Karateka Bertani Gandeng Akademisi

 Karateka Bertani Gandeng Akademisi

Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo dan Prof Hermawan “Kikiek” Sulistyo, (foto: dok Dojo Renzo)

Jayakarta News – Karateka Bertani yang tergabung dalam komunitas Renzo Untuk Bangsa (RUB) dalam membardayakan lahan di Jawa Barat, Papua, dan Jawa Timur menggandeng akademisi dalam pelaksanaannya.

Program ini memang menyasar segmen yang belum banyak dijamah masyarakat, sehingga memerlukan bimbingan akademisi yang selama ini telah melaksanakan penelitian secara terpadu dan kontinyu terhadap produk yang diusahakan. Pada program pengolahan tepung pisang, program ini menggandeng para akademisi dari Universitas Bengkulu yang selama ini sukses membudidayakan Pisang Merah dan mengolahnya menjadi Tepung Pisang.

Usaha pembuatan Tepung Pisang dengan budidaya Pisang Merah (Acuminata Red Dacca) ini dipilih karena karena tanaman pisang merah relatih mudah dikembangbiakkan dan usia panen relatif cepat. Kadar air pisang merah lebih rendah daripada pisang lainnya sehingga lebih mudah untuk dikeringkan dan menjadi lebih cepat diolah menjadi tepung pisang.

Di samping itu kandungan vitamin dan nutrisi pisang merah lebih tinggi daripada jenis pisang lainnya sehingga sangat layak digunakan sebagai makanan pokok alternatif pengganti beras. Dan sebagian besar hasil produksi tepung pisang rencananya akan diekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa, Amerika Serikat, dan Asia Timur yang sudah familiar dalam konsumsi tepung pisang.

Sedangkan dalam penggarapan penambahan nilai produk hasil petani kopi di Jayawijaya Papua dan Jember Jawa Timur, Tim RUB akan menggandeng farmakolog dari beberapa universitas untuk meracik berbagai ramuan kopi inovatif sesuai kebutuhan dan permintaan pasar dalam dan luar negeri.

Selain itu juga, program ini menggandeng ahli-ahli dari LIPI dalam program penambahan nilai produk hasil garapan petani sehingga diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produksi yang dihasilkan tersebut.

Pencetus program ini, Prof (Ris) Hermawan “Kikiek” Sulistyo, Ph.D menyatakan bahwa menghijaukan lahan Indonesia dan meningkatkan derajat kehidupan petani adalah tantangan sekaligus tanggung jawab seluruh komponen masyarakat.

“Berbuat untuk negeri dan kemaslahatan orang banyak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun tanggung jawab kita bersama” ujar ahli peneliti utama LIPI yang akrab disapa profesor penyandang Dan IV Inkai itu.

Pada bulan Juli 2020, rencananya sentra pabrik pengolahan tepung pisang modern sudah berdiri di kawasan Cileungsi Jawa Barat. Nantinya Sentra Pabrik Tepung Pisang Cileungsi ini menjadi pabrik terpadu lengkap dengan kebun pembibitan dan kebun produksi yang ditumpang sarikan dengan tanaman porang dan mengkudu yang juga berorientasi ekspor.

Di tahap awal pabrik pengolahan tepung pisang ini akan menerima pasokan kebun pisang produksi petani di sekitar Sentra Pabrik Kebun Cileungsi sebagai bahan produksi dan rencananya akan memulai penggilingan perdana pada 17 Agustus 2020.

“Ini adalah kado untuk negeri sekaligus tantangan kami untuk menjadikan Indonesia yang tangguh dalam sektor pertanian di usia negeri ini ke 75,” tandas Prof. Kikiek. (*/rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *