Sekda Jabar Bersih, Modal untuk Gubernur RK

 Sekda Jabar Bersih, Modal untuk Gubernur RK

Jayakarta News – Beberapa bulan lalu, Sekda Jabar, Iwa Karniwa diciduk KPK gara-gara kasus Meikarta. Apakah kasus ini akan merembet kepada atasannnya (gubernur waktu itu) Ahmad Heryawan? Semuanya masih tanda tanya dan penuh misteri. Sejauh ini, KPK belum membuka tabir gelap kasus Meikarta secara keseluruhan.

Menurut  pemerhati “Jabar Bersih”, Ir Sukinta, ada tiga catatan penting menyoroti urusan Sekda Jabar. Terutama lantaran ada tiga sekda yang dijerat korupsi, terakhir Iwa Karniwa. Diharapkan, Gubernur Ridwan Kamil lebih jeli memilih sekda. Sekda ke depan harus berintregitas, bersih, tangguh, dan merakyat. Sukinta mencatat ada tiga hal yang harus digarisbawahi terkait pemilihan Sekda Provinsi Jawa Barat ke depan.

Pertama, melalui mekanisme pendaftaran calon Sekda bulan November 2019 ini, akan terjaring banyak nama. Diharapkan, saat pemilihan Sekda Januari 2020, Gubernur RK harus menyeleksi secara obyektif dan transparan. “Jangan seleksi ala odong odong, sudah ada calon berpura-pura biar transparan kepada publik, lalu diadakan rekrutmen terbuka. Padahal calonnya sudah ditetapkan, tapi dibuat seolah-olah terbuka untuk mendongkrak popularitas,” katanya.

Kedua, gubernur harus jeli dan benar. Seperti waktu menunjuk Pejabat Sekda Jabar saat ini (Daud Ahnad), selain memenuhi unsur senioritas, dia juga cukup bersih, berintregitas, dan bisa bekerja dan diterma lingkungan dalam dan luar. “Idealnya bisa menunjuk figur seperti pejabat Sekda sekarang,” tambanya.

Ketiga, Gubernur Jabar Ridwan Kamil harus memilih bakal calon Sekda dari eselon II yang mumpuni dan terbukti anti korupsi. Sebab bakal jadi taruhan baik buruknya pemerintahan Jabar di era Ridwan Kamil. Jika nanti sampai terjerat kasus korupsi (lagi), bakal pupus harapan tokoh Jabar Jadi Preseden-Wakil Presiden tahun 2024. ”Urusan Sekda Jabar terlilit korupsi sudah taraf kritis, nista maja utama, jangan sanpai ada sekda keempat yang diciduk KPK,” kata Sukinta.

Sementara itu, sumber Jayakarta News di lingkungan Gedung Sate menyatakan, bahwa rekomenasi KSN (Komisi Aparatur Sipil Negara) telah merekomendasikan penyaringan bakal calon Sekda Jabar secara terbuka dan transparan. Menurut Kepala BKD Jabar, Yerry Yanuar, karena jabatan sekda begitu strategis dia pun memastikan open recruitment dilakukan sesuai regulasi dan keterbukaan informasi.

Sekda selain kepala perangkat daerah, juga menjadi kepala tim anggaran pendapatan daerah (TAPD), Ketua tim TKPRD dan ketua tim penilaian kinerja dan pejabat yang berwenang dengan kepegawaian.

Proses penjaringan berlangung dari 7 sampai 21 November 2019. Tanggal 22 November akan diadakan seleksi administrasi, assessment para calon dilakukan  25 26 November, dan penulisan makalah 3 Desember. Pansel bakal mengumumkan hasil assessment, dilanjutkan tes kesehatan tanggal 9-10 Desember. Tiga nama calon Sekda Jabar, oleh Gubernur Jabar akan diajukan kepada Presiden untuk ditetapkan secara definitif. (Dani Yuliantara)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *