Lagi, Dua Warga Rusun Marunda Terkena Ulkus Kornea, Diduga Tercemar Abu Batu Bara

 Lagi, Dua Warga Rusun Marunda Terkena Ulkus Kornea, Diduga Tercemar Abu Batu Bara

Retno Listyarti, Komisioner KPAI bidang Pendidikan–foto instagram KPAI

JAYAKARTA NEWS— Dampak pencemaran abu batu bara terhadap kesehatan warga Marunda, Jakarta Utara, masih terjadi. Kali ini ditemukan kembali dua kasus dengan diagnose ulkus kornea yang diduga kuat akibat pencemaran Marunda.

Informasi tersebut dibagikan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi (1/4/4022). Menurut Retno, informasi tersebut diterima Retno dari warga Rusun Marunda. Dua orang yang diagnose ulkus kornea adalah Sy (perempuan, 6 tahun) dan BA (laki-laki, 20 tahun). Sebelumnya, ada satu kasus yaitu R (laki-laki, 9 tahun) yang sempat mendapatkan donor mata.

Dengan demikian, sampai Maret 2022, jumlah kasus diagnosa ulkus kornea di Marunda menjadi tiga kasus, dua di antaranya dialami anak di bawah umur.

Ulkus kornea adalah luka terbuka pada kornea yang paling sering disebabkan oleh infeksi. Kondisi yang juga disebut keratitis ini tergolong kondisi darurat medis. Apabila tidak segera ditangani, ulkus kornea dapat mengakibatkan kebutaan.

Hal ini sempat dialami oleh ananda R (9 tahun) sehingga harus ganti kornea mata melalui donor mata sehat. Hingga saat ini, ananda R masih berobat jalan pasca operasi ganti kornea mata, R juga harus menggunakan kacamata. 

Ulkus kornea dapat terjadi akibat cedera langsung ke mata, atau dari infeksi bakteri, jamur, atau virus.  Gejala berupa mata kemerahan, sakit mata, air mata berlebihan, sensasi benda asing di mata, dan pandangan memburuk atau kabur. Kondisi ketika peradangan pada lapisan terluar mata menyebabkan nyeri.

“Bisa dibayangkan ketika anak usia 6 tahun harus mengalami semua rasa sakit dan nyeri tersebut”, tegas Retno.

Dinkes dan P2TP2A ke Rusun Marunda

Dari pantauan KPAI  melalui pengurus forum Rusun Marunda, sejak berita pencemaran abu batu bara secara nasional pada 9 -10  Maret 2022, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Puskesmas Marunda turun ke lokasi Rusun Marunda untuk melakukan screening ke warga Rusun Marunda.  

P2TP2A DKI Jakarta  juga sudah mengunjungi  Rusun Marunda untuk melakukan assessment pada Sy, anak korban yang mengalami diagnose ulkus kornea.

“Saya berharap P2TP2A menindaklanjuti assessment dengan terapi, baik kepada anak maupun ibunya agar secara mental keduanya dapat menjalani proses pengobatan dengan penuh semangat untuk pulih”, ungkap Retno.

Retno menambahkan,”Saya mendorong Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk segera membantu pengobatan Sy agar proses pengobatan lancar dan pihak keluarga tidak diberatkan dengan biaya pengobatan”.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melalui Puskesmas sudah tiga kali datang ke Rusun Marunda, yaitu pada 18 Maret 2022 untuk melakukan layanan kesehatan dan screening warga Rusun Marunda yang terdampak kesehatannya akibat pencemaran abu batu bara. Namun warga menyatakan kurang efektif karena masih sedikit warga Rusun Marunda yang tahu ada layanan kesehatan dan screening dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

“Banyak warga Rusun Marunda mengira bahwa itu adalah aktivitas pemberian vaksin booster bukan screening dan layanan kesehatan bagi warga Rusun Marunda yang terdampak pencemaran abu batu bara. Hal ini harus menjadi refleksi dan evaluasi bagi  Dinkes DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi dahulu sebelum turun lagi ke Rusun Marunda,” tegasnya.

Pencemaran Belum Berkurang

Pengurus Forum Rusun Marunda menyampaikan kepada KPAI bahwa pencemaran udara dari abu batu bara masih berlangsung hingga saat ini. Aktivitas bongkar muat dan pengangkutan batu bara di pelabuhan Marunda juga tidak berkurang apalagi berhenti.

Bahkan ada video yang menunjukan penampakan sebuah truk pengangkut batu bara terus melintasi jalan raya sekitar Rusun Marunda pada siang hari tanpa ditutup terpal.  Abu batu bara tampak berterbangan karena angin. 

“Menurut warga, pemandangan seperti itu terjadi setiap hari. Sampai sekarang lantai-lantai rumah warga Rusun Marunda dan  RPTRA serta semua permainan anak-anak, terlapisi debu dan harus dibersihkan hingga empat kali dalam sehari karena tertutup debu batu bara,”ucap Retno.***/ebn

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.