manchester, USA.

Bayi tabung pertama ini lahir dengan cara caesar, berbobot 5 pon 12 ons dan sempat melahirkan pro dan kontra.Namun, lahirlah kemudian bayi tabung ke dua yang diberi nama Natalie secara normal. Yang jelas, ratusan ribu insan manusia yang infertilitas dibantu melalui proses bayi tabung ini.

Khusus di Indonesia, bayi tabung pertama yang lahir ke dunia terjadi tanggal 2 Mei 1988 di Klinik RSAB Harapan Kita. Bayi tabung pertama yang berjenis kelamin laki-laki ini diberi nama Nugroho Karyanto, yang diberikan oleh ibu Tien Soeharto. Ginekolog pertama yang mempraktikkan proses bayi tabung adalah Prof, Dr. Sudraji Sumapraja dari FKUI. Beberapa tahun kemudian, bayi tabung pertama yang lahir di Indonesia Timur dilakukan di Klinik Morula IVF Makassar tanggal 18 Mei 2008.

Sejak tahun 2012, didirikan Klnik Morula IVF Indonesia sebagai langkah dan bagian dari Grup Kesehatan Bunda Medik Healthcare System (BMHS) dalam mengembangkan layanan bayi tabung lebih cepat lagi di seluruh Indonesia. Saat ini, Morula IVF Indonesia memiliki 8 Klinik Bayi Tabung di 8 kota di Indonesia : Jakarta, Padang, Margonda/Depok, Surabaya, Bandung, Pontianak, Makassar dan Tangerang. Klinik Morula IVF Indonesia adalah jejaring layanan bayi tabung pertama dan terbesar di Indonesia.

Kini, sebanyak 3000 bayi telah lahir melalui proses inseminasi dan bayi tabung di Morula, yang merupakan kontributor 40 % dari seluruh layanan klinik bayi tabung di seluruh Indonesia. Tahun 2018, Morula IVF telah meraih tahun ke 3 standardisasi Australian Reproductive Technology Accreditation Commitee (RTAC) yang merupakan standar internasional dalam pelayanan bayi tabung termasuk angka keberhasilan kehamilan. Morula IVF Indonesia lah yang pertama kali menggunakan sistem Online Electronic Medical System untuk layanan bayi tabung di Indonesia.

Dalam usia berapa sebaiknya pasutri melakukan IVF ?

“Sebaiknya, usia 40 tahun ke bawah. Di usia ini, sperma masih gesit dan lihai mencari sel telur Umumnya, banyak perempun yang konsultasi ke Klinik Morula IVF sudah terlambat dan sudah kelamaan berumah tangga. Kalau pasutri belum hamil juga dalam jangka waktu 1 tahun, jangan ragu-ragu langsung datang dan konsultasi ke saya,” jawab dr. Ivan Rizal Sini Sp.OG, dokter ahli bayi tabung di Klinik Morula.

Dari ribuan pasien bayi tabung, berapa persen yang berhasil ?

“Umumnya banyak yang berhasil, asal ibu yang merindukan lahirnya bayi rajin konsultasi dan taat pada perintah dokter kandungan. Jangan ada anggapan bahwa sudah nikah kok belum hamil, lalu dianggap mandul. Kita masih usahakan agar pasien perempuan cepat hamil. Disertai dengan doa, Insya Alllah perempuan bisa hamil walau harus melalui proses bayi tabung,”.

Lalu, kenapa biaya bayi tabung mahal ?

“Sediakan saja uang sebesar antara Rp 70 juta sampai Rp 100 juta. Soal mahal, ini kan relatif. Teknologi alat-alat kedokteran dan obat-obatan belakangan harganya naik semua dan ini masih wajar. Sebenarnya, berapa pun biayanya proses bayi tabung, asal berhasil dan bayi tabung lahir selamat, alhamdullilah, meski akhirnya harus melalui caesar,” papar dr. Ivan Rizal Sini sembari ditambahkan, umumnya perempuan yang menikah mengalami tubafalopi (sel telur tersumbat).

Untuk memasyarakatkan apa itu bayi tabung ke masyarakat, Morula IVF akan menggelar acara bertajuk ‘Morula : Fertility Science Week 2018’ selama 4 hari dari tanggal 6 September sampai 9 September 2018 bertempat di Central Park, Jl. S. Parman, Jakarta Barat.

Di acara ini, akan dibahas masalah infertilitas dan bayi tabung dari berbagai sudut pandang, dengan balutan talk show, demo healty food, beauty & fashion advisor, beauty & life style, family financial, kids activities, parent think yang dipandu oleh dokter-dokter ahli serta bintang tamu dari kalangan selebritis seperti Cak Lontong, Mona Ratuliu, Cynthia Lamusu, April Jasmine, Ustad Solmed dll. Selain itu, masyarakat akan dihibur oleh penyanyi Afgan dan Marcell Siahaan.  Akan dihadirkan juga anak-anak dari hasil program bayi tabung yang akan tampil berkreasi di panggung Morula yang didampingi oleh orang tua mereka.

“Nantinya masyarakat dan penonton bisa bertanya kepada kami dari semua masalah apa itu bayi tabung, kapan kapan perlu bayi tabung, sudut pandang masyarakat dan agama tentang bayi tabung, gaya hidup yang mengganggu kesuburan dan aspek healtheconomics dan persiapan finansial pasangan dalam perencanaan mempunyai keturunan dan lain-lain,” ungkap dr Ivan Rizal Sini mengakhiri bincang-bincang santai dengan penulis. (ipik tanoyo).

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *