Hirup Udara Segar Kota Jakarta

 Hirup Udara Segar Kota Jakarta

Bundaran HI, sepi di hari pertama PSBB. (foto: roso daras)

Jayakarta News – “Kalau senggang Jumat siang mampir Pramuka mas…. sambil hirup udara segar kota Jakarta.” Begitu pesan singkat sahabat Egy Massadiah, Tenaga Ahli Kepala BNPB Bidang Media, yang juga anggota Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19, Kamis (9/4/2020).

Yang ia maksud “Pramuka” adalah nama jalan, tempat Graha BNPB berada. Egy –dan juga Kepala BNPB Doni Monardo— serta banyak staf BNPB lain, sudah hampir tiga minggu menginap di kantor, dan tak pernah pulang. Demi optimalisasi kerja Gugus Tugas, Doni Monardo, Egy Massadiah dan banyak staf lain rela bekerja nyaris 24 jam dalam sehari.

Tanpa ragu sedikit pun, saya meng-“iya”-kan ajakan “mampir ke Pramuka”. Meski dalam hati, terbersit kekhawatiran akan menemui kesulitan memasuki ibukota, mengingat hari Jumat (10/4/2020), adalah hari pertama pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah DKI Jakarta.

Karenanya, sebelum berangkat, saya sempatkan untuk berkirim pesan singkat melalui WA, “Saya siap berangkat. Apakah PSBB memungkinkan saya bisa menuju Graha BNPB?” Tidak lama kemudian, kalimat “passwords” diberikan melalui balasan pesan WA, “(Jika dicegah) Bilang mau rapat sama Egy dan Letjen Doni Monardo Kepala Satgas Covid-19”.

Sudah sebulan lebih tidak menginjakkan kaki ke Graha BNPB. Terus terang, ada perasaan “kepo” ingin melihat dari dekat kesibukan di markas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Jika sebelum-sebelumnya saya lebih memilih moda transportasi umum dari Depok ke Pramuka, hari ini saya memilih membawa kendaraan sendiri. Tidak ada alasan lain, kecuali “jaga jarak”.

Ada cara mudah menuju Pramuka dari Depok, yaitu melaui jalan tol dan turun di Pramuka. Hari ini, saya memilih cara sulit, yakni berputar-putar kota Jakarta, sekaligus melihat, seperti apa wajah ibukota di hari pertama PSBB. Saya masuk kota Jakarta dari arah Ciputat. Menjelang perempatan Sepolwan (Sekolah Polisi Wanita) Jl Ciputat Raya, Lebak Bulus, tampak semua kendaran melambat.

Rupanya, sepasukan petugas kepolisian lalu-lintas dibantu unsur Dishub dan TNI, tengah melakukan pemeriksaan. Hanya mobil dan sepeda motor yang memenuhi persyaratan PSBB saja yang boleh lewat. Pertama, pengemudi atau penumpangnya harus bermasker. Jika tidak bermasker, akan diberi masker oleh petugas. Kedua, sepeda motor tidak boleh berboncengan. Jika berboncengan akan diminta putar balik alias dilarang masuk Jakarta. Ketiga, untuk yang menggunakan mobil, di depan hanya boleh pengemudi. Di belakang, hanya boleh dua penumpang.

Saya bermasker dan sendiri di dalam mobil. Maka, ketika saya buka kaca jendela, petugas langsung mempersilakan lewat. “Yaaa… terus…. silakan…..” Ah, ternyata tidak serumit yang saya bayangkan, sehingga “passwords” sakti dari Egy sama sekali tidak perlu saya ucapkan. Meski saya paham, soal password tadi semata-mata guyonan dan kelakar Egy Massadiah agar saya segera berangkat menemuinya.

Blok M, lengang. (foto: roso daras)
Jl Sudirman, Jakarta sepi. (foto: roso daras)

Melewati jalur Jl. TB Simatupang, Jl. Pangeran Antasari, fly over Dr Moestopo, hingga tembus ke Jalan Sudirman, Thamrin, Imam Bonjol, Diponegoro, Proklamasi, dan Pramuka, secara umum suasana sangat lengang. Menghitung dan memperkirakan pemakai jalan, saya taksir hanya 5 sampai 10 persen dari hari-hari normal, di jam yang sama, sekitar pukul 13.00 WIB.

Dari yang sekitar 5 – 10 persen berlalu-lintas di jalanan ibukota hari Jumat ini, saya tebak 90 persennya taksi dan ojek online.

Perempatan Pasaraya, Terminal Blok M yang biasanya pikuk, hari ini sepi sekali. Kebetulan, Jumat 10 April ini memang tanggal merah, Libur Nasional Hari Wafat Isa Almasih. Tidak heran jika semua gedung perkantoran sepanjang Sudirman – Thamrin sepi. Bahkan, mal Ratu Plaza, fX Sudirman, juga tutup. Bundaran HI juga kosong.

Kiranya, suasana itu cukup mewakili kondisi kota Jakarta secara keseluruhan. Data Dishub DKI yang menyebutkan, hari-hari biasa kota Jakarta dipadati oleh tak kurang dari 20 juta kendaraan, hari pertama PSBB, saya kira tidak lebih dari 2 juta kendaraan saja yang berlalu-lalang di kota seluas sekitar 650 km persegi ini. Atau, bisa jadi kurang dari itu.

Benar ajakan Egy Massadiah di awal. Hari ini, udara Jakarta terasa lebih segar dari biasanya. Apalagi, sejak sore hingga malam, hujan menyapa Ibukota dengan ramahnya. (roso daras)

Digiqole ad

Related post

1 Comment

  • Selamat bertugas tetap waspada jaga kesehatan Puang Egy🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *