Warga Banjar Keluhkan Jalan Rusak

 Warga Banjar Keluhkan Jalan Rusak
Jalan berlubang di Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Aspal terkelupas, dan mengakibatkan sepeda motor dan mobil terperosok. Foto: Andang S

JELANG akhir musim penghujan, jalan rusak menjadi pemandangan di mana-mana. Tak terkecuali di wilayah Kabupaten Pandeglang. Seperti yang terlihat di wilayah Kecamatan Banjar. Jalanan rusak parah membentang di lintasan Banjar menuju Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang Kota. Kebanyakan aspal sudah terkelupas, dan menyisakan lubang-lubang jalan yang membahayakan bagi pengguna yang melintas.

Aktivis Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Pandeglang, Yoki Satria kepada Jayakartanews, Jumat (13/4) mengatakan, warga Banjar saat ini tengah mengharapkan pemerintah daerah untuk segera merealisasikan perbaikan sarana jalan di daerahnya. Harapan pengutamaan perbaikan didasarkan pada dalih, bahwa kerusakan jalan itu justru sudah terjadi jauh sebelum musim hujan turun. “Setahu saya jalan ini sudah lama tidak dibangun karena pembangunan jalan ini semasa bupati Yitno (Drs. H. Yitno, Bupati Pandeglang periode 1995-2000-red) dulu,” ujar Yoki.

Rutin terjadi, mobil terperosok di jalanan rusak Kecamatan Banjar. Foto: Andang S.

Bahkan kata Yoki, hampir tiap hari warga setempat disibukkan oleh kegiatan sosial membantu warga pengguna jalan yang butuh pertolongan akibat kendaraannya terperosok ke parit. “Kami sebagai warga tiap hari sibuk melakukan pertolongan lantaran kerap mobil atau motor terperosok akibat jalan rusak dan hancur. Kondisi jalan ini sudah parah kerusakannya mulai dari jalan berlubang ditambah tidak beraspal juga ada beberapa titik gorong-gorong yang jebol tergerus air dan aus karena usia,” tuturnya.

Jalan rusak, parit amblas. Foto: Andang S

Lebih lanjut kata Yoki, dari informasi pihak Dinas Pekerjaan Umum dan pihak Kecamatan Banjar, jalan tersebut untuk tahun ini rencananya akan segera diperbaiki. Karena sejauh ini dari informasi anggaran pembangunan jalan itu sudah ada dan tengah dalam proses tender atau lelang guna menunjuk pihak rekanan sebagai pelaksana pekerjaannya.

“Jika benar itu sudah dilelangkan, kami bersyukur. Tugas kami tinggal mengawal proses pekerjaannya supaya jalan itu dibangun sesuai spesifikasi pekerjaan yang tertera dalam tender. Harapan kami sebagai warga siapa pun nanti pelaksana pekerjaan pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat bekerja sungguh-sungguh. Jangan korbankan kualitas demi nafsu korupsi,” tutup Yoki. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *