Connect with us

Feature

Imbas Corona di Pantai Tirtamaya

Published

on

Jayakarta News – “Langka uwong, biasane dina Sabtu karok Minggu akeh uwong, (nggak ada orang/sepi biasanya hari Sabtu dan Minggu rame/banyak orang),” cetus salah seorang wanita pedagang makanan dan minuman ringan di lokasi rekreasi Pantai Tirtamaya, Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, beberapa hari lalu.

Hal yang sama juga disampaikan salah satu pelaku usaha penyewa perahu. “Benar-benar sepi, dari pagi sampai sore begini, yang menyewa baru satu, biasanya kalau hari Sabtu begini sudah bisa berkali-kali yang menyewa perahu saya, apa lagi hari Minggu bang,” katanya.

Ternyata sepinya kondisi di Pantai Tirtamaya bukan tanpa sebab, melainkan imbas dari mewabahnya virus corona (covid-19) yang telah menyerang sekitar ratusan negara di belahan dunia ini termasuk Indonesia. Hingga dinyatakan situasi bencana non alam dan pandemi global oleh WHO.

Pantai Tirtamaya berjarak sekitar 239 km dari Jakarta. Perlu waktu sekitar 4 jam perjalanan melalui jalan tol Cikampek. Pantai yang satu ini, termasuk salah satu pantai favorit di jalur Pantura. Konon pantai ini memiliki cerita legenda, yaitu legenda tempat perlabuhan Ki Buyut Tuban.

Pantai ini dilengkapi beberapa fasilitas seperti spot-spot foto, fasilitas permainan anak, penyewaan perahu dan sebagainya. Pantai ini telah diberi pembatas bagi yang ingin bermain pasir, atau berenang. Tidak ketinggalan pula ada kamar mandi dan kamar ganti pakaian dengan fasilitas yang memadai.

Pantai Tirtamaya, salah satu pantai favorit di jalur Pantura. (foto: monang sitohang)
Salah satu spot selfie di Pantai Tirtamaya, Indramayu. (foto: monang sitohang)
Jembatan Pantai Legenda, Tirtamaya. (foto: monang sitohang)

Kemudian di sekitar pantai Tirtamaya ada juga fasilitas tempat duduk. Dan beberapa warung penjual makanan dan minuman yang posisinya tepat mengarah pantai. Di warung-warung ini pengunjung bisa menikmati kelapa muda, kopi, serta makanan khas Indramayu, sambil menyapu birunya laut Jawa. Dan pantai ini memiliki jarak lokasi dengan pusat kota Indramayu sekitar 20 km.

Duduk sambiil menikmati suasana Pantai Tirtamaya sore itu, disambut angin sepoi-sepoi yang menghampiri dan merasuki tubuh memberikan kesejukan. Suara debur ombak kecil, terdengar berulang, sambil menyisakan riak air di bibir pantai.

Sepinya Pantai Tirtamaya, seperti mewakili sepinya dunia yang sedang prihatin dilanda corona. Toh, nun di ujung pandangan mata, tampak dua sejoli sedang memadu kasih. Mereka duduk di kursi bambu. Sesekali mengarahkan kamera ponselnya untuk berselfie dengan latar belakang lambang cinta yang dibuat dari bambu bertuliskan Tirtamaya, dengan latar belakang bambu-bambu berbentuk segitiga serta ikatan bambu di kiri dan kanannya. Cukup indah memang sebagai spot selfie.

Setelah puas befoto, mereka berpindah tempat. Tak lama kemudian, sepasang kekasih mengisi kursi bambu yang baru ditinggalkan sepasang kekasih sebelumnya. Sama seperti pasangan sebelumnya, pasangan kedua pun berfoto-foto sambil tertawa-tawa. Memasang aksi semenarik mungkin.

Sekedar informasi untuk masuk ke Pantai Tirtamaya, tarifnya dibagi dua yaitu, hari biasa dewasa Rp.10.000, anak-anak Rp.6.000 dan hari libur dewasa Rp. 12.000, anak-anak Rp7,000 dan kendaraan Rp.5.000, dan dibuka dari pukul 08.00 – 17.00 Wib. Hari itu, hanya ada tiga mobil, dan beberapa sepeda motor. (Monang Sitohang)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *