Fokus

 Fokus

Oleh Joko Intarto

Saya beruntung bisa berkenalan dengan Sphinx. Pengusaha muda di bidang jasa penyediaan LED video wall. Layar digital dengan ukuran raksasa.

Sphinx yang menghubungi saya. Karena mencari mitra penyedia yang bisa jasa siaran langsung menggunakan SNG. Di wilayah blank spot Pelabuhan Ratu, Sukabumi Selatan, awal Desember lalu.

Sejak itu, kami terus berkomunikasi. Lewat Whatsapp chatt. Lebih tepat berdiskusi. Mencari-cari model sinergi untuk melayani pelanggan pada tahun 2019.

Core bisnis kami memang beda. Tetapi dalam praktiknya, jasa kami sebenarnya selalu hadir bersama-sama. Yang satu membuat konten siaran langsung dan webinar. Yang satunya menyediakan layar.

Klop. Meski demikian, belum pernah sekali pun kami bekerja sama. Selama ini saya hanya fokus membuat live streaming dan webinar saja. Saya tidak pernah berpikir suatu saat akan menjadi penyedia layarnya. Apalagi layar video wall. Yang investasinya butuh dompet supertebal.

Dari diskusi itulah akhirnya ketemu gagasan: Mengapa tidak saling bergandeng tangan, menjadikan dua layanan dalam satu paket untuk pelanggan?

Kontennya plus layarnya. Asyik juga idenya. Toh bisnis masing-masing saling menguatkan. Tidak saling memakan.

Tapi masih ada dua hal yang mengganjal. Video wall merupakan produk premium. Pelanggan saya sangat sedikit yang menggunakan.

Dalam setahun, video wall paling banyak dipakai dua atau tiga kali. Itu pun karena acaranya mengundang ribuan orang di satu gedung. Selebihnya hanya menggunakan LCD TV dikombinasi dengan proyektor dengan lumens yang tinggi.

‘’Di situlah kita berkolaborasi. Kita fokus melayani siaran langsung dan webinar dengan video wall untuk penyelenggara acara-acara besar seperti konvensi dan konferensi internasional yang butuh video wall dan siaran langsung maupun webinar dengan video berkualitas tinggi,’’ kata Sphinx.

Saya langsung setuju. Gagasan Sphinx untuk fokus ke segmen konsumen khusus itu saya nilai brilian. Apalagi, pemerintah tengah menggalakkan program kunjungan wisata. Salah satunya, melalui pengembangan kota konvensi. Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Jogja, Denpasar, Mataram, Makassar, Manado, Balikpapan, Palembang, Pekanbaru, Medan dan Batam merupakan kota-kota yang dijagokan.

Awal Januari ini, kami akan menggelar join meeting di kantor Sphinx. Kami akan belajar simulasi kreatif live streaming dan webinar menggunakan perangkat produksi berstandar broadcast dengan video wall sebagai platform offline.

Video wall adalah layar pintar. Tapi, sepintar-pintarnya layar, tidak akan menjadi pintar, kalau penggunanya malas belajar. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *