Kaligrafi Emas di Masjid Cordoba

 Kaligrafi Emas di Masjid Cordoba
Masjid Agung Cordoba, Spanyol. (foto: ist)

Jayakarta News – Banyak bangunan bersejarah di manca negara yang kini berubah fungsi. Ada yang dulunya masjid lalu berubah menjadi gereja, atau sebaliknya, dulu gereja, sekarang masjid.

Salah satu masjid yang terkenal dalam sejarah Islam adalah masjid Cordoba yang berdiri di Tenggara kota Madrid, Spanyol Selatan. Masjid ini merupakan peninggalan kekuasaan Islam di bawah pemerintahan dinasty Umayyah, yang bernama Abdurahman I. Ketika kerajaan Islam itu menguasai jazirah Iberia dengan Cordoba sebagai ibukotanya.

Awalnya masjid ini adalah sebuah gereja Katolik yang dibangun oleh bangsa Visigoth, bernama Visigoth Saint Vincent. Ketika Andalusia/Spanyol dikuasai muslim, katedral tersebut dibagi menjadi dua bagian. Satu bagian untuk muslim dan bagian lainnya Kristen.

Ketika Khalifah Abdurahman berkuasa, bagian Kristen dibeli dan dibangunlah menjadi masjid Cordoba pada tahun 787. Pembangunan terus dilanjutkan, Abdurahman II membangun menara. Dilanjutkan oleh Al Hakam II dengan membangun mihrab dan khalifah-khalifah setelahnya.

Mihrab di Masjid Agung Cordoba. (foto: ist)

Setiap khalifah memberikan, membangun sesuatu yang baru kepada masjid ini. Dengan memperluas, memperindah dan menyempurnakannya sehingga masjid Cordoba menjadi masjid terindah dan terbesar  di dunia saat itu.

Masjid Cordoba menjadi  salah satu bangunan arsitektur penting dan bersejarah dalam khasanah masyarakat Islam. Interiornya sangat indah dan rumit, dipenuhi dengan pilar pilar besar yang tersusun menjadi kolom kolom. Seni arsitektur kolom kolom tersebut mengadopsi beberapa sentuhan seni dari Romawi dan juga masjid Agung Damaskus.

Pasca kejatuhan kekhalifahan Islam di Andalusia, Spanyol, masjid Agung Cordoba diambil-alih Raja Ferdinand III dan mengubah fungsi masjid menjadi gereja dengan nama La Mesquita.

Tentu saja bangunan ini mengalami penambahan dan penghancuran. Di bagian dalam yang awalnya bangunan masjid dibangun Villaviciosa Chapel dan Royal Chapel di dalam masjid. Menara pun ditambahkan lonceng.

Masjid Agung Cordoba yang sudah menjadi Katedral. (foto: ist)

Yang paling mencolok atau signifikan pembangunan katedral Renaisanse di tengah struktur masjid pada abad ke-16. Atas izin raja Spanyol Charles V.  Dampak dari pembangunan katedral di tengah-tengah bangunan masjid itu, hingga dari total 900 pilar yang tersisa 856 pilar. Katedralnya dinamai Mezquita – Catedral.

Meski sudah banyak mengalami  renovasi dan penambahan di sana-sini, namun tidak semua hasil karya arsitektur Islam di masjid itu hilang. Yang paling mencolok salah satunya adalah goresan kaligrafi ayat ayat suci Alquran pada dinding mihrab masih dipertahankan.

Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa Katedral Mazquita yang berdiri di kaki Bukit Sierra Montana adalah saksi kemasyuran peradaban Islam di Spanyol.

Pada tahun 1994, tepatnya tanggal 15 Desember, UNESCO menetapkan Masjid Agung Cordoba sebagai salah satu tempat peninggalan yang sangat bersejarah dan penting dunia. (s. resti handini)

Berfoto dengan latar belakang menara yang sudah berlonceng dan dikelilingi pohon jeruk. (foto: ist)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *