Aktor Kawakan Teater Alam Pentaskan “Montserrat”

 Aktor Kawakan Teater Alam Pentaskan “Montserrat”
Pejabat Dinas Kebudayaan DIY, dan tim prouksi Montserrat Teater Alam dalam jumpa pers, Rabu (5/12/2018) di RM Kebon Ndelik, Yogyakarta. (foto: Bambang Wartoyo).

Nama-nama aktor teater kawakan seperti Meritz Hindra dan Gege Hang Andhika, sudah banyak meninggalkan jejak penampilan di Jakarta. Meritz sempat hijrah dari Yogyakarta dan menangani teater anak-anak Bulungan. Ia langganan manggung di Taman Ismail Marzuki. Gege Hang Andhika, baik semasa bersama Bengkel Teater maupun Teater Alam Yogya, juga langganan manggung di Pasar Seni Ancol dan TIM.

Keduanya kini kembali ke Yogyakarta. Menjalani aktivitas masing-masing. Tidak saling bersinggungan secara langsung dalam keseharian. Pertautan keduanya dimungkinkan ketika Teater Alam, lembaga yang membesarkan nama mereka sebagai aktor teater hendak berulang tahun, 4 Januari 2019. Memperingati ulang tahun yang ke-47, Teater Alam sedia menggelar pementasan teater. Meritz Hindra dan Gege Hang Andhika sebagai aktor senior Teater Alam pimpinan Azwar AN, kebagian peran di lakon yang hendak dipentaskan.

Adalah Puntung CM Pudjadi, senior Teater Alam lain yang didapuk menjadi sutradara, didampingi Astrada Meritz Hindra dan Daru Malehdaswara. Puntung memilih lakon Montserrat (Emmanuel Robles). Hari-hari ini, Puntung tengah menggarap detailing pementasan. “Pementasan Montserrat kami selenggarakan Sabtu, 8 Desember 2018 pukul 19.00, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakartam” ujar Edo Nurcahyo, Pimpinan Produksi repertoar tersebut.

Kepada pers di RM Kebon Ndelik, Bausasran Yogyakarta, Rabu (5/12/2018), Edo menggelar jumpa pers bersama pejabat Dinas Kebudayaan Provinsi DI Yogyakarta. “Benar, pementasan Montserrat dalam rangka ultah Teater Alam ini, didukung sepenuhnya oleh Dinas Kebudayaan DIY,” ujar lelaki berambut putih gondrong itu.

Hingga H-3 pementasan, 1.000 tempat duduk sudah hampir penuh dipesan. “Karena ini pementasan yang didukung dinas, maka kami tidak menjual tiket. Kami jadikan ini sebagai pementasan apresiatif. Yang menggembirakan, banyak siswa SMA dari Yogyakarta dan kota-kota di sekitarnya, antusias minta dialokasikan tiket. Mereka yang dari Purworejo dan Klaten, datang ke Yogya naik bus. Para mahasiswa jurusan Teater ISI juga sudah booking tempat. Ini menggembirakan, bahwa anak-anak muda mulai antusias berteater,” tambahnya.

Suasana latihan “Montserrat” yang akan dipentaskan TeaterAlam di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (8/12/2018). Gege Hang Andhika, paling kanan. (Foto: Bambang Wartoyo)

 

Lakon Montserrat

’’Montserrat’’ berlatar-belakang perang kemerdekaan rakyat Venezuela melawan penjajah Spanyol, dalam rangka mewujudkan negara Columbia yang merdeka. Rakyat Venezuela dipimpin oleh Simon Bolivar, dan Spanyol dipimpin Kapten Jenderal Monteverdo. Montserrat, sebagai Kapten tentara kerajaan Spanyol, ternyata berkhianat menyembunyikan Simon Bolivar yang sedang dikejar-kejar pasukan kerajaan Spanyol.

Lakon ’’Montserrat’’ lebih menitikberatkan proses interogasi yang dilakukan Kolonel Izquierdo, yang dibantu Kapten Morales, Kapten Zuazola, dan Kapten Antonanzas terhadap Kapten Montserrat.

Meritz Hindra saat latihan. Aktor kawakan ini memerankan tokoh Kolonel Izquierdo. (foto: Bambang Wartoyo)

Karena Montserrat tidak mau mengaku di mana dia menyembunyikan Simon Bolivar yang buron, Kolonel Izquierdo menggunakan taktik mengancam akan menembak mati enam orang, lelaki dan perempuan, yang tidak berdosa sama sekali. Keenam orang itu adalah Saudagar, Pembuat Poci, Ibu, Aktor, Ricardo, dan Elena.

Sampai orang keenam ditembak mati, Montserrat tetap tidak mau mengaku. Karena marah, Kolonel Izquierdo akhirnya menembak mati Kapten Montserrat. Tapi Kolonel Izquierdo akhirnya tertembak mati oleh pasukan Simon Bolivar yang menyerbu betengnya.

Adapun para pemain adalah: Daning Hudoyo (Montserrat), Meritz Hindra (Kolonel Izquierdo), Dinar Setiyawan (Kapten Morales), Eddy Jebeh (Kapten Zuazola), Daru Maheldaswara (Kapten Antonanzas), Gege Hang Andhika (Saudagar), Anastasia Sri Hestutiningsih (Ibu), Udik Supriyanta (Aktor Juan Salcedo Alvares), Wahyana Giri MC (Pembuat Poci), MN Wibowo (Ricardo), dan Dina Mega sebagai Elena. (rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *