Angga Yunanda Duta Film Pelajar 2019

 Angga Yunanda Duta Film Pelajar 2019

Angga Yunanda-Duta Gelar Karya Film Pelajar 2019—foto istimewa

Angga Yunanda-Duta Gelar Karya Film Pelajar 2019– foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Duta GKFP  (Gelar Karya Film Pelajar)  2019, Angga Yunanda mengaku senang bisa diajak oleh Pusbang Perfilman Kemdikbud blusukan ke berbagai SMA dan SMK di Jakarta saat mereka membuat film pendek fiksi dan film pendek dokumenter yang akan dilombakan di GKFP.

“Saya sangat senang melihat antusiasme teman-teman yang tak hanya berasal dari Jawa, tapi juga dari luar Jawa. Di umur yang masih muda, mereka sudah bisa membuat film menarik. Semoga ajang ini dapat menjadi jalan pembuka bagi teman-teman pelajar untuk terjun ke industri perfilman Indonesia,” tutur Angga yang melejit lewat film ‘Dua Garis Biru’ kepada penulis baru-baru ini.

Mengangkat tema ‘Semangat Kebhinekaan Generasi Milenial’, ajang yang diadakan oleh Pusbang Film Kemdikbud ini diikuti oleh sineas muda tingkat SMA/SMA/sederajat yang mewakili sekolahnya masing-masing dengan mengirimkan karya film pendek mereka.

Angga Yunanda dan Dewan Juri GKFP—foto ipik

Setiap sekolah hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya berdurasi maksimal 10 menit, baik film pendek fiksi ataupun film pendek dokumenter. Terkumpul sebanyak 217 film pendek, yang terdiri atas 178 film pendek fiksi dan 39 film pendek dokumenter.

Film-film yang masuk kemudian diseleksi oleh Tim Ahli dan Dewan Juri. Tim Ahli terdiri atas  Pritagita Arianegara, Gita Fara, Titien Watimena, Gritte Agatha dan Wicaksono Wisnu Legowo. Sedangkan Dewan Juri adalah Sheila Timothy dan Yudi Datau yang memilih 20 film pendek fiksi dan 20 film pendek dikumenter yang akan diundang ke Jakarta mengikuti worshop bersama pelaku industri perfilman nasional.

Dr Maman Wijaya selaku Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kemdikbud menyampaikan pesan bahwa film sebagai karya cipta seni budaya merupakan pranata sosial dan media komunikasi massa yang memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa. Peran film sangat penting dalam membentuk kekuatan karakter, dan tatanan budaya bangsa serta untuk pengembangan potensi diri khususnya pelajar.

“Terlaksananya GKFP ke 3 ini sebagai ruang kreativitas bagi anak bangsa diharapkan menjadi langkah cermat para pelajar untuk pengembangan potensi diri, pembinaan akhlak mulia, pemajuan kesejahteraan masyarakat dan wahana promosi Indonesia di tingkat nasional dan dunia Internasional melalui perfilman,” ungkap Angga. Malam penghargaan GKFP 2019 akan dihelat di XXI Epicentrum, Kuningan, Jajarta tanggal 28 Oktobet 2019 yang dirangkaikan dengan Hari Sumpah Pemuda. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *