Staf Khusus Presiden Peduli Inkubator Bisnis

 Staf Khusus Presiden Peduli Inkubator Bisnis

Said Ahmad Kabiru Rafi’ie Ketua Inkubator Bisnis Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, saat di Istana Negara, Jakarta. (Foto. Ist)

Jayakarta News – Staf khusus (stafsus) Presiden Republik Indonesia, Gracia Billy Mambrasar sangat peduli terhadap perkembangan inubator bisnis dan teknologi di Indonesia termasuk di daerah terluar. Apa itu inkubator bisnis?

Inkubator bisnis didefinisikan sebagai proses dukungan bisnis yang dapat mempercepat keberhasilan pengembangan startup dan perusahaan pemula dengan menyediakan berbagai sumber daya dan layanan yang diperlukan kepada para pengusaha.

Sebagai lulusan Master Business Administration (MBA) dari Australian National University dan Master of Science dari kampus prestius Oxford University, ia sangat paham bahwa inkubator bisnis dan UMKM menjadi penyokong utama perekonomian Indonesia.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) UMKM berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian dengan menyerap 89,2 persen. UMKM menyumbang 60,34 persen dari PDB Nasional, dan UMKM menyumbang 14,17 dari total ekspor. Oleh karena itu, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Hal ini menjadi target utama Staf Khusus Presiden untuk menggelorakan semangat berwirausaha bagi para milienial. “Let us encourage our millennial to take part of as the entrepreneurs, kita mendorong para milennial memiliki pola pikir untuk menjadi pebisnis sukses, sebagaimana silicon valley di Amerika dibentuk untuk melahirkan entrepreneurs, begitu katanya saat menerima laporan dari ketua Incubator Business & Technology (IBT) Universitas Teuku Umar, Said Achmad Kabiru Rafiie bertempat di Istana Merdeka selasa 14 Januari 2020. IBT ini harus menjadi silicon valley barat selatan Provinsi Aceh, katanya di Istana Merdeka.

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Gracia Billy Mambrasar saat menerima kedatangan Said Ahmad Kabiru Rafi’ie selaku Ketua Inkubator Bisnis Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, di Istana Negara, Jakarta. (Foto. Ist)

Dalam pertemuan singkat tersebut, Said Achmad menyerahkan surat Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) untuk memohon kesediaan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia untuk membina 5.000 (lima ribu)  mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) yang terlibat dalam mata kuliah entrepreneurship serta para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Jaya dan kawasan Barat Selatan Provinsi Aceh, dalam laporannya kepada Staf Khusus Presiden turut disertakan Road Map 2020 yang berisikan kegiatan dan program Incubator Business di tahun 2020.

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia berharap incubator business Universitas Teuku Umar menjadi pilot project sinergis antara universitas, pemerintah pusat/daerah dan sektor swasta dalam menumbuhkan inovasi dan semangat entrepreneurship dilakangan milennial, dan menjadi wadah bagi membantu pelaku UMKM dalam meningkatan kinerja keuangan, pemasaran, operaisonal dan sumber daya manusianya. “Saya akan memonitor langsung perkembangan inkubator bisnis ini dan akan membuka secara langsung kick off pada awal bulan Februari 2020 di Meulaboh,” ujarnya. (monang sitohang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *