Webinar IBT – Universitas Teuku Umar

Jayakarta News – Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Teuku Umar ( IBT – UTU) akan melaksanakan Webinar Kewirausahaan, pada hari Rabu, 22 Juli 2020, pukul 10.00 WIB. IBT – UTU merupakan binaan staf khusus presiden Republik Indonesia, Gracia Billy Mambrasar, ST,MBA, M.Sc.

Tema yang diusung dalam webinar ini adalah ‘Strategi Penguatan Kewirausahaan, UMKM, dan Startup yang berkelanjutan – A lesson learning from Covid-19’. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan, daya saing dan pembentukan karakter calon wirausahawan muda dan pengusaha UMKM , pemuda dan mahasiswa agar menjadi pribadi yang tangguh, sejalan dengan nilai-nilai kewirausahaan, dan berkelanjutan yang selalu mengapresiasi kelestarian alam, juga memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar dan mampu menghasilkan nilai tambah.

Kegiatan opening remarks akan dilakukan oleh Rektor Univesitas Teuku Umar, Prof. Dr Jasman J Ma’ruf, MBA, juga guru besar manajemen pemasaran Universitas Syiah Kuala. Webinar IBT – UTU akan menghadirkan Keynote Speaker Dr. Aleu Dohong yang merupakan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Berdasarkan riwayat pendidikannya ia memperoleh gelar Doktor dari The University of Queensland, Australia dan gelar master dari Nottingham, Inggris. Sebelum menjadi Wamen KLH dan Kehutanan, ia menjabat sebagai Deputi Badan Restorasi Gambut.

Hal tersebut disampaikan Koordinator pusat kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Teuku Umar (IBT – UTU) Said Achmad Kabiru Rafiie, SE, MBA melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/7/2020).

Sedangkan pemateri webinar terdiri atas tiga orang yaitu Gracia Billy Mambrasar, ST, MBA, M.Sc, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang merupakan lulusan Oxford University, Inggris dan memperoleh student of the year dari Australian National University (ANU) Australia serta merupakan duta SDG’s dan juga CEO Kitong Bisa. Ia baru saja diterima di Kampus Harvard University, Amerika Serikat sebagai satu-satunya mahasiswa Harvad dari Papua. 

Pemateri selanjutnya adalah Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia Dr. H.M Asrarun N Sholeh, MA, yang pernah menjadi salah seorang Visiting Research Fellow pada National University of Singapore dan merupakan lulusan Universitas Islam tertua Al-Azhar University, Kairo, Mesir, dan juga dosen di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Pemateri webinar selanjutnya adalah Dr. Esther Sri Astuti yang memperoleh gelar doktor dari Maastricht University, Belanda dan merupakan direktur program INDEF, Jakarta. Ia juga dikenal sebagai peneliti UMKM yang mengangkat pengembangan kopi Aceh dalam desertasi doktoralnya.

Untuk pendaftaran webinar ini dapat dilakukan secara online melalui bit.ly/webinarutu dan informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat menghubungi nomor telepon (WhatsApp) 085260813074. Webinar terbuka untuk umum dan free serta peserta mendapatkan e-certificate acara.

Kegiatan ini diharap memberikan manfaat bagi peningkatan semangat berwirausaha di kalangan pemuda dan mahasiswa khususnya di provinsi Naggroe Aceh Darussalam.

Pagi hari 22 Juli sebelum acara, pukul 08.00, Wamen KLH dan Kehutanan juga akan meresmikan herbal park IBT – UTU  dilanjutkan penanaman pohon bersama dengan staf khusus presiden secara virtual dari Jakarta dan Rektor UTU bersama muspida plus di taman herbal UTU. Kegiatan ini merupakan bagian dari kebijakan green campus, dan untuk mendukung ketahanan pangan nasional selama pandemi Covid-19. (Monang Sitohang)

Staf Khusus Presiden Peduli Inkubator Bisnis

Jayakarta News – Staf khusus (stafsus) Presiden Republik Indonesia, Gracia Billy Mambrasar sangat peduli terhadap perkembangan inubator bisnis dan teknologi di Indonesia termasuk di daerah terluar. Apa itu inkubator bisnis?

Inkubator bisnis didefinisikan sebagai proses dukungan bisnis yang dapat mempercepat keberhasilan pengembangan startup dan perusahaan pemula dengan menyediakan berbagai sumber daya dan layanan yang diperlukan kepada para pengusaha.

Sebagai lulusan Master Business Administration (MBA) dari Australian National University dan Master of Science dari kampus prestius Oxford University, ia sangat paham bahwa inkubator bisnis dan UMKM menjadi penyokong utama perekonomian Indonesia.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) UMKM berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian dengan menyerap 89,2 persen. UMKM menyumbang 60,34 persen dari PDB Nasional, dan UMKM menyumbang 14,17 dari total ekspor. Oleh karena itu, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Hal ini menjadi target utama Staf Khusus Presiden untuk menggelorakan semangat berwirausaha bagi para milienial. “Let us encourage our millennial to take part of as the entrepreneurs, kita mendorong para milennial memiliki pola pikir untuk menjadi pebisnis sukses, sebagaimana silicon valley di Amerika dibentuk untuk melahirkan entrepreneurs, begitu katanya saat menerima laporan dari ketua Incubator Business & Technology (IBT) Universitas Teuku Umar, Said Achmad Kabiru Rafiie bertempat di Istana Merdeka selasa 14 Januari 2020. IBT ini harus menjadi silicon valley barat selatan Provinsi Aceh, katanya di Istana Merdeka.

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Gracia Billy Mambrasar saat menerima kedatangan Said Ahmad Kabiru Rafi’ie selaku Ketua Inkubator Bisnis Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, di Istana Negara, Jakarta. (Foto. Ist)

Dalam pertemuan singkat tersebut, Said Achmad menyerahkan surat Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) untuk memohon kesediaan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia untuk membina 5.000 (lima ribu)  mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) yang terlibat dalam mata kuliah entrepreneurship serta para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Jaya dan kawasan Barat Selatan Provinsi Aceh, dalam laporannya kepada Staf Khusus Presiden turut disertakan Road Map 2020 yang berisikan kegiatan dan program Incubator Business di tahun 2020.

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia berharap incubator business Universitas Teuku Umar menjadi pilot project sinergis antara universitas, pemerintah pusat/daerah dan sektor swasta dalam menumbuhkan inovasi dan semangat entrepreneurship dilakangan milennial, dan menjadi wadah bagi membantu pelaku UMKM dalam meningkatan kinerja keuangan, pemasaran, operaisonal dan sumber daya manusianya. “Saya akan memonitor langsung perkembangan inkubator bisnis ini dan akan membuka secara langsung kick off pada awal bulan Februari 2020 di Meulaboh,” ujarnya. (monang sitohang)

Apa yang Dapat Dipelajari dari Kisah Gracia Billy Mambrasar

Oleh Said Achmad Kabiru Rafiie

Terlahir dari keluarga sederhana kepulauan Yapen, Provinsi Papua tidak menjadikan cita-cita seorang pemuda bernama Gracia Billy Mambrasar surut dan menyerah dengan keadaan. Pemuda yang akrab dipanggil dengan nama ‘Billy’, hijrah dari papua ke Bandung untuk menempuh pendidikan  di Institute Teknologi Bandung (ITB) dan tamat 2008 dari ITB sebuah Institute prestius yang sangat terkenal di Indonesia tempat Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno menempuh pendidikanya.  

Saat akan menempuh pendidikan Master di Australia, saya mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan Gracia Billy Mambrasar, pemuda dari Papua yang pembawannya selalu aktif dan menciptakan hal-hal baru.

Kami dipertemukan di Pre Departure Training IALF yang diselengarakan Australian Development Scholarship (ADS) 2012. Selama melanjutkan pendidikan Master di Australian National University (ANU), Gracia Billy Mambrasar mendapatkan beberapa penghargaan prestisius di antaranya Student of the Year, VC Chancellor Special Commendation 2015.

Setelah menamatkan Master of Bussiness Administration, Gracia Billy Mambrasar juga berkesempatan kuliah di Universitas Terbaik Dunia, Oxford University Inggris dengan beasiswa LPDP 2017. Sejak perkenalan singkat di Jakarta tersebut, sebuah cerita yang berlanjut ketika Gracia Billy Mambrasar dipercayakan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Staf Khusus Presiden dari kalangan millennial. Sederatan prestasi dan keaktifan di bidang sosial pendidikan menjadikan Gracia Billy Mambrasar 1 dari 7 staf khusus Presiden dari kalangan millenial.

Sebuah tugas yang berat nan mulia untuk membawa aspirasi lebih dari 60 juta millenial Indonesia, agar suaranya dapat didengar dan tersampaikan kepada Presiden. Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 menyebutkan angka 23,9% dari jumlah penduduk Indonesia 265 juta jiwa dikategorikan millenial, mereka yang berusia (20-34 tahun).

Pertemuan yang terjadi 2012, berlanjut saat Gracia Billy Mambrasar dalam kapasitas sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Meulaboh 9 Desember 2019 lalu.

Ketika Gracia Billy Mambrasar pertama sekali menginjakkan kaki di Meulaboh Bumi Teuku Umar, Aceh Barat, saya sangat berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena perjalanan ke Meulaboh ditempuh dengan jalan darat sekitar 5 jam dari Banda Aceh tanpa kendala.

Satu hal yang tidak berubah dari Gracia Billy Mambrasar yang saya kenal 7 tahun silam yaitu sifatnya yang humble dan apa adanya serta sangat bersemangat dalam menceritakan hal-hal yang menginspirasi. Saat berada di Meulaboh, Aceh Barat, kedatangannya diterima secara langsung oleh Bupati Aceh Barat dan para Muspida daerah Aceh Barat.

Said Achmad Kabiru Rafiie bersama Gracia Billy Mambrasar, di depan Masjid Raya Baiuturrahman, Banda Aceh. (foto: istimewa)

Kemudian kegiatan dilanjutkan ke Universitas Negeri paling ujung barat Indonesia, Universitas Teuku Umar yang dinegerikan pada 2014, Gracia Billy Mambrasar memberikan motivasi dan kuliah kepemimpinan kepada 300 mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU). Kuliah umum tersebut disambut antusias para mahasiswa-wi. Mereka sangat terkesima dengan kisah Gracia Billy Mambrasar yang mampu meraih pendidikan tinggi walaupun berasal dari keluarga kurang mampu.

Acara berlanjut dengan kunjungan ke-2 Sekolah Dasar (SD) di Kota Meulaboh serta melakukan interaksi dengan para siswa dan mengajukan session tanya jawab serta dialog dengan para dewan guru. Para siswa yang berani tampil menjawab pertanyaan, mendapatkan tas dan seperangkat alat tulis.

Kegiatan lain di Meulaboh, dilanjutkan diskusi bersama para millenial lintas sektoral di Aceh Barat di sebuh cafe serta deklarasi pertama Millenial Cinta NKRI. Para peserta yang hadir, terdiri dari tokoh millenial yang menduduki jabatan ketua DPRK, Anggota DPR Aceh dan Kota, Ketua Kepemudaan KNPI, LSM dan dari tokoh ulama. Pada hari yang sama, meresmikan Rumah Bahasa di Global Institut sebuah program bersama alumni LPDP dan Australia. Dalam peresmian ini, Gracia Billy Mambrasar turut berdialog dalam Bahasa Inggris dengan siswa Global Institut.

Siswa yang masih usia belia 7-9 tahun sangat akrab dalam berdialog dan berdiskusi dan mereka mendapatkan hadiah tas dan kamus Bahasa Inggris sebagai kenang-kenangan dari Staf Khusus Presiden. Kegiatan diakhiri dengan mengunjungi Cafe UMKM yang menghasilkan kopi khas Meulaboh.

Dari pertemuan singkat ini, saya menyimpulkan tiga hal yang dapat dipelajari dari sosok Gracia Billy Mambrasar yaitu 1. Humble, saya melihat sejak pertama bertemu 2012 hingga bertemu kembali di 2019 tidak ada yang berubah dalam melayani setiap orang, siapa pun dan dari mana pun, sama perlakuannya, 2. Bekerja keras untuk meraih mimpi, saya melihat sosok Gracia Billy Mambrasar, sebagai sosok yang persisten dan tidak gampang menyerah untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya walaupun terlahir dari keluarga miskin. Hal ini bukan alasan untuk maju dan meraih cita-cita  dan Gracia Billy Mambrasar percaya akan dorongan semesta akan bersama untuk membantu mewujudkannya, 3. Selalu memberikan kontribusi positif bagi umat manusia, saya melihat Gracia Billy Mambrasar tidak pernah lelah menyebarkan kebaikan melalui Social Entrepreneur Kitong Bisa yang dia kelola, memberikan manfaat kepada masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa membedakan agama dan suku bangsa. Sebagai orang yang pernah mengenal Gracia Billy Mambrasar, dia selalu mengatakan dan berpesan untuk menyelesaikan masalah dengan soft approach mencari win-win solution.

Tiga hal tersebut yang dapat dipelajari dan diambil pembelajaran dari sosok Gracia Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia. (*)