Gema Takbir dan Musik Patrol

 Gema Takbir dan Musik Patrol

Salah satu musik patrol yang tampil keliling di kampung ngingas(foto:poedji)

JAYAKARTA NEWS— Kamis malam jelang Hari Raya Idul Adha di kampung Ngingas, Waru, Sidoarjo, ramai sekali. Ada sekelompok musik patrol berjalan mengelilingi kampung untuk menyambut datangnya Hari Raya Korban yang jatuh pada Jumat(31/7).

Ada beberapa kelompok musik yang tampil dan mereka dengan semangat menabuh alat-alat musik sembari berjalan beriringan mengikuti bunyi-bunyian musik yang rancak.Bunyi-bunyian itu menyemangati masyarakat utamanya anak-anak dan kaum muda untuk bergerombol tepi jalan menyaksikan ketrampilan para pemain musik patrol.

Bunyian dari para pemusik patrol itu seakan berkolaborasi dengan gema takbir yang datang dari beberapa Masjid di wilayah Ngingas.

Pemandanagan ini memang tidak seperti biasanya karena setiap jelang hari besar Islam hanya ada suara gema takbir dan sedikit yang menyulut mercon dan kembang api.

Keramaian itu merupakan bentuk dari masyarakat yang akan merayakan Idul Adha dan setiap tahun dilaksanakan oleh masyarakat khususnya kaum muslimin dengan menyembelih korban kambing atau sapi.

Bagi pengendara yang melintas di kawasan Ngingas dipastikan berhenti untuk memberikan kesempatan iring-iringan musik patrol yang lewat.

Kelompok musik patrol itu kebanyakan adalah anak-anak muda. Sebagian memainkan alat musik dan sebagian lainnya berjalan di muka untuk menari-nari menyesuaikan bunyi musik.

Seorang warga di sana, Wati, mengatakan kalau kedatangan musik patrol itu cukup menghibur. Ibu satu anak ini mengatakan, dengan keramaian tampilan musik patrol kampungnya jadi hidup dalam menyambut datangnya hari raya korban.

Musik patrol itu sendiri srjarahnya merupakan kelompok musik yang dimainkan untuk membangun orang tidur karena mereka tampil pada saat bulan suci Ramadhan.

Biasanya sambil memainkan musik mereka berteriak-teriak..sauur…sauuur. Dengan perkembangan jaman musik patrol tidak saja dimainkan pada bulan Ramadhan tapi pada acara-acara lain bisa ditampilkan.

Bahkan di persimpangan jalan yang ada lampu trafik mereka menghibur pengendara yang berhenti menunggu lampu merah. Sambil memainkan musik yang lainnya keliling untuk minta sumbangan.

Selain itu juga di beberapa kota musik patrol ternyata cukup mendapatkan perhatian. Dalam waktu-waktu tertentu digelar lomba musik patrol. (poedji)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *