Sate Kere Yu Rebi

 Sate Kere Yu Rebi
Warung Sate Kere Yu Rebi yang berada di Jln Kebangkitan Nasional, Solo. Foto: S. Resti Handini

DARI nama warungnya sudah membuat orang penasaran, terutama bagi yang belum pernah merasakan. Terbuat dari apa hingga terkenal dengan sebutan sate kere, alias sate miskin. Sate yang satu ini memang ada yang terbuat dari ampas pembuatan tahu (gembus). Karena murah, maka disebut sate kere.

Tapi berjalannya waktu brand sate yang dimiliki Yu Rebi ini menjual tidak saja sate dari gembus tapi juga daging sapi beserta jeroan sapi. Dan tentu saja harga sate sapi tidak bisa dibilang murah. Karena harga daging sapi relatif mahal, maka di warung yang berada di Jln Kebangkitan Nasional, Solo itu, juga menjual sate campur.

Seporsi sate dengan beragam tusukan: Gembus, daging sapi, jeroan. Foto: S. Resti Handini

Sate campur ini cukup unik, karena menjadi favorit pelanggan. Yang dibakar bukan daging sapi, melainkan jeroan seperti paru, babat, kikil, ginjal, torpedo, dan tentu saja gembus. Sate campur ini bahkan pernah jadi sate kesukaan Joko Widodo, Presiden Indonesia.

Warung Sate Kere Yu Rebi yang sudah eksis sejak tahun 1991 itu. Sate kere (sate gembus) seporsi dijual Rp 20 ribu. Karena ingin para pelanggannya memiliki banyak pilihan sate, dan tentunya tak pindah ke warung sate lain, maka Yu Rebi pun menyediakan sate sapi, bahkan sate campur.

Seperti penjual sate lainnya, sate ini pun dihidangkan dengan bumbu kacang, bumbu kecap atau campuran keduanya. Bagi penggemar pedas, bisa minta ditambahkan irisan cabai rawit sesuai selera.

Namun perbedaaan tetap ada dari segi rasa dan penyajian. Bumbu kacang yu Rebi yang awal berjualan sebagai pedagang sate dorongan alias penjual keliling ini, pada bumbunya masih terlihat potongan-potongan kecil kacang. Karenanya, bumbu sate kacang di sini lebih kental dibandingkan bumbu sate kebanyakan. Selain itu, semua bahan sate, sebelum dibakar, sudah lebih dulu dibumbui bacem, sehingga semua terasa empuk, gurih, manis.

Kiri: Yu Rebi. Kanan: Sate Gembur (sate kere) yang merupakan kegemaran Presiden Joko Widodo. Foto: S. Resti Handini
Menikmati makanan di warung Yu Rebi, Solo yang ber interior warna orange. Foto: S. Resti Handini

Disajikan dengan lontong atau nasi sesuai selera pembeli. Atau dapat dimakan tanpa keduanya bagi yang sedang diet karbohidrat. Pilihan lain selain sate, tersedia sop buntut dan gado-gado bagi yang sedang tidak makan daging dan kerabatnya.

Meski terkenal dengan julukan sate kere, tapi harganya relatif tidaklah murah, untuk ukuran orang kere, atau orang miskin. Sebut saja untuk seporsi sate daging sapi dibandrol Rp 37 ribu, sedangkan sate lainnya Rp 35 ribu, kecuali sate gembus yang Rp 20 ribu. Gado gado cukup Rp 10 ribu dan sop buntut Rp 22 ribu.

Minuman spesial yang bisa pesan di sini adalah es gula asem atau soda gembira. Penasaran? Hayuuuh kita ke Solo…. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *