Cricket Indonesia Perlu Lapangan Standar Internasional

 Cricket Indonesia Perlu Lapangan Standar Internasional

Ilustrasi pertandingan criket–ICL Kejurnas Men T20 pada Nov 2017 lalu–foto facebook persatuan criket indonesia

Pengurus  Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP.PCI) tengah memikirkan upaya pembangunan lapangan cricket starndar internasional. Hingga saat ini Indonesia belum memiliki lapangan cricket standart internasional. Selama ini, para atlet cricket kita lebih banyak berlatih di lapangan kelas ”kampung”. Meski demikain, prestasi atlet cricket Indonesia sudah mampu bersain di level internasional.

Wakil Ketua Umum PP.PCI Abhiram Singh Yaday mengatakan hal itu kepada wartawan usai menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PP.PCI di Hotel Century Park Senayan Jakarta, Senin, (26/2). Rakernas yang berlangsung sejak 24 Pebruari lalu itu diikuti 21 Provinsi dengan membaahs program kerja tahun 2018. Sebelumnya para peserta Rakernas PCI mengevaluasi program kerja tahun 2017.

Menurut Abhiram, untuk membangun lapangan cricket standar internasional itu membutuhkan dana yang tak sedikit. Luas lahannya saja bisa 4 hektar. Lapangan cricket ini selain membangun lapangan untuk latihan juga mes untuk para atlet.”Jadi semacam tranning camp bagi para atlet pelatnas,”kata Abhiram.

Pria beradarah Pakistan itu juga menjelaskan bahwa untuk rumput lapangan criket harus diimpor dari Pakistan dan Australia. Abhiram berharap kendala lapangan ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah terutama Kemenpora.

Menanggapi evaluasi kerja tahun 2017, Abhiram mengatakan, semua pengurus PCI selalu berupaya memenuhi program kerja meski sangat melelahkan.

”Jujur saja, setiap program kerja yang dibuat oleh PCI selalu melelahkan baik dari segi pendanaan, tenaga dan pikiran. Bahkan ada pengurus yang harus mengorbankan keluarganya,”tandasnya.

Namun, lanjut dia, semuanya itu akan terbayar tuntas jika prestasi atlet criket Indonesia membanggakan seperti pada SEA Games 2017 lalu di Kuala Lumpur, Malaysia yang sukses merebut 2 medali perak da 2 perunggu.

Pada Rekernas kali ini, PCI juga membahas persiapan PON 2020. Disepakati oleh peserta bahwa untuk PON 2020 di Papau tak ada batasan usia. Jadi beda dengan PON 2016 lalu di mana batasan usia 25 tahun. Babak kualifikasi PON 2020 akan dimulai awal tahun 2019. PCI mendapat kuota 8 tim putra-putri.

Selain itu juga, PCI akan mempersiapkan atlet untuk tampil di berbagai kejuaraan internasional di luar negeri diantaranya kejuaraan dunia kelompok umur di Malaysia pada Maret mendatang. PCI juga akan mengikuti kejuaraan pengganti Asian Games di Incheon, Korsel pada Mei. ***

 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.